Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Satu kesimpulan


__ADS_3

Masih di mansion utama keluarga Hillatop


sisi Utara pinggiran kota.


Zoe dan Freya terlihat duduk tepat dihadapan Ahem dan Gao, bisa dilihat freya sejak tadi memainkan kuku-kuku indah nya dengan perasaan gelisah, gadis itu terus menundukkan kepalanya sambil sesekali terisak didalam.


Dia bukan orang yang gampang menangis, meskipun cengeng dan manja pada Mommy nya, di luar dia merupakan sosok anak dan gadis dengan karakter yang keras dan pembangkang.


Dia tidak suka di abaikan atau di injak-injak, karakter bar-bar serta tidak takut nya jelas begitu di pahami oleh seluruh orang.


Tapi kali ini dia ciut hanya karena persoalan rumit dia mencintai kakak laki-laki nya sendiri, ah tidak sejak awal Zoe jelas bukan Kakak nya, dia berulang kali berkata Zoe bukan kakak nya.


Dunia tahu itu bahkan tuhan pun tahu itu.


Dan Freya menangis karena sudah jatuh cinta pada laki-laki itu hingga menyebabkan hubungan para kakak nya hari ini menjadi begitu rumit dan pelik.


Gao berusaha memijat kepalanya sejak tadi, laki-laki itu fikir sepertinya dia mendapatkan penyakit baru hari ini.


Dia mungkin terkena serangan darah tinggi mendadak yang tidak terduga.


Shi..t yang benar saja.


Umpat laki-laki itu kesal.


"Pulang ke Indonesia besok dan berhenti bermain-main dengan perasaan konyol kalian, terutama kamu...."


Gao bicara cepat ke arah Zoe kemudian jari tangan nya menunjuk ke arah Freya.


"Kita tidak bisa melakukan nya, kau lihat mereka tidur bersama? mereka bukan mahram Gao, mereka harus menikah secepatnya"


Ayana jelas keberatan.


Dia fikir bagaimana mungkin dua orang yang kedapatan tidur bersama mereka harus pura-pura untuk menutup mata dan telinga.


"Itu tidak mungkin"

__ADS_1


Ucap Gao sambil menatap dalam bola mata istri nya.


"Itu salah satu perbuatan dosa yang paling dibenci Allah, jika kita biarkan bukan kah akan menambah kan dosa kita? kita melihat dan tahu tapi pura-pura tidak tahu?!."


Ayana berusaha memberi kan penjelasan pada Gao, dia pikir bagaimana mungkin mereka tidak bertindak bijaksana dan terhadap pasangan itu.


"Tapi kami tidak melakukan nya"


Zoe berusaha untuk menjelaskan.


"Kalian berada di atas kasur yang sama tanpa busana, bagaimana kamu berfikir tidak melakukan nya?"


Hayat bicara cepat ke arah Zoe.


"Tapi kami tidak sejauh..."


"Nikahkan mereka".


Ahem tiba-tiba memotong ucapan Zoe.


Gao jelas marah, dia fikir bagaimana mereka bisa melakukan hal seperti itu.


Hubungan ini mau di bawa kemana, bagaimana jika daddy mereka mengetahui nya?.


Bahkan Daddy mereka sedang mengatur pernikahan untuk Zoe sejak beberapa waktu ini.


"Yah kita Saudara, tapi hanya didalam kertas silsilah keluarga, tapi dalam hubungan darah Zoe dan Freya jelas tidak memiliki ikatan apa-apa termasuk Zoe dengan kita"


Jawab Ahem pelan sambil menatap dalam wajah Gao, dia berusaha bersikap setenang mungkin, membiarkan semuanya mengalir apa ada nya, dia tidak suka membuat rumit sebuah persoalan hingga harus menyebabkan kekacauan.


Itu menjadi satu-satunya karakteristik yang di miliki Ahem setiap kali mendapatkan persoalan pelik di sekitar nya.


Tenang tapi hati-hati karena dia mematikan.


cukup berbeda dengan Gao yang masih belajar untuk mengendalikan emosinya yang masih naik turun, Ayana memang Perempuan paling pantas mendampingi Gao, perlahan Perempuan tersebut mengubah karakter sang Casanova dengan emosional yang acapkali membludak dalam ilmu agama dan kesabaran nya.

__ADS_1


Siapa sangka di antara semua orang Gao akan menjadi satu-satunya laki-laki yang paling Istiqomah dalam kehidupan nya dan begitu sabar dalam jutaan ujian yang menghantam nya setelah Ahem.


Hidup ini tidak akan pernah berjalan mulus tanpa ujian dari sang pencipta.


"Apa? kau... bagaimana mungkin kau berfikir seperti itu? kita bahkan sejak dulu bersama, kau ingin menghapus soal hubungan baik kita?"


Mereka jelas saling bersitegang soal pendapat masing-masing.


Bagi Gao, Zoe jelas sudah seperti saudara kandung nya, dia sedikit pun tidak pernah berfikir jika Zoe adalah orang asing yang masuk kedalam keluarga mereka.


Dia fikir bagaimana mungkin Ahem bisa berfikir Zoe bukan siapa-siapa mereka, menganggap laki-laki itu seperti orang asing.


Tapi dari sudut pandang Ahem dia jelas berfikir Zoe memang bukan darah daging orang tua mereka, tapi dia tidak bermaksud berkata jika Zoe bukan siapa-siapa, maksud nya adalah mau bagaimana pun realita nya mereka tidak memiliki hubungan darah, jadi jika Zoe dan Freya menikah jelas saja bukan persoalan untuk dirinya.


"Aku akan menikahkan mereka, jika kau tidak setuju maka aku tidak akan segan untuk melewati kamu"


Ucap Ahem cepat kearah Gao.


Laki-laki itu jelas mendengus


"Aku tidak akan memberikan Restu ku untuk mereka, menikahi mereka artinya kau sama saja ingin melangkahi mayat ku lebih dulu"


Gao bicara sambil menatap tajam kearah Ahem.


Seketika suasana suram dan mencekam menyelimuti Semua orang saat ini.


Air mata Freya semakin tumpah, sedangkan Zoe berusaha untuk menetralisir perasaan nya.


Hayat hanya mampu menarik berat nafasnya, menatap kearah Ahem yang masih bersikap tenang sembari menatap hangat kearah Hayat.


Semua pasti baik-baik saja, jangan khawatir soal apapun.


Seolah-olah Kalimat tersebut di ucapkan oleh laki-laki tersebut untuk dirinya.


Melihat bagaimana cara Ahem memperlakukan semua orang dan cara tenang nya, seketika membuat gadis tersebut menyimpulkan sesuatu didalam hati nya, dia tidak menjabarkan nya, hanya berusaha mengulas senyuman menatap laki-laki dengan bola mata tajam yang menatap semua orang tapi selalu teduh menatap dirinya.

__ADS_1


__ADS_2