
Kembali ke masa lalu
ketika air bah menggulung dua orang yang berusaha saling menyelamatkan diri antara satu dengan yang lainnya, Hayat kecil mencoba menggenggam erat tangan laki-laki yang tergulung bersama air dengan dirinya, gadis kecil tersebut terus menggenggam telapak tangan laki-laki yang ada di hadapannya itu tanpa ingin melepaskannya.
dia ingat janjinya pada laki-laki tersebut.
"Aku tidak akan pernah melepaskan tangan mu meski dalam keadaan apapun, bahkan jika orang-orang memaksa kita berpisah pun aku bersumpah akan tetap menggenggam tanganku padamu, karena itu berjanjilah tidak juga melepaskan tanganku apapun Yang terjadi"
barisan demi barisan kalimat tersebut masih terngiang di kepalanya karena itu dia tidak pernah mau melepaskan genggaman tangannya pada laki-laki tersebut.
dua tubuh tersebut seolah-olah mencoba untuk saling menyelamatkan antara satu dengan yang lainnya, namun sayangnya gelombang air lebih kencang dan lebih besar daripada tubuh kecil mereka.
seketika Hayat mencoba untuk mendorong tubuh Ahem kebelakang, membiarkan laki-laki tersebut bergerak menuju ke arah sisi lainnya dimana di ujung sana orang-orang tengah mengejar keberadaan mereka.
bola mata Ahem kecil seketika membulat saat dia menyadari Hayat melemparnya menuju ke arah yang berbeda, dia mencoba mengejar garis tersebut lagi namun rupanya secepat kilat seseorang mencoba menangkap tubuhnya.
seseorang mencoba untuk mengejar keberadaan Hayat kecil, berusaha untuk meraih telapak tangan Hayat kecil, namun sayangnya gagal karena gelombang air yang menerjang.
Punggung Hayat menabrak sesuatu seketika pegangan mereka terlepas, darah segar mengalir dari balik punggung gadis tersebut, dan bisa dilihat aliran darah memenuhi air di sekitarnya.
Ahem kecil berteriak sekuat tenaga berusaha memberontak, ingin mengejar keberadaan Hayat tapi orang-orang terus berusaha menahan tubuhnya.
"Nooooo, noooooo"
******
Kembali ke masa-masa kini.
"Hayatttt"
__ADS_1
Ahem tersentak dari tidurnya, membuka bola mata nya dengan cepat, keringat dingin bercucuran dari sekitar pelipis dan wajahnya.
Laki-laki tersebut menatap kearah depan dengan jantung yang berdetak tidak beraturan.
Saat bola mata laki-laki tersebut menghadapi arah depan, seketika bola matanya bertabrakan langsung dengan kedua bola mata Hayat, gadis itu ikut terbangun dari posisi tidurnya begitu namanya dipanggil oleh laki-laki tersebut.
"Hal yang buruk terjadi?"
Hayat bertanya dengan cepat, menatap panik ke arah laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
Ahem buru-buru langsung berdiri dari posisi duduknya yang di atas kursi sofa mendominasi berwarna cream, lagi-lagi itu menggelekin kepalanya dengan cepat lantas dia bergerak mendekati Hayat, duduk tepat di samping gadis tersebut kemudian langsung meraih telapak tangannya secara perlahan.
"Hanya sedikit mimpi buruk"
bisik laki-laki itu sembari meletakkan telapak tangan Hayat ke pipi kanannya.
"begitu burukkah? sehingga membuat kamu berkeringat dingin seperti ini?"
"tidak terlalu, jangan khawatir soal apapun hmmm"
Ucap Ahem sambil tersenyum kecil, dia meletakkan telapak tangan Hayat, membiarkan telapak tangan nya meraih telapak tangan Hayat yang menyentuh lembut wajahnya.
"apakah juga memimpikan hal di masa lalu tentang kita?"
gadis tersebut bertanya sedikit penasaran ke arah Ahem, sedikit ingin tahu apakah laki-laki itu juga sering memimpikan hal yang sama seperti dirinya.
mendengar pertanyaan gadis di depannya tersebut membuat Ahem memejamkan bola matanya, menikmati sentuhan tangan gadis tersebut di pipinya.
"terkadang aku memimpikannya"
__ADS_1
Jawab laki-laki tersebut pelan.
"aku sama sekali tidak bisa menghilangkannya Dari ingatanku soal masa lalu, bahkan luka itu terus menghantui ku selama beberapa tahun hingga hari ini, aku selalu berpikir apakah luka itu telah tertutup dengan baik di punggungmu atau tidak sama sekali"
saya laki-laki itu bicara seperti itu seketika membuat Hayat terdiam, gadis tersebut menatap Ahem untuk beberapa waktu.
"Aku cukup kesulitan saat menggunakan gaun seksi yang terbuka di bagian belakang nya"
Kekeh Hayat kemudian.
Candaan gadis tersebut seketika membuat Ahem mengulumkan senyuman nya, dia kemudian menggigit gemas tangan gadis tersebut.
"Akhhhh Sunshine"
Rengek Hayat kemudian, menarik tangan nya dengan cepat sambil memunyungkan bibirnya.
"Selalu saja main-main saat diajak bicara serius"
Protes Ahem cepat.
Hayat mengembangkan senyuman nya, menampilkan barisan gigi putih nya, kemudian dia menjulurkan lidahnya.
"Jangan terlalu serius menghadapi semua nya sunshine, kita bakal cepat tua nanti nya"
Ucap Hayat kemudian.
"Aku sedang mengkhawatirkan punggung mu sayang"
"Tapi aku benar soal gaun nya"
__ADS_1
Ucap gadis tersebut lagi dengan manja.