
Saat tuan Zuu berkata soal keseriusan nya, nyonya Bii kali ini benar-benar menghentikan kegiatan tangan nya, dia perlahan membasuh kedua tangan nya dalam kebisuan yang cukup lama.
Hingga pada akhirnya wanita tersebut kini bergerak mendekati suaminya yang tampak gelisah karena keadaan, dia tahu Zuu jauh lebih dekat dengan putri mereka ketimbang putra mereka, mungkin sifat alamiah seorang ayah yang memang jauh lebih mencintai anak perempuan mereka ketimbang anak laki-laki mereka, berbeda dengan seorang ibu yang memiliki insting dan kedekatan pada seluruh anak-anak mereka karena ibu yang mengandung, melahirkan dan memberikan asi eksklusif untuk mereka.
Nikmat luar biasa seorang ibu untuk seluruh anak-anak mereka.
Nyonya Bii akhirnya memilih duduk tepat dihadapan suaminya, menatap wajah tua yang terlihat begitu gelisah, dia secara perlahan menyentuh telapak tangan suaminya, menggenggam erat sambil menatap dalam bola mata tuan Zuu yang mulai menatap kearah diri nya.
"Sayang"
Wanita tersebut bicara, pelan dan halus, sangat hati-hati dan menampilkan wajah seriusnya.
"Mari bicara sedikit seeisu"
Lanjut wanita itu lagi.
Zuu kelas menaikkan ujung alisnya.
"Kamu ingat bagaimana kelahiran Hayat?"
Dia bertanya pada suami nya, mencoba mengenang bagaimana Hayat akan hadir menghiasi mereka.
Bii mengalami keguguran pada kehamilan pertama, stress berat karena tragedi masa lalu dalam balutan kisah permusuhan kekuarga, dimana dia sempat salah sangka jika Zuu yang membunuh ayah dan ibu nya juga kakak serta seluruh Anggota kekuarga nya.
Dia masuk dengan sengaja dalam keluarga Azzurra, menyusun strategi balas dendam dengan menjebak Zuu pada gelombang hasrat dimana Zuu dibuat dengan sengaja agar memperkosa nya.
Laki-laki tersebut bersalah, marah pada dirinya sendiri, menikahi Bii dalam gulungan rasa dosa dan bersalah yang menghantam dirinya, Bii sengaja mengikat Zuu atas dendam masa lalu, menyingkirkan siapapun yang terlibat pada pembunuhan seluruh anggota keluarga nya.
Tapi siapa sangka, dia salah menduga, menjebak laki-laki sombong yang tidak bersahabat namun sesungguhnya memiliki hati yang begitu lembut dan penuh luka.
Dia tidak pernah tahu, Zuu menyelamatkan ibu dan kakak perempuan nya, laki-laki tersebut mencari nya selama belasan tahun demi mendapati dirinya, berkubang pada dunia gelap dan kelam untuk meraih dirinya yang telah mengubah seluruh identitas nya.
Laki-laki tersebut berjuang untuk membersihkan nama baik keluarga nya tanpa pernah dia duga, hingga pada akhirnya laki-laki tersebut harus bertarung nyawa demi membuka tabir nyata dimasa lalu, mengorbankan dirinya dan hampir mati akibat luka tembak yang menerjang laki-laki tersebut dalam perjuangan membuka kejahatan seseorang yang memanfaatkan keadaan.
Bii hancur, kehilangan Zuu yang masuk pada masa kritis nya, kehamilan pertama membuat dia kehilangan buah hati nya.
Dia juga kehilangan jejak Zuu, dan satu-satunya tempat nya berharap untuk mencari keberadaan Zuu adalah All zigra, laki-laki yang pernah menjadi kakak angkatnya, keluarga Hillatop yang pernah menjadikan dia putri kesayangan mereka.
Tapi hubungan itu terputus saat Bii tidak mungkin memilih meninggalkan Zuu yang berjuang untuk dirinya, dia memilih zuu dan melepaskan status anak angkat dari keluarga Hillatop.
__ADS_1
Mereka berjuang pada kehamilan kedua yang tidak mudah, karena kondisi kesehatan Bii yang jelas tidak baik-baik saja.
Putra mereka bahkan kembali hampir meninggal karena keadaan.
Kehamilan nya pada Hayat kembali membuat Bii berjuang dalam keadaan yang tidak mudah, dan Nadya, istri All Zigra satu-satunya orang yang menyerahkan separuh diri nya untuk menyelamatkan Bii.
