Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Dalam janji suci


__ADS_3

Hayat memeluk laki-laki yang ada dihadapan nya tersebut, menatap kakak laki-laki nya dengan perasaan berbunga-bunga.


"Aku pikir kakak tidak akan datang?"


"Lalu siapa ya menjadi wali nya?"


Laki-laki tampan tersebut Bertanya sambil mengulum senyuman nya, menyentuh lembut kedua belah pipi adik nya setelah mereka saling melepaskan.


"Kamu benar-benar sudah dewasa hmmm?"


Laki-laki tersebut bicara sambil mencium lembut puncak kepala Hayat.


Gadis tersebut memilih diam tidak membalas ucapan kakak nya.


"Gugup?"


Seolah-olah tahu apa yang dirasakan oleh adik perempuannya laki-laki itu bertanya dengan cepat, Nyonya Nadya terlihat mengembangkan senyuman nya, membiarkan kakak dan adik itu bicara dengan cara mereka, dia bergerak menjauh, mencoba untuk menghubungi seseorang.


Hayat menganggukkan kepalanya.


"Itu biasa, Kakak ipar mu juga seperti itu kemarin bukan?"


Ucap laki-laki tersebut cepat.


Hayat mengembang kan senyuman nya, dia meremas telapak tangan nya untuk beberapa waktu sambil menganggukkan kepalanya setuju.


dia ingat bagaimana kakaknya dan kakak iparnya menikah saat itu, kakak ipar yang berkata dia begitu gugup bahkan tubuhnya dingin dan bingung harus melakukan apa, buruan kali dia berkata kakinya gemetaran dan sulit berdiri atau bahkan berjalan menuju ke depan di mana saat itu kakak laki-lakinya telah menunggu dengan pakaian jas rapi juga wajah tampan mendominasi persis seperti pagi ini.


laki-laki di hadapannya adalah satu-satunya saudara yang dia miliki, yang selalu mendukungnya dan mensupportnya dalam banyak hal, meskipun terpisah jauh dan jarang bertemu sejak kakak laki-lakinya telah memiliki keluarga, tapi kasih sayang laki-laki tersebut tidak pernah luntur dan bahkan tidak pernah berkurang sedikitpun hingga hari ini.

__ADS_1


"yah kakak ipar juga seperti hari ini kala itu"


Hayat menjawab dengan cepat sembari mencoba untuk menarik dan menghembuskan nafasnya secara perlahan.


"kakak Harap kamu bahagia dengan pilihan kamu hmmm"


ucap laki-laki itu lagi sambil mengelus lembut pipi kiri Hayat.


kemudian laki-laki tersebut mulai menaikkan tangannya lantas dia berbisik ke arah Hayat.


"ini sudah waktunya"


ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyumannya.


Nyonya Nadya langsung bergerak mendekati mereka berdua setelah meyakini diri jika kedua saudara tersebut telah selesai dengan percakapan mereka.


wanita paruh bayar lebih itu bertanya sambil menata bergantian kedua kakak beradik itu.


Hayat langsung menganggukkan kepalanya dengan penuh keyakinan.


"Mari kita pergi sekarang juga"


Nyonya Nadya berkata dengan cepat lantas membawa kedua orang itu untuk keluar dari sana.


*******


Gedung xxxxxxx


Pusat kota.

__ADS_1



Ahem melebarkan senyuman nya menatap kearah Hayat yang berjalan mendekati dirinya bersamaan dengan kakak laki-laki gadis tersebut, jangan ditanya bagaimana perasaan laki-laki itu saat ini, begitu berdebar-debar bahkan dia merasa jantungnya berdetak entah berapa puluh kali lipat daripada detakan normalnya.


rasanya tidak percaya mereka telah sampai pada saat ini, meskipun dia bahagia pada akhirnya hari ini akan menjadi hari sakral di antara mereka, namun dia tahu perjuangan mereka baru saja akan dimulai untuk meyakinkan dua laki-laki dari masing-masing keluarga untuk menerima hubungan mereka berdua.


ini tidak akan mudah dan dia tahu akan ada perjalanan panjang dan juga perjuangan panjang yang harus dia lakukan untuk bisa terus bersatu dan membuat dua permasalahan keluarga di masa lalu yang terpecah kembali saling merangkul dan melupakan tentang masa lalu.


bola mata laki-laki tersebut terus menetapkan arah Hayat sejak tadi, telapak tangan kanannya secara perlahan meraih telapak tangan Hayat, di mana di dalam gedung tersebut telah terdengar suara sang pembawa acara yang mengatakan pernikahan mereka sudah akan dilaksanakan dengan segera.


Kakak Hayat memberikan telapak tangan adik nya pada Ahem, dimana Ahem secara perlahan mengulurkan tangannya dan mengambil telapak tangan berukuran kecil tersebut.


mereka berjalan perlahan menuju ke arah depan bergerak mendekati semua orang yang telah menunggu kehadiran mereka sejak tadi, begitu mereka masuk ke dalam ruangan tersebut seketika seluruh pasang mata menatap ke arah mereka, di mana kedua orang tersebut berjalan perlahan menuju ke arah depan dan bersiap untuk mengucapkan janji suci bersama.


perjalanan panjang di mana mereka pernah bertemu di masa lalu kemudian terpisah lantas perjalanan panjang Ahem juga yang mencari Hayat hingga ribuan hari pada akhirnya sampai pada hari ini, satu kebahagiaan jelas menghiasi diri mereka di mana mereka telah bersiap dengan sumpah janji setia untuk sehidup dan semati.


jangan ditanya bagaimana berdebar-debarnya hati Hayat, apalagi ketika laki-laki tersebut mengucapkan janji suci atas pernikahan mereka kemudian menyematkan cincin indah di jari manisnya.



bola mata nyonya Nadya terlihat berkaca-kaca, dia menangis meneteskan air matanya diikuti oleh kakak Hayat yang mencoba mendongakkan kepalanya agar tidak mengeluarkan air matanya.


mommy Bii hanya bisa melihat dan menatap dan layak handphone miliknya, di seberang sana menangis tanpa berani mengeluarkan suaranya.


******


Semoga bahagia dan dimudahkan segala perihal perjalanan cinta kalian, semoga dua keluarga satu hari bisa menyatu karena hubungan cinta dari dua orang dengan nama keluarga yang berbeda.


Bii

__ADS_1


__ADS_2