Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Laki-laki yang selalu tahu


__ADS_3

Hayat berulang kali mencuci wajahnya di depan wastafel kamar mandi, menatap diri didepan cermin sejak tadi, tubuh nya masih gemetaran dengan rasa trauma yang masih mendalam, dia menghapus air matanya berkali-kali dan berkata semua baik-baik saja.


gadis tersebut mencoba untuk menarik nafas yang beberapa waktu, kemudian dia buru-buru keluar dari sana saat memastikan jika wajahnya baik-baik saja.


Hayat memilih duduk di salah satu kursi tunggu sembari kedua tangannya mencoba meraih sesuatu didalam tas nya, hal yang biasa dia lakukan saat panik, tegang dan masuk pada ingatan masa lalu nya, dia mengkonsumsi obat penenang anti depresi.


Gadis tersebut meletakkan satu obat ditangan nya dan baru akan menaikkan tangan nya untuk memasukkan obat tersebut ke mulut nya, tapi sebuah tangan menghentikan nya.


Hayat seketika terkejut, menoleh kearah orang yang tiba-tiba meraih obat di tangan nya tersebut.


"Eh?"


Gadis tersebut sedikit terkejut, begitu menoleh baru tahu itu adalah Ahem.


"Sunshine?"


Dia membulatkan bola matanya.


"Ini tidak baik di konsumsi diam-diam secara berkala apa lagi tanpa resep dokter"


Ahem bicara dengan cepat, menatap dalam bola mata Hayat sambil menyembunyikan obat nya dari gadis tersebut.


"Tapi aku..."


Dia ingin bicara dan protes tapi kemudian tiba-tiba Ahem meraih tubuh nya dan memeluk erat tubuh Hayat.


"Apakah semua nya terasa berat?"

__ADS_1


Tanya Ahem tiba-tiba, dia membiarkan wajah nya mengusap lembut kepala Hayat.


Aku tidak tahu, sisa kenangan masa lalu membuat mu trauma hingga sejauh ini Hayat, maafkan aku.


dia membatin, memejamkan bola matanya tanpa mengeluarkan kembali suaranya.


Hayat terlihat bingung, tidak paham dengan ucapan Ahem, tapi dia pikir apa Ahem tahu jika dia memiliki trauma di masa lalu? dia belum pernah menceritakan nya sebelumnya pada siapapun tanpa terkecuali selain dengan Ayana.


Hanya pihak keluarga yang tahu itu pun tidak seluruh keluarga besar Azzurra.


"Ahem... aku..apa aku?"


Dia ingin bilang aku membutuhkan obat nya, tapi Ahem tiba-tiba berkata.


"Ada beberapa trik yang bisa menghilangkan perasaan trauma dan khawatir atas kenangan masa lalu, aku akan menemanimu untuk mendatangi seorang teman yang berprofesi sebagai Dokter khusus di bidang tersebut dan kita akan melewati semuanya bersama"


Ucap Ahem kemudian cepat, tanpa laki-laki tersebut melepaskan pelukannya.


Hayat mengerut kan keningnya, dia mencoba mendongakkan kepalanya.


"Bagaimana kamu tahu?"


Dia benar-benar tidak pernah memberitahukan nya pada Ahem, dia pikir Kenapa laki-laki tersebut selalu tahu soal diri nya.


"Bukankah kamu sendiri yang menceritakan nya?"


Ahem pura-pura mengingatkan.

__ADS_1


"Kapan?"


"Saat mabuk dan kita bersama"


"Ya?"


Hayat seperti berpikir.


"Malam pertama kita?"


Suara nya sedikit tertekan, dia seketika langsung menoleh ke sisi kiri dan kanannya, takut semua orang mendengar suaranya.


"He em"


"Aiyooooo kenapa aku bisa Bicara hingga sejauh itu?"


Gadis tersebut kembali bicara, merasa malu jika ingat malam pertama mereka, bagaimana bisa dia melampaui batasan nya bahkan bicara ngelantur dan tidak-tidak.


"Aku begitu buruk malam itu"


Ucap Hayat sambil memejamkan bola matanya.


"Tapi aku menyukai nya"


Ahem menggoda dengan nakal"


"Isshhh"

__ADS_1


Ditengah keadaan mereka tiba-tiba terdengar satu suara yang mengejutkan kedua orang tersebut.


"Hayat? apa itu kamu?"


__ADS_2