Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Sedikit membuat nya aneh


__ADS_3

Apakah dia harus tertawa terbahak-bahak atas apa yang dikirim oleh Hayat?!.


gadis itu mengubah penampilan nya, membuat dirinya Seolah-olah memang memiliki kembaran yang super dan Sesuatu.


Ahem seketika memijat-mijat kepalanya sembari Mencoba menahan tawanya, takut jika-jika dia dianggap gila Karena tertawa sendirian tanpa Sebab, sembari mengulum senyumannya Ahem membalas pesan gadis tersebut.


Aku menunggu di sini.


Entah berapa lama dia telah menunggu gadis itu sejak tadi, bola matanya sesekali melirik ke arah bagian depan, sedikit berdebar-debar menanti kehadiran gadis tersebut. Sembari laki-laki itu berpikir semua akan berjalan sesuai kemauannya.


Hingga akhirnya selang beberapa waktu bisa dilihat sebuah mobil masuk ke area parkiran restoran tersebut, saat seseorang keluar dari mobil mendominasi berwarna putih itu, bisa dia lihat sosok Hayat keluar dari sana secara perlahan sembari menenteng Paper bag yang bisa ahem tebak isi nya pasti sesuatu yang akan digunakan gadis tersebut untuk mengerjai nya.


laki-laki tersebut mengulum senyumannya, dia berdiri dari posisi duduknya lantas Mencoba melangkah menuju kearah depan di mana bisa dia lihat Hayat kini tengah berjalan perlahan dari arah mobil tersebut menuju ke arah pintu masuk restoran di mana dia berada kini.


bola mata laki-laki itu tidak lepas dari tatapannya pada sosok gadis itu yang terus berjalan melewati pintu masuk, senyum Hayat Tampak merekah, seolah-olah gadis tersebut telah melihat kehadiran akhir yang berjalan melangkah mendekati dirinya.

__ADS_1


begitu mereka sudah saling berhadapan Ahem tampak mengulurkan tangannya, menunggu Hayat membalas sembari dia pikir ingin menggoda Hayat dan bertanya soal sang kembarannya, tapi tiba-tiba saja tanpa basa-basi Hayat bergerak merapatkan tubuhnya dan mencium pipi kirinya dengan refleks.


"Tuan apakah sudah lama menunggu? maafkan aku karena sedikit terlambat"


Hal tersebut spontan membuat Ahem sedikit membeku, laki-laki itu tampak sedikit bingung dan mematung untuk beberapa waktu.


"Apakah kita akan langsung mendapat kan makan malam nya? hmmm aku pikir kembaran ku akan menyusul, dia bilang dia sakit perut, aku pikir dia mengalami problematika pada bagian perut nya"


Dan saat gadis tersebut berkata begitu, sebenarnya Hayat terlihat sedikit cemas dengan keadaan, dia harus menggunakan jurus-jurus jitu untuk bisa mengecoh laki-laki dihadapan nya itu.


Sakit perut merupakan alasan paling logis untuk seseorang kesulitan berkumpul bersama orang lain.


Ucap gadis tersebut didalam hatinya.


Bola matanya menatap disekeliling restoran tersebut, berharap jangan sampai ada yang mengenali dirinya, jika tidak mati sudah dia karena sandiwara nya, bayangkan saat orang-orang menyakini diri laki-laki dihadapan nya itu jika Hayat sama Sekali tidak terlahir kembar.

__ADS_1


Dia menghela berat nafasnya.


Ahem masih berusaha menetralisir keterkejutan nya, dia terlihat bengong sembari berkata.


"Kita akan naik ke lantai atas, kembaran mu bisa menyusul kita nanti"


Ucap laki-laki tersebut cepat sembari mencoba membawa langkah gadis dihadapannya itu, perasaan nya saat ini tidak baik saja, ciuman yang diberikan Hayat membuat Ahem sedikit kehilangan konsentrasi nya.


"Ahhh iya hahaha aku akan menelpon kembaran ku dan berkata agar dia menyusul kita ke lantai atas.


Gadis tersebut bicara dan terlihat sedikit gugup.


dia mencoba mengikuti langkah Ahem yang membawa nya menuju ke arah lantai atas.


sejenak Hayat agak terpaku dan membeku saat dia melihat restoran tersebut terlihat begitu sepi, gadis itu pikiran apakah restoran itu tidak ada yang mendatanginya?!.

__ADS_1


bukankah sangat aneh restoran sebesar itu bisa terlihat begitu sepi dan ah... entahlah.


Gadis itu mencoba menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


__ADS_2