
Sunshine?!.
seolah-olah berpikir dengan keras apa makna dan maksud dari kata Sunshine, gadis tersebut terlihat diam untuk beberapa waktu.
"Itu seperti cahaya matahari"
Ucap Hayat kemudian dengan cepat, dia menoleh kearah Ahem sejenak.
"Bukankah mereka bersinar? aku suka kata-kata tersebut"
Jawan Ahem sambil menatap kearah Hayat.
sejenak bola mata mereka bertemu antara satu dengan yang lainnya, laki-laki tersebut menelisik wajah gadis di sampingnya itu untuk waktu yang cukup lama.
Hayat kembali berpikir dengan keras, dia mencoba untuk memikirkan apa yang dikatakan oleh laki-laki tersebut.
"Hmmm baiklah aku pikir itu bukan julukan yang buruk"
dia pada akhirnya mengalah dan menerima julukan itu, buru-buru Hayat menyentuh rambut nya sendiri, seulas senyuman mengembang dibalik bibir nya.
"Sunshine.... apakah kita akan pergi makan pagi?"
tiba-tiba gadis tersebut menoleh ke arah Ahem kemudian dia memicingkan bola matanya, dia melirik ke arah laki-laki tersebut sambil menatap bola mata Ahem dengan sedikit menggoda.
"Sunshine aku belum sarapan pagi ini"
lagi dia melanjutkan kata-katanya, mengulumkan senyumannya sambil sesekali mengedip-ngedipkan bola matanya.
Ahem seketika langsung mengerutkan keningnya saat dia melihat gadis tersebut bicara dengan begitu manja dan dibuat-buat.
"Jangan menggoda ku dengan cara yang terlalu imut, itu mengganggu Hayat"
Protes Ahem kemudian.
"Ohhhh benarkah? aku suka ketika aku menjadi imut-imut"
Ucap Hayat penuh kesenangan, dia kemudian kembali menggoda Ahem.
"Sunshine.... berikan aku sarapan sehat yang mengenyangkan"
Lanjut nya lagi kemudian.
__ADS_1
pada akhirnya Ahem malah mencoba mengulum senyumannya, laki-laki tersebut menoleh kearah Hayat kemudian dalam beberapa waktu tiba-tiba saja dia menarik hidung gadis tersebut.
"Akhhhhhh"
Hayat seketika memekik kecil, menyentuh hidung nya yang di pencet oleh ahem.
"Sunshine...."
Dia merengek sambil menyentuh hidung nya untuk beberapa waktu.
"Sakit"
Ocehnya Kemudian.
Ahem malah langsung pura-pura tidak mendengarkan rengekan nya, membiarkan Hayat menantap nya dengan kesal.
"Aku kan sedang mencoba nama panggilan baru nya, kenapa mengorbankan hidung ku? ahhhh untung aku tidak melakukan operasi plastik, jika tidak ini akan rusak dan hancur"
rengek nya lagi dengan kesal.
"padahal nama baru nya jika dipanggil dengan manja seperti itu terdengar sangat...."
"Sayang katakan pada ku"
"Ya?"
Seketika wajah Hayat memerah karena malu.
Sayang?!.
Aahhhhhh rasanya dia ingin melayang-layang ke udara.
terlalu manis dan membuat dia seketika kehilangan arah.
saat Lucas memanggil nya sayang, rasanya tidak sama, kapasitas nya jadi 75-25, Lucas 25, ahem 75.
belum lagi jika yang memanggil nya Sammy.
Hoeeekkkk dia malah ingin muntah.
"Kapan kamu akan kembali ke Palembang?"
__ADS_1
tanya laki-laki tersebut kemudian.
mendengar ucapan Ahem Sejenak membuat gadis tersebut mengerutkan keningnya.
"Hmmmm mungkin 2 hari lagi"
Ucap nya cepat.
"Mari kembali bersama"
Lagi Ahem berucap, menoleh kearah Hayat dengan cepat.
"Kenapa?"
Tanya gadis tersebut dengan perasaan gugup.
"Aku ingin bertemu dengan untie Bii, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan Mama mu"
Lanjut Ahem lagi.
mendengar ucapan Ahem sejenak Hayat terlihat berpikir.
"Kamu tidak ingin bilang tentang kita bukan? aku pikir itu terlalu cepat, kerjakan PR yang ada dulu, misalnya biarkan aku dan Lucas memutuskan pertunangan kami lebih dulu dihadapan semua orang"
hayat buru-buru bicara, dia tidak ingin laki-laki tersebut terlalu bertindak gegabah.
"Ini semua cukup rumit, maksudku hubungan ku dan Lucas tidak bisa dikatakan baik-baik saja, semua sangat rumit dan sulit dimana aku dan dia Saling menolak tapi ada Karla yang semakin memberatkan posisi Lucas saat ini"
dia tidak paham apakah Ahem mengerti maksudnya tapi tidak tahu kenapa hayat malah buru-buru bicara soal kedua orang tersebut.
"aku sudah tahu hubungan mereka berdua"
ucap laki-laki tersebut kemudian sembari menoleh ke arah hayat.
hal tersebut sontak membuat gadis itu cukup terkejut.
"karena itu aku berani melangkah lebih jauh untuk mendapatkan kamu"
lanjut Ahem lagi kemudian.
"karena aku sejak awal sudah tahu ada celah besar untuk tempatku masuk diantara hubungan kalian"
__ADS_1
saat Ahem mengatakan hal tersebut seketika membuat Hayat cukup terkejut.