Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Sedikit membuat nya tidak nyaman


__ADS_3

Club malam xxxxxxx


pusat kota.


Gadis cantik tersebut bergerak dengan cepat masuk ke club malam xxxxxxx Jakarta, bergerak celingak-celinguk mencari teman nya Illi.


Setelah datang ke pernikahan Ayana, dia langsung melesat pergi ke club malam tersebut demi menemui teman-teman semasa sekolah nya dulu yang memilih tempat reuni disana dan salah satu dari mereka merayakan ulang tahun nya.


Bola matanya mencari teman baiknya, Hayat fikir jika Daddy nya tahu dia masuk ke club malam, maka celakalah dirinya.


Aku akan mati jika daddy tahu aku masuk kemari.


batin Hayat.


"Kau sudah datang?"


Suara seseorang mengejutkan dirinya.


"He em"


Gadis tersebut langsung menoleh kearah temannya, mengangguk kan kepalanya dengan cepat sambil mengulas senyuman paling cantik miliknya.


"Ayo masuk"


Teman gadis tersebut bicara cepat.


Dan begitu mereka masuk ke dalam klub malam tersebut, suara dentuman musik yang saling bersahutan terdengar di sepanjang bangunan mewah tersebut.


berbagai macam aroma tercium di sana baik dari rokok alkohol bahkan bau keringat juga bawa parfum yang saling menghantam indra penciuman siapapun yang masuk ke dalam ruangan tersebut.


Bahkan lautan manusia terlihat memenuhi ruangan tersebut, Belum lagi berbagai macam pasang manusia terlihat memamerkan kemesraan tanpa malu-malu didalam sana yang bisa merusak pemandangan mata gadis polos yang tidak berdosa.


Ohhhh kenapa mereka sangat tidak tahu malu? mata indah ku ternoda dengan adegan plus dua puluh satu yang begitu mengerikan, brrhhhhh.


Gadis tersebut menggeleng-gelengkan kepalanya, mencoba memicingkan sedikit bola matanya, Hati nya jelas berkata itu mengerikan, tapi otak nya berkata


"Bestie...mari mengintip sedikit"


Dan percaya sungguh terlaknat mata satu nya yang enggan di ajak berkompromi dengan baik dan benar sejak tadi.


Ommo..!?.


Dia langsung memalingkan wajahnya.


Gaswat mereka berciuman.


Hayat buru-buru menoleh kearah depan tapi..


Gubrak...


"Akhhhh"


Dia meringis kecil saat kaki nya tersandung sebuah meja kecil di sisi kanannya"


"Hayat kamu tidak apa-apa?"


Teman nya Illi bertanya dibalik telinga nya, mencoba bicara kencang karena suara musik mengalahkan kencangnya suara knalpot racing milik Rossi pembalap abad jaman old.

__ADS_1


"Hahaha tidak apa-apa"


Hayat terkekeh kecil, berbisik balik kearah temannya.


"mata kaki ku lupa bagaimana cara berjalan dengan baik dan benar, dia gemetaran saat melihat sesuatu yang menjadi sesuatu"


"Ya?"


"Lupakan saja"


Hayat langsung buru-buru mendorong tubuh temannya itu ke belakang.


"Dimana mereka berkumpul?"


tanya Hayat sambil menatap ke beberapa arah.


"Di sebelah sana"


Dan pada akhirnya mereka buru-buru bergerak ke arah salah satu sudut ruangan, melihat Hayat yang pada akhirnya tiba menyeruak masuk bergabung jelas saja membuat semua orang bahagia, peluk, cium dan tempel rindu jelas terjadi di antara mereka.


"Ommo itu Nadine.."


Hayat jelas bahagia.


Entahlah berapa lama mereka mengobrol sembari mengingat masa-masa sekolah.


"Berikan aku minuman biasa, aku tidak menegak alkohol, Lisa"


Nadine bicara cepat pada seorang perempuan dengan nada keberatan saat meja mereka dipenuhi oleh minuman haram.


Hayat menaikkan ujung Alisnya, itu adalah Lisa.


Nadine kembali menolak nya.


"kenapa kau datang terlambat?"


