
Malam
Club malam xxxxxxx
pusat kota.
Sammy terlihat tertawa terbahak-bahak bersama para teman-teman nya, berusaha menghilangkan kemarahan nya saat ini dimana anak buah nya belum juga mendapat info soal Hayat.
Dia menikmati minuman yang ada di tangan nya, sembari sesekali membiarkan beberapa perempuan memeluk dirinya dimana dia tengah duduk di atas kursi sofa mendominasi berwarna merah.
Sebenarnya meskipun dia terlihat bersenang-senang dengan keadaan, menikmati minuman dihadapan nya hingga saling menggoda Perempuan disamping nya, sesekali bibir nya dengan nakal menautkan bibir nya ke Perempuan yang ada di sisi kiri dan kanan nya, realita nya Pikiran Sammy melanglang buana entah kemana.
Yang paling jelas berkhayal soal Hayat, masih memikirkan soal gadis tersebut dan dimana gadis itu berada.
Entahlah berapa lama waktu berlalu, yang jelas Sammy benar-benar tidak menikmati keadaan dimana dia berada saat ini, secantik apapun perempuan yang ada didekatnya saat ini jelas tidak bisa mengalahkan sosok Hayat.
Gadis unik dan menarik yang memiliki persona tersendiri dimana pesona tersebut tidak dimiliki oleh gadis lainnya yang pernah dia kenal dan dia jelajahi.
Dia pikir bisa memanfaatkan Hayat sebelum gadis tersebut menikah dengan Lucas, alih-alih bisa mendapatkan apa yang dia harapkan, dia malah terjebak pada permainan, dia kehilangan kesempatan bahkan kehilangan harapan.
Shi..t.
Umpat Smendapatkan
Laki-laki tersebut menghela kasar nafasnya, kemudian dia dengan perasaan kesal langsung bangun dari posisi duduknya, memilih untuk menghindar dan kabur dari sana.
Tapi belum dia bisa melakukan nya, seorang gadis berusaha untuk mencegah nya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?"
"Aku harus kembali sekarang"
"Tinggallah lebih lama lagi"
"No...aku sedang tidak berselera"
Sammy menjawab dengan ketus, berusaha menghindar dari sana dengan perasaan kesal, namun alih-alih bisa pergi, gadis tersebut terus berusaha menahan gerakan nya.
"Please, feeling ku berkata ini bukan waktu yang tepat untuk pulang"
Gadis tersebut memohon sembari menatap dalam bola mata Sammy, berharap laki-laki tersebut tidak pergi saat ini,karena dia berpikir seakan-akan Ada hal buruk yang akan terjadi pada laki-laki yang ada di hadapannya itu.
mendengar ucapan gadis tersebut seketika membuat Sammy tertawa mengejek, dia mendengus pelan.
Sammy mulai mengoceh kesal.
Raline, gadis itu bekerja di club tersebut sebagai pemandu lagu, meskipun tidak begitu paham kehidupan dan juga catatan gadis tersebut, yang jelas dia kurang menyukai Raline karena dimasa kemarin gadis itu pernah membuat ulah melaporkan hal buruk soal diri nya pada Kakek nya.
"memang nya kau ibu ku? bisa mengatur ku untuk datang dan pergi sesuka hati ku."
Laki-laki tersebut bicara Sembari Mengejek, lantas menepis dengan kasar tangan gadis tersebut.
setelah itu Sammy secepat kilat meninggalkan tempat tersebut tanpa berpikir dua tiga kali, dia bergerak keluar dari club malam itu dengan cepat menuju ke area parkiran bawah tanah.
Sejujurnya laki-laki itu mulai mabuk, minuman yang tidak henti dia nikmati dari tadi rupanya cukup banyak dia habiskan karena memikirkan soal Hayat.
__ADS_1
Sial.
laki-laki tersebut berjalan dengan cepat menuju kearah Mobil nya.
suasana gelap di araa parkiran bawah tanah tanpa siapa-siapa membuat laki-laki tersebut terlihat berjalan dengan tergesa-gesa, dia pikir seperti nya seseorang mengikuti dirinya.
Semakin Sammy mempercepat langkahnya semakin dia merasa seseorang mengejar langka nya dengan cepat pula.
laki-laki tersebut dengan gerakan semakin cepat mendekati mobil nya, berniat pulang tanpa menunggu waktu pagi tiba.
Tapi siapa sangka saat dia semakin dekat pada mobil nya, tiba-tiba seseorang muncul didepan nya dengan gerakan perlahan.
satu sosok wajah seseorang dengan tatapan bola mata yang sangat tajam dan dingin berjalan ke arah mobil Sammy secara perlahan, menapakkan suara bising dari sepatunya di antara barisan lantai parkiran bawah tanah dalam cahaya remang-remang yang menambah suasana menjadi begitu mencekam.
Begitu laki-laki tersebut menghentikan langkah nya, Sammy seketika tercekat saat dia menyadari siapa yang ada dihadapan nya.
"kau...?"
Laki-laki tersebut seketika langsung mencoba menahan nafasnya.
"Bukankah aku sudah memperingatkan kamu sekali? malam ini aku menepati janji ku untuk membuat ku tahu apa artinya bermain-main dengan ku, Sammy"
Ucap laki-laki tersebut dengan tatapan penuh kemarahan nya.
"No..."
Sammy seketika berteriak histeris saat tiba-tiba dua laki-laki datang dari arah belakang nya, menahan kedua tangan nya dengan cepat dan memaksanya berlutut dihadapan laki-laki dihadapan nya tesebut.
__ADS_1