
Beberapa waktu sebelumnya.
Hayat mencoba untuk menekan kesadaran nya saat dia merasa seseorang mendapat kan tubuh, rupanya itu adalah Azlan.
"Kau tidak apa-apa?"
Azlan bertanya cepat kearah Hayat.
Gadis itu sama sekali belum menjawab, merasa sedikit terganggu dengan sentuhan yang diberikan Azlan saat laki-laki tersebut mendapat Nadine dari tangan nya.
"Aku baik-baik saja"
"Wajah mu memerah?"
"Aku seperti nya mabuk"
Azlan terlihat diam.
"Kita akan kembali bersama"
"Tidak, biar aku kembali sendiri"
"No...aku tidak bilang kamu baik-baik saja"
setelah laki-laki tersebut mendapatkan Nadine, dia mencoba meminta anak buah nya membawa Hayat, tapi gadis tersebut terlihat bereaksi sedikit berlebihan, hal tersebut membuat Azlan mengerutkan keningnya.
"Kau meminum Sesuatu yang salah"
__ADS_1
laki-laki tersebut bertanya sembari menatap sedikit curiga kearah Hayat, dia mencoba untuk menyentuh kening Hayat, tapi gadis tersebut mencoba menundukkan tubuhnya.
"Aku akan meminta Ahem mengantar mu"
Pada akhirnya laki-laki tersebut bicara dengan cepat.
"No..aku baik-baik saja, kak"
"Aku tidak melihat kamu baik-baik saja"
Ahem mencoba memijat-mijat kepalanya untuk beberapa waktu setelah dia berhasil menemukan hayat, Azlan memberikan gadis tersebut kepada dirinya padahal dia pikir dia akan menjemput adik nya.
"aku akan membawa Nadine"
Ucap Azlan cepatm
"aku akan menyelesaikan semua orang yang berani-beraninya menjebak mereka"
Ahem pikir dia akan memikirkan nya besok, Fokus nya mengembalikan Hayat ke tempat nya.
di mana dia menginap?!.
Haishhhhh.
laki-laki tersebut terlihat mencoba mengendurkan dasinya, rasa panas menghantam dirinya saat ini, tidak tahu kenapa tapi dia merasa tubuhnya begitu gerah dan aneh, belum lagi kepalanya berdenyut-denyut sejak tadi.
"Kita akan kemana tuan?"
__ADS_1
Rich bertanya cepat kearah Ahem, menatap bingung tuan nya karena mereka tidak memiliki sedikit pun tujuan.
mendapatkan pertanyaan dari sana asistennya membuat Ahem sejenak berpikir..
"Kembali ke mansion"
sejujurnya otak yang saat ini tidak bisa bekerja dengan baik karena keadaan yang jelas tidak baik-baik saja, dia pikir butuh istirahat karena tubuhnya terasa aneh sejak tadi.
"Ya?"
Rich pikir laki-laki tersebut lagi-lagi membawa gadis itu kediaman nya.
Kenapa mereka tidak menikah saja?!.
Batin laki-laki tersebut pelan.
mendapatkan perintah dari tuannya laki-laki tersebut secepat kilat langsung membawa mobil yang menuju ke arah mansion Ahem tanpa banyak bicara.
******
Catatan \= ceritanya bertele-tele banget kak? kk ini cerita harus di klop sama 3 novel sebelumnya, kalau diri ku asal langsung ke part hareudang panas membakar tanpa jelas asal muasal nya lah kena tanya lagi kek di novel sebelumnya kenapa ga klop susunan ceritanya?!.
karena ini sequel ga semudah bikin karya baru kk, jadi please sabar yah baca nya sampai ke part hareudang.
jangan kan yang baca, Mak author juga capek otak mensinkronisasikan nulis ini novel biar klop ke 3 novel sebelumnya untuk nyamain posisi episode nya biar ga kebalik-balik, nulis ga semudah makan bakso campur mie ayam Mak langsung tang teng tong jadi, ini otak kadang keriting dan berasap-asap saking rumit nya bikin novel apalagi yang sequel🤧🤧🤧🤧🤧🤧.
mana sehari harus update 8 novel dengan minimal 1000 kata per 1 novel nya, belum lagi novel yang ini mesti crazy update demi para pembaca, ngebayangin ga sih Mak author harus bikin alur cerita beda-beda di 8 novel??.
__ADS_1
Sudahlah jadi curhat Mak author🤭🤭🤭🤧🤧🤧😭😭😭😭🤣🤣🤣.