Hayat menaikkan ujung alisnya, menatap Lisa yang menyeruak masuk di antara mereka, meletakkan beberapa gelas minuman dengan cepat.


"Aku juga hadir di pernikahan Ayana"


tiba-tiba Lisa menjawab cepat.


"ya? aku pikir tidak melihat mu tadi"


ucap Hayat lantas mencoba menoleh kearah sisi kirinya.


"Aku juga tidak sempat melihat"


Ucap Nadine cepat.


"kamu pergi dengan siapa?"


lagi Hayat bertanya


"Hanya sendiri"


"Ahh..."

__ADS_1


Hayat menganggukkan kepalanya.


"ini ide yang buruk dengan memberikan kami minuman beralkohol, berikan kami Coca cola atau air dingin saja''


Hayat bicara cepat sambil menoleh kearah Nadine.


kemudian Hayat mencoba menggerutkan keningnya, menatap Lisa dengan pandangan agak curiga, sejak tadi dia fikir perempuan itu terus saja memaksa Nadine untuk menikmati minuman nya.


perempuan itu tahu Nadine tidak kuat minum seolah-olah tujuannya bukan ke arah Nadine tapi karena dirinya, ketika nanti tidak keluar minum itu artinya dirinya akan menawarkan diri untuk menghabiskan minuman tersebut.


"cara mu menyuguhkan minuman sedikit mencurigakan Lisa"


Oceh Hayat kesal.


Lisa yang mendengar penuturan Hayat seketika terkekeh.


"kau terlalu berlebihan, jika tidak mau kau bisa menyingkirkannya"


Lisa mengeluarkan ekspresi anehnya, meskipun tertawa rasanya sedikit aneh menurutnya.


belum juga selesai bicara tiba-tiba seseorang kembali masuk, menyuguhkan minuman untuk mereka.


"kita akan bermain beberapa permainan semasa sekolah, yes or no"


perempuan dihadapan mereka bicara dengan cepat, memberikan dua gelas minuman Kearah mereka.


"please tidak minuman"


"hanya sekali ini saja, menghargai Sabrina, jangan membuat kecewa teman-teman kita, kau tahu? Sabrina yang mentraktir kita dan berharap mendapatkan sulangan dari kita"


Mendengar nama Sabrina membuat Hayat menaikkan ujung alisnya, itu adalah teman mereka yang berulang tahun.


"dia tahu kami tidak minum minuman seperti itu,berikan aku coca-cola atau minuman lain yang tidak terlalu bersoda"


perintah Hayat dengan cepat.


"Oh come Hayat, sekali ini saja"


terlalu sulit sekali menolak permintaan banyak orang, berbondong-bondong teman-teman mereka datang mendekat.


pada akhirnya dia dan Nadine menghela nafas mereka.


"hanya sedikit"


Ucap Hayat kemudian.


"Seperti yang kamu mau"


Entahlah berapa lama waktu berlalu, Hayat terus menatap minuman yang ada dihadapan mereka, tidak tahu kenapa kecurigaan besar menghantam nya.


Sejak dulu dia tau Lisa tidak di bilang anak yang baik, meskipun tidak bilang soal rasa cemburu nya, Perempuan itu selalu iri dengan keberhasilan orang lain.


Bahkan dulu selain iri pada Nadine, hayat dan Freya, gadis itu jelas menjadi saingan terburuk dirinya di Masa SMP, berpisah di masa SMA kemudian mereka bertemu lagi di Paris dalam masa kuliah.


Gerakan Lisa terlihat gusar dan mencurigakan, tidak tahu sebenarnya siapa yang membuat Lisa merasa tidak nyaman di antara semua orang, tapi bola mata perempuan tersebut sejak tadi tertuju pada dirinya dan Nadine, apalagi di ujung sana bisa Hayat lihat seorang laki-laki dan perempuan terus menatap kearah mereka.


dan lagi bola mata Hayat menangkap sosok seseorang yang kini berjalan mendekati mereka.

__ADS_1


Oh God, kenapa dia lagi?!.


Batin Hayat kemudian saat dia menyadari seorang laki-laki bergerak mendekati dirinya.


__ADS_2