
Sejenak Hayat membuka bola matanya saat dia mendengar suara nyonya Alexander dari arah ujung ruangan.
"Hayat di rawat di kamar mana?"
Samar-samar memang tapi dia tahu betul jika itu adalah suara mama Lucas, sepertinya berita dia jatuh pingsan telah sampai ke mana-mana, bola mata gadis tersebut mencari sosok Ahem, tapi nyatanya dia tidak melihat laki-laki tersebut sama sekali di sana di dalam ruangannya.
Hayat melirik sejenak kearah jam yang ada di dinding di hadapannya dimana di dalam ruangan dia dirawat rupanya ada kak Murat nya, seperti nya Ahem sengaja pergi meninggalkan dirinya dan meminta kakak sepupu nya tersebut yang menjaganya sementara.
Masih pukul 4 pagi.
sejujurnya gadis tersebut masih ingin memejamkan bola matanya tapi suara nyonya Alexander seketika membuat nya tercekat, gadis tersebut tidak siap untuk melihat wanita tersebut saat ini, dia takut wanita tua itu akan bertanya soal di mana dia dan Ahem kepergok berpelukan, sepertinya dia belum siap untuk menjelaskan banyak hal pada wanita tersebut.
sebab dia tahu betul bagaimana sifat nyonya Alexander, tidak sebentar di mana wanita tersebut bahkan lebih dari setengah usianya, jadi saat wanita itu marah dia sudah tahu betul bagaimana wataknya, hayat jelas enggan menghadapi mama Lucas saat ini.
seperti orang yang bangun dari kematiannya secepat kilat Hayat langsung bangun dari posisi tidurnya dalam keadaan duduk, bola matanya memutar ke kiri dan ke kanan lantas ke arah depan, otot yang berfikir dengan cepat seolah-olah dia harus menemukan ide cemerlang sebelum wanita itu masuk ke dalam kamarnya.
sejenak gadis itu sedikit meejamkan bola matanya, sebenarnya tidak terpejam dengan sempurna karena dia masih berpikir sembari bola matanya melirik ke kiri dan ke kanan, dimana bisa dia dengar suaranya Alexander tanpa berbicara dengan seseorang di luar sana dan semakin mendekati ruangannya.
Kak Murat nya terlihat langsung bangun dari posisi tidurnya karena terkejut dengan suara nyonya Alexander diluar sana, masih berusaha untuk menetralisir rasa kantuknya laki-laki itu secara perlahan mengucek-ngucek bola matanya, dia kemudian mengerutkan ke dunia dan lirik ke arah pintu masuk.
__ADS_1
"Aishhh calon mama mertua mu benar-benar punya suara persis seperti Selena Dion, dengan oktaf tinggi tapi seperti Donal bebek, cerewet setengah mati"
Murat mulai mengoceh, cukup terganggu dengan suara wanita yang ada di depan sana, dia mengacak-acak rambut belakang nya kemudian menoleh kearah Hayat.
laki-laki itu seketika langsung mengedip-ngedipkan bola matanya untuk beberapa waktu kemudian dia berusaha untuk menetralisir detak jantungnya saat dia menyadari seorang sesuatu di mana kini hayan tahu-tahu sudah berdiri di dekat jendela rumah sakit yang tingginya dia lupa ada di lantai berapa.
Murat seketika langsung berdiri dari posisi duduknya dan nyaris lupa jika dia bangun tidur dengan kepala yang masih pusing.
"Oh my god, Hayat...apa yang kau lakukan?"
sumpah demi apapun gadis itu memanjat jendela dengan pakaian rumah sakit seolah-olah bersiap untuk bunuh diri dan murah seketika seperti orang gila saking paniknya.
Dia tercekat, berlarian kearah Hayat dan berusaha untuk meraih Gadis tersebut.
"Apa kau putus cinta?ingin bunuh diri? apa Lucas memutuskan mu?"
Dia benar-benar panik, tidak tahu harus melakukan apa.
"Aku sedang melarikan diri"
__ADS_1
Dan dikala murat gelagapan karena panik, Hayat dengan gampang nya menjawab seperti itu.
Bagaikan suara music π΅π΅π΅πΆπΆπΆ dengan lagi rock and roll Yang berubah jadi musik lawakan seketika laki-laki tersebut mematung sembari bertanya.
"Apa kau gila? yakkkk, yakkkkk"
dan ketika dia bertanya seperti itu demi apapun hanya benar-benar telah menghilang dari jendela ruangan di mana dia di rawat dan melarikan diri ke ruangan sebelah nya bak cat woman.
Tepat saat Hayat menghilang, Seketika..
Brakkkk.
Pintu kamar tersebut terbuka dengan cepat, hal tersebut sontak membuat Murat langsung berbalik.
"Dimana Hayat?"
nyonya Alexander bertanya dengan tidak sabaran.
Murat seketika membeku seperti patung es batu yang sepertinya tidak akan mencair dalam waktu dekat.
__ADS_1