Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Menanggapi nya berlebihan


__ADS_3

Club malam xxxxxxx


lantai 2


lewat tengah malam


Ahem menggerutkan keningnya saat dia masuk kedalam ruangan dimana Mr. Wuu berada, dia menatap sosok seorang perempuan yang kini duduk di salah satu bagian kursi sofa mendominasi berwarna merah.


Ahem pikir kenapa ada Kalina disini?.


"Sayang..."


Kalina seketika mengembang kan senyuman nya, mendekati Ahem dan berusaha untuk mencium pipi laki-laki tersebut dan memeluknya, alih-alih bisa melakukan hal tersebut Ahem buru-buru memundurkan langkahnya, mencoba menghindar dari Kalina.


"berhentilah menurunkan harga dirimu di depan banyak orang, Kalina"


Ahem berusaha untuk mengingatkan Perempuan dihadapan nya tersebut.


Mendengar apa yang diucapkan oleh Ahem, seketika membuat perempuan tersebut langsung mengeluarkan ekspresi wajah masam nya, Kalina mengurung kan tindakan nya, langsung memasang sedikit jarak kemudian berkata.


"Kau selalu bersikap dingin pada ku"

__ADS_1


Ucap Kalina cepat.


"aku melakukan nya karena tidak ingin membuat mu terlalu banyak berharap"


Setelah berkata begitu akhirnya langsung membuang pandangannya lantas dia bergerak mendekati tuan Wuu kemudian saling bersalaman antara satu dengan yang lainnya.


"kau mengenal Kalina?"


Tuan Wuu tiba-tiba bertanya ke arah dirinya hal tersebut jelas membuat Ahem menaikkan ujung alis nya.


"dia adalah keponakan ku, Daddy nya adalah saudara dari istri Ku"


jawab tuan Wuu cepat.


"Aku cukup terkejut mendengar nya"


Ucap Ahem lantas dia langsung duduk di salah satu kursi sofa yang ada di hadapan mereka dimana tuan Wuu sudah lebih dulu duduk dihadapan nya.


"karena selama ini aku pikir Paman Ken belum pernah menceritakan soal silsilah keluarga ya terhubung langsung dengan keluarga orang Asia bermata sipit"


mendengar ucapan ahem membuat tuan Wuu mengembangkan senyumannya.

__ADS_1


"aku dengar Ken dan ayahmu pernah membuat kesepakatan pertunangan untuk kalian berdua"


laki-laki tersebut menyinggung soal akhir dan kalimat di masa lalu, selalu sengaja membuka kisah masa lalu di antara mereka dan mencoba untuk memancing bagaimana perasaan Ahem saat ini.


"Daddy memang pernah membuat kesepakatan bersama Paman Ken, tapi aku tidak pernah menyetujui kesepakatan tersebut hingga akhirnya pertunangan kami dibatalkan"


"kenapa seperti itu?"


"Anda tahu? terkadang perasaan tidak bisa dipaksakan, aku hanya menganggap Kalina persis seperti adikku sendiri, karena dia sering mondar-mander ke keluarga Hillatop bersama putri Untie shaikha, tapi sepertinya Kalina sedikit berlebihan menganggap kebaikan ku pada nya dulu"


Ahem laki-laki yang suka bertele-tele atau berputar-putar dalam menjelaskan sesuatu, dia lebih suka menjelaskan segala sesuatu langsung pada intinya, dia ingin Kalina tahu bahwasanya dia tidak pernah menganggap Kalina lebih daripada sekedar seorang adik, tapi sayangnya perempuan tersebut menanggapinya terlalu berlebihan selama ini.


"mungkin perasaan perempuan dan laki-laki yang cukup berbeda, setiap hari laki-laki memberikan perhatian terkadang perempuan berpikir laki-laki itu menyukainya padahal ada beberapa tipe laki-laki yang hanya berusaha untuk peduli pada mereka karena mereka adalah teman baik adik mereka, cukup berbeda dengan laki-laki, mereka tidak pernah menggunakan perasaan mereka saat seseorang memperhatikan mereka, yang mereka gunakan adalah logika"


lanjut laki-laki tersebut lagi sembari menentang tuan Wuu yang ada di hadapannya.


mendengar ucapan Ahem seketika laki-laki yang ada di hadapan ahem tersebut tampak terdiam, dia mencoba untuk melirik ke arah Kalina sejenak, namun seorang perempuan tiba-tiba memberikan minuman ke arah Ahem dimana yang laki-laki tersebut tahu perempuan tersebut adalah Asisten nya Kalina.


kemudian seorang perempuan lainnya menuangkan minuman untuk tuan Wuu secara perlahan, sedangkan Ahem tiba-tiba menoleh ke arah sisi kanannya ketika teman laki-laki ayam mengajaknya untuk bicara sambil memintanya untuk bersulang saat ini juga.


Ahem langsung menarik gelas minuman nya, menerima sulangan yang di ajukan, dimana bola mata Kalina terlihat menatap dalam Kearah Ahem ya mulai menyesap minumannya secara perlahan

__ADS_1


seulas senyuman licik terlihat mengembang dibalik bibir perempuan tersebut.


__ADS_2