
begitu hayat tiba di halaman rumah sakit xxxxxxx pusat kota, gadis tersebut secepat kilat mematikan mesin mobilnya dan keluar dari mobil miliknya itu dengan gerakan terburu-buru.
dia tidak tahu sebenarnya pamannya ada di kamar berapa dan kamar mana apakah juga berada di ruang UGD dan lain sebagainya, yang dia tahu dia harus bergerak cepat masuk ke dalam rumah sakit tersebut dan langsung berlarian menuju ke arah ruang UGD.
beberapa dokter dan perawan akan memberitahukan para keluarga pasien jika dia menanyakannya di sana, karena itu tujuan utama hayat adalah menuju ruang UGD.
tanpa berpikir dua tiga kali gadis tersebut berlarian ke arah depannya, bergerak dengan tergesa-gesa dimana heelsnya saling beradu dengan lantai rumah sakit hingga menimbulkan suara berisik di area sekitarnya.
itu menjadi hal yang lumrah dan lazim di setiap area rumah sakit ketika orang-orang akan berlarian dengan panik mendapati anggota keluarganya berada di sana.
bola mata gadis tersebut terus menelisik di mana bagian ruang unit gawat darurat yang ada di rumah sakit tersebut, mengingat dia bukanlah pengunjung yang pernah datang ke sana atau bahkan dia pernah sakit dan dirawat di sana jadi dia cukup kesulitan untuk mencari ruang UGD dan mengandalkan papan keterangan yang tampil di bagian atas kepala setiap kali para pengunjung lewat.
begitu mendapatkan arahan dari papan yang ada di atas kepalanya yang membuat keterangan jika ruang UGD ada di bagian, gadis itu buru-buru langsung berbelok dan bergerak mendekati ruangan yang dia tuju.
begitu dia hampir mencapai pintu ruang UGD tidak lagi dia memperhatikan baik di sisi kiri kanan atau belakangnya, dia mencoba untuk mencari sosok dokter atau perawan yang menggunakan pakaian rumah sakit tersebut dengan cepat.
"maaf Bu, apakah ada pasien yang bernama Murat Azzur?"
dia bertanya dengan cepat pada seorang perempuan yang ada di hadapannya, sembari bola matanya menatap panik dan juga perasaannya diliputi rasa kegelisahan yang mendalam.
__ADS_1
"Pasien masih berada di dalam ruangan dan gawat darurat, Anda bisa menunggunya di kursi tunggu, nona"
mendengar jawaban dari perempuan di hadapannya tersebut cukup membuat Hayat terkejut.
"apakah itu parah?"
dia kembali bertanya dengan kekhawatiran yang meliputi hatinya.
"jangan khawatir soal apapun, semua baik-baik saja Nona"
Jawab perempuan itu lagi berusaha untuk mengembangkan senyumannya.
Hayat terlihat diam, dia pada akhirnya memilih untuk mundur ke arah belakang dan duduk di ruang tunggu di mana ternyata telah menunggu di bagian salah satu tiang ruang tunggu yang ada di belakangnya.
"Kak?"
laki-laki yang dipanggil kakak langsung memeluk balik tubuh saudara sepupunya itu.
"apa semua baik-baik saja?"
__ADS_1
dia kali ini bertanya pada murah karena tidak puas mendengar jawaban dari perawat tadi, melepaskan pelukannya sembari menatap dalam bola mata sepupunya.
"kakak tidak yakin, kita hanya bisa menunggu dan berdoa"
Hayat tidak melanjutkan pertanyaannya, seketika keheningan terjadi di antara mereka, gadis itu memilih untuk duduk sembari bola mata kirinya mencoba menetap ke arah sisi kiri.
namun di beberapa detik kemudian seketika bola mata Hayat membulat saat dia menyadari soal sesuatu, seseorang duduk di ujung sana dengan wajah yang tidak kalah khawatirnya dengan mereka.
Jawab Murat kemudian.
*****
Catatan \= Mak kenapa nama sepupu Hayat ga di ubah aja biar ga bingung?.
jawaban nya \= Kisah emak sama bapak Hayat dan paman Hayat rilis jauhhhh Satu tahun lebih dulu sebelum novel putri perawan milik Daddy di buat mak, karena itu sudah tidak mungkin lagi mengganti nama-nama pemeran di novel jadul zaman dulu.
Landless Sky ditulis pertama kali udah lama banget tapi di update ulang dan baru di update juga di kontrak masih di awal tahun 2021.
padahal inj novel ke 7 dari hampir 50 novel yang dibuat, dan ini novel Mak author masih belajar nulis banget mak, bahasa mungkin belum selugas sekarang.
__ADS_1
sebenarnya kisah Landless Sky mau Mak author kembangkan lagi hingga tuntas dari awal sampai akhir karena memang realitanya kisah ini banyak bikin readers masih pengen lihat kisah Zuu dan Bii dan fi anggap belum benar-benar tuntas, tapi Mak author masih belum punya waktu untuk merilis kembali karya ini mengingat banyak nya PR yang harus Mak author kerjakan 🙏🏻.