Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Tipu muslihat


__ADS_3

Disisi lain


Pesta ulang tahun pinggir kolam xxxxxxx


Indonesia


Sekumpulan para gadis terlihat bersenang-senang di pesta pinggir kolam untuk merayakan ulang tahun salah satu dari anggota keluarga konglomerat di Indonesia, sesekali terdengar canda tawa yang memecah keadaan.



Hayat terlihat berbincang-bincang dengan seorang gadis ber hijab disamping kanan nya dan dua gadis tanpa hijab di sisi kirinya untuk waktu yang cukup lama, bahkan satu gadis terlihat mulai menyesap minuman dingin yang ada dihadapan mereka.


"Oke trend sekarang merayakan pesta ulang tahun saat usia mu 23 tahun, kita tidak harus merayakan nya di usia 17 tahun"


Hayat terus berceloteh sembari tangannya tidak berhenti meraih cemilan yang ada di hadapannya


"Oh come baby, kau tahu kita sudah melewati masa 17 tahun, kita sudah merayakan semua nya"


Satu di antara mereka terlihat protes.


Mendengar suara protes salah satu teman nya membuat gadis tersebut terkekeh kecil.


"Dia seperti nya lupa jika kita pernah merayakan pesta ulang tahun semua orang"


Gadis berhijab terlihat ikut terkekeh.


"Oh ayolah Ayana, berikan pembelaan untuk ku"


Mendengar ocehan Hayat, gadis bernama Ayana ikut tertawa kecil, dia terlihat mencoba meraih minuman kaleng rasa lechy yang ada dihadapan nya.


"Oke aku serius, ini pesta terbaik yang aku suka untuk hadiri, tidak ada laki-laki dan ini membuat ku bergerak bebas dalam melakukan apapun selama Pesta berlangsung"

__ADS_1


Gadis itu bicara Sembari menarik lega Nafas nya, dia pikir tiap kali teman-teman mereka merayakan ulangtahun dan membiarkan laki-laki masuk di antara mereka, itu sangat mengganggu dirinya.


Dia hanya kurang suka berkumpul dengan para laki-laki yang membuat risih mereka, baginya para laki-laki terkadang terlalu rese dan terkadang berlaku sedikit kurang sopan.


"Well aku setuju dengan ucapan mu, ini pesta terbaik yang pernah terjadi dalam beberapa tahun belakangan, aku pikir Melinda benar-benar berhasil mengundang seluruh teman sekolah SMP dan SMA tanpa melibatkan laki-laki di antara kita"


Ayana bicara cepat sambil mulai meminum minuman yang ada di tangan nya.


"He em"


Hayat dan seorang teman nya mengangguk kan cepat kepalanya.


"Ayana"


"Hmm?"


"Bukankah kamu berjanji akan memberikan kalung milik mu pada ku? kata nya ini akan jadi hadiah untuk ku saat seseorang melamar mu? dan aku pikir ini sudah waktunya"


"Aku pikir ingatan nya sangat bagus soal barang yang bagus"


"Apa?"


dua teman nya mengerutkan kening Mereka.


"Dilamar? siapa? Ayana? oh god siapa yang melamar ? hayat ceritakan pada kami"


Kehebohan jelas terjadi saat mereka mendengar salah satu dari mereka akan menikah secepatnya.


"Aku dengar itu putra kedua Hillatop, apa aku salah dengar?"


Hayat buru-buru bicara, dia melirik kearah Ayana.

__ADS_1


"Oh ayolah ini belum waktunya bercerita"


Ayana mencoba untuk mengelak,dia mulai melepaskan kalung di leher nya, kemudian mencoba menggunakan nya keleher Hayat.


"Aku akan coba memasangkan nya"


Seorang gadis tiba-tiba datang mendekati mereka.


Ke empat gadis itu menoleh bersamaan.


"Aku senang mendengar nya, demi apapun, kata nya itu adalah Gao Han Hillatop? putra ke dua dari penerus Hillatop?"


Gadis itu meminta kalung yang ada di tangan Ayana, dia bergerak mendekati Hayat dan perlahan mencoba memakaikan kalung tersebut ke leher hayat.


"Aiyaaaa gosip nya benar-benar tersebar dengan cepat"


"Oh god penerus Hillatop? aku pikir mereka berlomba-lomba berusaha untuk mendapatkan salah satu dari ke tiga putra nya? Gao, Ahem dan Zoe?"


mereka mulai bergosip, membicarakan keberuntungan salah satu dari mereka, Hayat terlihat tertawa bahagia, dia pikir itu artinya sahabat baik nya memiliki keberuntungan yang luar biasa.


Ditengah obrolan yang terjadi tiba-tiba sang pembawa acara mengejutkan mereka.


Meminta mereka berkumpul ke depan panggung dan mereka sepertinya akan berpesta hari ini dengan cara yang sangat luar biasa.


"Yakkkk berhentilah melakukan aksi rumpi, kemari dan berpesta dengan kami"


Dari ujung sana seorang gadis meneriaki mereka, secepat kilat mereka mendekat sambil terkekeh geli, suara tawa dan candaan terdengar dari segala penjuru, namun tanpa disadari di tempat duduk mereka semula, tangan seorang perempuan memungut dan menggenggam sebuah kalung ditangan nya.


"I got you"


Ucap perempuan tersebut sembari menaikkan ujung bibirnya.

__ADS_1


__ADS_2