Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
Gadis unik


__ADS_3

melihat gadis tersebut seperti orang yang kebakaran jenggot karena panik, Ahem terlihat masa bodoh, mengabaikan Hayat kemudian dia berdiri dari duduknya.


laki-laki tersebut pikir sebaiknya dia membawa Hayat pergi dari sana secepatnya.


"Mister..."


Gadis tersebut merengek, meraih lengan Ahem sambil mengejar langkah laki-laki tersebut.


"Aku akan menikah, kami sedang menentukan tanggal pernikahan nya, bagaimana bisa aku bisa melakukan pertanggungjawaban pada laki-laki lain?"


tanya Hayat kalang kabut, dia berusaha meminta pengertian laki-laki tersebut.


"bukankah kemarin sudah sepakat untuk membatalkan pernikahan, bertanggung jawab pada ku?"


Ahem mengerutkan keningnya.


"Dalam pelecehan pertama kamu bilang akan bertanggung jawab"


Hayat seketika mengerut kan bibir nya.


"Aku tahu..."


Jawab nya pelan, melepaskan tangan nya dari lengan Ahem, kemudian dia menautkan jari telunjuk kiri kanan nya secara perlahan, menggerakkan jari bertemu jari seperti anak kecil yang takut ketahuan mencuri atau berbohong.


"Iya... tapi kemarin aku masih ragu"


Hayat bicara pelan, berusaha mengikuti langkah Ahem yang bergerak menuju kearah depan.


"hari ini tidak ragu?"


Tanya laki-laki tersebut cepat.


"Bukan begitu, aku takut di bunuh oleh papa ku"


"Kita bisa bicara baik-baik dengan keluarga mu"


Laki-laki tersebut bicara cepat.

__ADS_1


"Hahhhh bilang aku yang memperkosa mu Begitu mister?"


Hayat seketika terkejut, membayangkan saat akhir bicara kepada ayahnya dan berkata Hayat berlaku tidak senonoh pada nya.


"Tidak separah itu juga bahasa yang aku sampaikan Hayat"


"Lalu bagaimana? lalu bayangkan jika papa mengizinkan aku takut Keluarga Alexander akan membunuh ku"


Hayat mencoba untuk menakut-nakuti Ahem soal pengaruh keluarga Lucas.


"mereka biar aku yang mengatur nya"


begitu Ahem menjawab begitu Hayat buru-buru membulatkan bola matanya.


"Hahhh? Aiyooooo kamu punya kekuasaan sebesar itu?"


Hayat terlihat diam, mencoba menghentikan langkah nya Sejenak.


"Tidak takut mereka membunuhmu?"


tanya nya sambil menarik kasar nafas nya.


"Untuk kamu, tidak"


Hayat sejenak tidak bergeming, detik berikutnya tiba-tiba ekspresi wajahnya berubah, wajahnya langsung bersemu-semu memerah, gadis tersebut mengulum senyumannya dan percayalah ada jutaan kupu-kupu terbang melayang di atas kepalanya, tubuhnya seolah-olah terangkat ke awan dan dia berbunga-bunga.


"Ahem..."


"Hmm?"


"Aku pikir aku ingin terbang melayang"


Demi apapun bayangkan bagaimana ekspresi Ahem saat melihat wajah dan ekspresi gadis dihadapannya.


bohong besar jika dia tidak merasa geli dan bahagia, hari-hari nya jadi jauh lebih berwarna.


God.

__ADS_1


dia pikir bagaimana bisa dia jatuh cinta dengan manusia sesomplak Hayat.


She's unik, kau tahu Ahem? tidak ada yang tidak jatuh cinta pada putri Untie Bii mu, bahkan mommy pun Begitu menyukai nya.


Kau tidak akan menemukan gadis seperti itu didalam diri gadis lainnya.


Itu barisan demi barisan kalimat pujian yang ucapkan mommy Nadine untuk dirinya.


"Kamu bisa terbang saat ini juga jika mau"


jawab Ahem dengan tenang.


Hayat terlihat masih bergelayut dalam kebahagiaan nya, membiarkan pemikirannya nya berkhayal atas apa yang ada didalam pemikiran nya, namun tiba-tiba dia menyadarkan keadaan.


bagaikan kaset kusut yang bergerak memecah khayalan tingkat tinggi nya Hayat langsung menoleh kearah Ahem.


"Aku lupa aku tidak punya sayap"


Seketika dia menggeleng-gelengkan kepalanya.


mendengar hal tersebut Ahem terlihat menahan senyumannya.


"Ahhhh aku punya ide Berlian lainnya, apa kah kamu akan menerimanya?"


tiba-tiba gadis itu langsung mengeluarkan suara di kedua jarinya, dia terlihat bahagia dan bicara dengan penuh semangat.


Hayat terlihat melebarkan senyuman nya.


"Bagaimana jika aku menikahi dua laki-laki sekaligus?"


Ucap nya kemudian.


Ahem yang awalnya hanya berusaha mendengar kan Hayat seketika membulatkan bola matanya, ekspresi wajah laki-laki tersebut langsung berubah.


"Hayattttt"


Bayangkan bagaimana ekspresi Ahem saat ini Begitu dia mendengar kan ide gila gadis yang ada dihadapannya itu.

__ADS_1


"Aiyooooo... kenapa dia jadi marah?"


Hayat bergumam seperti tanpa dosa, mencoba memundurkan tubuhnya sambil merapatkan kedua tangan nya didepan dagu nya.


__ADS_2