Hari itu mereka berjanji, jika Anak yang dikandung nya perempuan, Bii akan memberikan putri nya pada Nadya untuk salah satu putra Wanita tersebut.
Dan siapa sangka tuhan menjamah dan mengabulkan doa mereka, Hayat lahir memenuhi kehidupan mereka.
mendengar pertanyaan istrinya bagaimana kelahiran putri mereka, Zuu terlihat diam tidak mengeluarkan suaranya.
"Kak Nadya yang membantu ku dalam banyak perjuangan, di tiap aliran urat nadi ku, ada darah nya yang menyelamatkan diri ku dan Hayat kala itu, bahkan satu bagian dirinya tertanam dalam diriku"
Dia berusaha untuk mengingatkan suaminya.
Zuu diam, dia menatap bola mata istrinya sembari mengerutkan keningnya, bertanya-tanya apa yang ingin di ucapkan oleh istrinya.
"Aku ingat"
Ucap Zuu pelan, dia membiarkan telapak tangan istrinya menggenggam erat telapak tangan nya, mengelus nya lembut untuk beberapa waktu.
Istrinya bicara begitu pelan.
"tapi ada yang ingin aku bicarakan disana, dan ada yang ingin bertemu dengan kamu sejak lama, aku terus menundanya, takut waktu nya tidak tepat, tapi dia berusaha meyakinkan diri jika dia ingin bicara dengan mu karena takut menundanya"
Saat Bii berkata begitu, laki-laki tersebut kembali mengerutkan keningnya, tidak paham ucapan istrinya, karena apa yang diucapkan pertama tadi lantas apa yang diucapkan nya kali ini rasanya tidak sinkronisasi dan tidak memiliki titik temu sama sekali.
"Aku agak tidak mengerti"
Ucap Zuu pelan.
"Ada laki-laki muda yang ingin sekali bertemu dan bicara pada mu Zuu, dia baik, sebaik dirimu, dia begitu tulus, persis seperti kamu, dia setia juga sama seperti kamu, tidak gampang tertarik dengan siapapun dan sangat menghargai seorang perempuan"
Lagi Bii bicara, menatap dalam wajah suaminya.
Mendengar ucapan Bii, dia pikir sepertinya bisa menyimpulkan sedikit maksud dari istrinya.
"Seseorang jatuh cinta pada putri kita?"
__ADS_1
Tanya nya cepat.
Istrinya mengangguk kan kepalanya secara perlahan, berusaha mengembangkan senyuman terbaiknya.
"Dia benar-benar jatuh cinta pada Hayat kita"
Wanita tersebut berusaha menyakinkan suaminya.
Nyonya Bii tidak bisa menundanya lagi, Ahem berulang-ulang kali meminta agar mempertemukan mereka.
"Ma...aku tidak memungkin menunda untuk meminta restu, satu hari aku akan jadi seorang ayah, aku pasti akan terluka jika seseorang mengambil putri ku tanpa membicarakannya dengan baik pada ku"
Laki-laki tersebut terus menyakinkan diri,. meminta agar dipertemukan dengan mertuanya.
"Aku yakin papa Zuu tidak sekeras daddy All Zigra"
"Apakah Hayat mencintai laki-laki tersebut?"
Zuu bertanya dengan cepat.
"Sangat, dia sangat mencintai laki-laki tersebut melebihi kecintaan nya pada kita"
Jawan wanita tersebut kemudian.
Zuu terkekeh pelan.
"Aku kesal karena terlambat tahu, aku pikir dia mencintai Lucas?"
"Dia sama sekali tidak mencintai Lucas, dia mencintai laki-laki tersebut melebihi dirinya sendiri"
Zuu sejenak diam.
"Jika laki-laki itu baik dan berasal dari keluarga yang baik, aku rasa aku tidak memiliki alasan untuk menolak nya"
Ucap Zuu kemudian sambil mengembangkan senyuman nya, dia pikir dia bukan type ayah yang akan menghalau hubungan anak-anak mereka.
"Mari pergi ke Jakarta, mari bertemu dengan nya, jika cocok kita bisa menentukan tanggal pernikahan mereka"
Nyonya Bii diam, menatap bola mata suaminya dengan jutaan kekhawatiran, dia tahu Zuu tidak pernah menghalangi hubungan anak-anak mereka, tapi untuk kali ini dia tidak berani menebak nya.
__ADS_1