Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Pelajaran menyesatkan


__ADS_3

Mansion utama Ayana Abimanyu


Kamar Ayana


bayangkan bagaimana kesiruan terjadi saat Hayat dan Ayana bertemu, dua sahabat baik terlihat begitu serius bicara dikamar soal pernikahan dan malam pertama.


Mereka membaringkan tubuh mereka di atas kasur mendominasi berwarna putih, Hayat sibuk membuka laman google di laptop nya, sedangkan Ayana tampak sibuk melepaskan hijabnya.


"Aiyooooo apakah malam pertama begitu mengerikan?"


tiba-tiba saja Hayat mulai mengeluarkan suaranya, di mana bola matanya masih sibuk menetap ke arah layar laptop yang ada di hadapannya.


"Banyak mitos yang mengatakan hubungan intim untuk pertama kalinya terasa menyakitkan bagi wanita, Seperti akan dimasuki rudal sebesar kepalan tangan ku, Ckckckck aku baru tahu kalau milik laki-laki bisa sebesar kepalan tangan"


entahlah kenapa tiba-tiba hayat langsung berputar dan teringat pada sosok seorang laki-laki.


Besar.... telapak tangan..... panjang....


seketika Hayat menatap telapak tangan kanan nya, dia pikir dia pernah menyentuh milik laki-laki tersebut.


apa benar sebesar telapak tangan?.


batin nya pelan.


Aihhhh.


Hayat buru-buru menggelengkan kepalanya.


apa yang aku pikirkan? Brrhhhhh.


Gadis tersebut seketika merinding.


"Aku pernah menyentuh nya"


guman Hayat.


"hah?"


Ayana terlihat terbelalak kaget, entah dia mendengarkan gumaman hayat atau tidak yang jelas gadis tersebut langsung.


"Bisa mengembang sebesar itu?"


Ayana mengerutkan keningnya.


hayat mengangguk-anggukkan kepalanya.


"hmm bisa jadi, kan katanya seperti dimasukkan rudal? bukankah rudal sangat besar?"


Dia menoleh kearah atas, membiarkan kepala bola mata nya menatap kearah langit-langit kamar.


Rudal jelas sangat besar.


"memang kamu pernah merasakan nya?"


Kali ini Ayana bertanya sedikit polos, dia terlihat serius.


Hayat cengar-cengir kuda, menggelengkan kepalanya dengan cepat.


"belum sih"


dia menggaruk kepala nya yang tidak gatal

__ADS_1


Ayana mencibir.


"ishhh, Hayat rudal itu terlalu besar, Seperti rudal perangnya USA atau milik Jepang? bahkan ukurannya mungkin lebih besar dari tubuhku, jangan mengada-ada"


oceh Ayana.


"kalau begitu aku akan protes dengan orang yang membuat laman situs ini, rudal itu lebih besar dari tubuh ku, jangan mengada-ada"


ucap hayat sambil mengetik dan bergumam


"Kau benar-benar mengirim komentarnya?"


Ayana menganga


"Lalu? masa harus cari nomor telpon nya terus mengobrol langsung?"


jawab Hayat tidak kalah polosnya.


"Ah tapi boleh juga, bisa langsung menjurus pada phone sekk..sss dan menanyakan kondisi dan toleransi serta realita nya"


"Hayatttt"


Ayana langsung mengoceh sembari meninggikan suaranya


lagi-lagi Hayat terkekeh.


"Lihat kata Mbah Google Mereka bilang Kenali Seluk Beluk Tubuh Sendiri"


kembali Hayat bicara dengan antusias.


"Salah satu penyebab malam pertama bisa terasa menyakitkan karena biasanya wanita sulit terangsang. Karena itu, kamu perlu mengetahui seluk beluk tubuh sendiri dan menemukan titik-titik rangsangan yang dapat memberi kenikmatan tertinggi. Bimbinglah pasangan untuk merangsang titik- titik tersebut, sehingga proses penetrasi dapat berjalan mulus dan tidak menyakitkan"


Hayat terus membaca apa yang ada di Mbah Google nya.


