
Hayat terlihat menggerutu kesal saat dia bergerak bersama Karla menjauhi Benard, dia pikir bagaimana bisa ada laki-laki kurang ajar seperti Ben yang tidak bisa menghargai perempuan sama sekali di dunia ini.
"dia benar-benar sangat menyebalkan sekali"
Oceh Hayat dengan perasaan kesal.
Karla menganggukan kepalanya dengan cepat menyetujui ucapan dari sahabatnya, dia juga berpikir jika Ben memang sangat tidak sopan.
Pada akhirnya mereka memilih untuk tidak terlalu dekat dengan laki-laki tersebut, dari pada harus meladeni laki-laki gila tersebut.
Begitu malam puncak acara dimulai bayangkan bagaimana meriahnya acara berlangsung, hiruk pikun suara nyanyian dan juga berbagai macam suara musik saling bersahutan dengan suara-suara semua orang yang ada di ruangan tersebut menambah suasana menjadi semakin pecah tak terkendali.
Keceriaan, canda tawa dan berbagai macam kebahagiaan melebur menjadi satu, bahkan dibalik sebuah pesta besar yang menggelegar minuman tidak pernah tidak ada untuk menemani orang-orang.
"Aku tidak kuat minum"
Karla berkali-kali menolak ketika para teman-temannya memaksanya untuk minum, satu dua gelas dia masih kuat lebih dari itu dia sudah tidak mampu lagi, karena Hayat tahu Karla tidak mungkin menghabiskan minumannya seketika gadis tersebut langsung menyambar beberapa gelas yang diberikan kepada Karla.
"Hayat...no...jika kamu mabuk, kamu suka bersikap di luar jalur"
__ADS_1
Gadis itu Protes, dia bertanya sembari mencoba menyentuh ujung keningnya, Karla yakin dia seperti nya mulai mabuk.
"Bukankah ada Lucas? atau bahkan aku bisa minta tolong Teman-teman perempuan kita untuk mengantar ku"
Gadis itu menjawab dengan cepat, menghabiskan minuman ditangan nya dengan cepat ketika orang-orang bersorak Sorai meminta dia menghabiskan 2 gelas minuman terakhir.
Karla ingin kembali protes tapi dia pikir perutnya tiba-tiba menjadi mual, gadis itu berusaha untuk berbalik dan berlarian mencari toilet.
Oh shi..t.
Dia pikir dia mulai tidak bisa mengendalikan tubuh nya dari efek minuman yang dia teguk tadi 2 gelas benar-benar menyiksa dirinya.
Hayat yang melihat Karla melesat pergi menuju kebelakang langsung bisa menebak nya, gadis itu mulai mabuk dan memuntahkan minuman nya.
Dia pikir akan menyusul, tapi begitu bola matanya menangkap Lucas, gadis tersebut langsung mengembangkan senyuman nya.
Yang dipanggil cukup terkejut, langsung menolehkan dan menatap cukup terkejut kondisi sempoyongan Hayat.
"Kau mabuk?"
Dia bertanya tidak suka, Lucas selalu memilih jalur aman dalam hidupnya, minuman adalah benda paling beresiko besar bagi nya.
Mendapat pertanyaan Lucas, Hayat tertawa kecil.
"Ada yang lebih parah dari Ku, kejar Karla di kamar mandi, aku khawatir ada yang bertindak tidak naik pada nya, dia mabuk"
Ucap Hayat ditengah sisa kesadaran nya, dia tahu dia juga mulai mabuk, tapi dia cukup mengkhawatirkan Karla dan dia tahu orang yang paling tepat menjaga Karla adalah Lucas.
"Uncle Patrik bisa membunuh mu jika sesuatu yang buruk terjadi pada Karla"
__ADS_1
Hayat menyebutkan nama ayah Karla dengan cepat, dia tahu laki-laki itu selalu berkata jaga putrinya sebaik mungkin dan biarkan Lukas mengurusnya jika sesuatu yang genting terjadi.
Semua orang mempercayai Karla pada sepupu gadis itu, Karena itu tidak pernah terlintas sedikitpun keraguan akan hubungan dua anak manusia yang terlihat seperti kakak dan adik itu.
mendengar nama paman nya disebutkan, juga saat Hayat berkata Karla ada yang di belakang, seketika jutaan kekhawatiran menghantam laki-laki tersebut, dia bergerak dengan cepat meninggalkan Hayat seorang diri.
seolah senyuman mengembang di balik bibir gadis itu, bola matahari menampilkan 1 kilat yang menandakan satu kepuasan tersendiri saat dia meminta Lukas menyusul Karla dan membawa gadis itu pulang dengan cepat.
Hayat berjalan sedikit sempoyongan ke Arah berbeda, dia pikir harus segera keluar dari ruangan tersebut, dia harus menuruni elevator dan Bergerak pulang menggunakan taxi mengingat hari sudah jelas terlalu tinggi menjelang pagi dan dia butuh istirahat secepat nya saat ini. Taxi menjadi pilihan terakhirnya karena tidak ada yang mengantarnya dan lagi motornya tidak tahu ada di mana.
Laki-laki itu menahan nya dimana?!.
sepintas Hayat bergumam di dalam hatinya Sembari dia mencoba memijat-mijat kepalanya saat dia baru masuk ke dalam kamar elevator.
satu detik,
Dua detik,
Tiga detik,
Tiba-tiba saja tubuh gadis tersebut ditarik oleh seseorang ditengah rasa pusing yang menderanya.
"Apa kabar mu baby?"
Sebuah suara tidak asing mengejutkan Hayat, dia mendongakkan kepala dengan cepat.
"Sammy?"
__ADS_1