Ayana coba bertanya-tanya


"Sebentar"


Hayat langsung duduk dari posisi berguling nya, mendekati Ayana, kemudian tangannya mencoba menyentuh jidad, mata pipi, leher, bahkan hingga ke dada Ayana.


"Yakkkk hayattt"


Hayat terkekeh lagi.


"Aku sedang mencari titik rangsangan nya Ayana"


"Tapi tidak mesti pegang-pegang juga"


"Kalau tidak pegang bagaimana caranya tahu? masa cuma harus ditatap atau dipelototi?"


protesnya.


"Tapi kan nggak begitu juga prosedur nya babang ih"


"Kau ini cerewet sekali, ok lihat yang berikut nya Sediakan Pelumas"


kedua gadis itu saling terkejut dan melotot.


"Hahhhh?"


Hayat meletakkan kedua tangannya ke kedua pipinya, ekspresi terkejut nya terlihat begitu imut.

__ADS_1


"Pelumas?"


Ayana bertanya bingung.


"Mungkin maksud nya oli mobil seperti itu?"


Hayat bicara terlalu polos sembari otaknya terus berusaha untuk berfikir.


"Merk apa? Repsol? delvac? Mitsubitshi? TMO?"


hayat mencoba menebak-nebak, menyebutkan satu persatu merk oli mobil yang dia ketahui.


"Lalu apa hubungannya dengan malam pertama?"


Ayana terlihat protes, dia pikir sangat aneh sekali ketika oli mobil harus jadi salah satu bahan dalam malam pertama.


"hmmm mungkin maksud nya disiram ke seluruh tubuh suami begini?"


gadis itu mencoba mengekspresikannya, pura-pura menyiram oli mobil di sekujur tubuhnya.


seketika Ayana membayangkan nya.


"Iuuhh bukankah itu menjijikkan? licin dan bauuu"


ekspresi lucu hadir di wajah Ayana.


"akkhhh ajaran Mbah Google mu tidak ada yang masuk akal, lupakan saja"


dia pada akhirnya menghempaskan tubuhnya ke atas kasur.


"kenapa Mbah Google selalu memberikan pelajaran yang sangat sulit untuk dimengerti? manusia awam seperti kita jelas tidak begitu paham maksudnya"


Ayana mulai mengeluh, dia melirik kearah Hayat.


"aku juga tidak begitu paham karena itu Mari kita mencobanya"


mendengar jawaban Hayat seketika membuat Ayana menaikkan ujung alisnya.


"apa kau akan mencobanya dengan Lucas?"


saat sahabat baiknya bertanya soal Lucas, seketika Hayat terkejut, dia jelas terdiam untuk beberapa waktu. di beberapa detik berikutnya Hayat kemudian langsung berkata.


"kau sudah tahu?"


gadis itu baru menyadari jika sahabatnya tahu dia akan menikah.


"ya seseorang memberitahukannya padaku"


ketika sahabatnya berkata seperti itu jelas saja membuat ayah semakin mengerutkan keningnya, seingat dia yang tahu dia akan menikah hanya Karla.


"Apa Karla memberitahukan nya pada mu?"


Ayana menggelengkan kepalanya.


"dia tidak pernah mengatakannya padaku, seseorang yang mengatakannya padaku"


"aku belum pernah menceritakannya pada siapapun, apa itu Lucas sendiri?"


hal itu semakin membuat Hayat mengerutkan keningnya dia pikir ini siapa lagi yang tahu dirinya akan menikah saat ini.


Alih-alih menjawab Ayana malah mengembangkan senyumannya.

__ADS_1


"pikirkanlah kembali, karena ada orang lain yang kau tunggu bukan selama ini? Lucas jelas bukan dia, laki-laki impian mu di masa lalu"


__ADS_2