
Seketika suasana menjadi hening, keterkejutan masih sangat terasa di antara semua orang, bola mata dua sosok tersebut saling menatap antara satu dengan yang lainnya, dan Seolah-olah sibuk dengan keterkejutan dan pemikiran masing-masing yang cukup berat.
All Zigra memilih duduk berhadapan dengan Hayat, dan ketegangan sangat terasa di sana, dimana laki-laki tersebut kini berusaha untuk menetralisir detak jantung nya untuk beberapa waktu.
Cukup tidak percaya dengan penglihatan nya, dimana dia pikir mungkin mata tua nya mulai bermasalah, apa dia harus mengganti kaca matanya atau entahlah dia sedikit memikirkan nya.
Dia berusaha memperbaiki pandangan nya, menyakinkan diri jika perempuan yang dia lihat tidak salah, sama dengan perempuan yang berkali-kali dia temui di rumah sakit yang sama.
Dibalik emosi nya yang masih meninggi, dia tidak tahu bagaimana mengekspresikan perasaan dan emosionalisme nya saat ini, apakah harus meluapkan kemarahannya atau diam dan tidak mengeluarkan suaranya sama sekali.
Hayat sendiri jelas kehilangan kata-kata nya, tidak menyangka jika laki-laki dihadapan nya adalah ayah mertuanya, berapa kali dia menangis di hadapan laki-laki tersebut? berapa kali dia curhat pada laki-laki yang dia berikan julukan paman tampan? bahkan mereka berbagi cerita dan lain sebagainya.
Entahlah dia tidak paham situasi saat ini, apakah ini baik atau sebenarnya ini begitu buruk dan...
Mungkin kah ini akan jadi musibah besar?!.
Dia bicara didalam hati nya.
"Aku cukup terkejut jika perempuan yang dipilih putra ku adalah kamu"
__ADS_1
Tiba-tiba All zigra bicara, memecah situasi di antara mereka.
Hayat tahu bola mata laki-laki tersebut menatap nya tidak baik-baik saja, laki-laki tersebut terlihat marah sekaligus kecewa.
"Aku berpikir sejak kemarin, gadis mana atau perempuan mana yang membuat putra ku tergila-gila, kehilangan akal warasnya dan berani bergerak dibelakang ku diam-diam dalam mengambil keputusan hidupnya"
Lagi suara laki-laki tersebut memecah keadaan.
Hayat diam, menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap laki-laki tersebut saat ini, takut disalahkan karena telah lancang merebut apa yang seharusnya tidak boleh di rebut olehnya.
"Pemikiran terus berjalan dan aku mencoba untuk membayangkan sosok seperti apa yang bisa mematahkan segala dunia putra ku"
Hayat sendiri terlihat membiarkan kedua tangan nya terpaut antara satu dengan yang lainnya,bahkan dia membiarkan sesekali jemari telunjuknya saling beradu, dia terlihat khawatir dan cemas dengan keadaan.
"Hingga akhirnya aku dikejutkan soal sebuah kenyataan dimana perempuan tersebut ternyata berkali-kali pernah bertemu dengan ku dalam berbagai macam situasi dan kondisi"
Lanjut All Zigra lagi.
"Naikkan kepala mu dan tatap aku"
__ADS_1
All Zigra memerintah dengan cepat, menunggu Hayat melakukan nya.
Perempuan tersebut secara perlahan menaikkan kepalanya, mencoba menatap All Zigra secara perlahan.
Sejenak bola mata mereka kembali bertemu untuk beberapa waktu hingga pada akhirnya All Zigra mengalah kasar nafas nya.
"Apakah mungkin pertemuan kita yang beberapa kali terjadi memang disengaja untuk menarik simpati ku?"
Tiba-tiba terbersit pemikiran seperti itu di dalam kepalanya, entahlah dia tidak bisa menyimpulkan semuanya sebagai istilah kebetulan bukan? seolah-olah sejak awal semua memang telah direncanakan.
Mendengar ucapan laki-laki tua di hadapannya tersebut jelas saja membuat Hayat terkejut, dia langsung menggelengkan kepalanya sembari menatap mertuanya dengan bola mata berkaca-kaca.
"Mungkin benar pertemuan demi pertemuan kita membuatku terkesan, tapi setelah aku tahu jika kamu adalah perempuan pilihan Ahem, aku merasa seolah-olah sedang ditipu habis-habisan selama ini dalam pertemuan kita, seakan-akan apa yang kamu ceritakan dan apa yang terjadi merupakan sesuatu yang sangat palsu, dimana sejak awal jika semua pasti telah disetting dengan sempurna untuk menarik simpatiku"
dan bayangkan bagaimana rasanya saat Hayat harus mendengar ucapan laki-laki tersebut.
"Kau membuat ku begitu kecewa, nak"
Dan jutaan kekecewaan menghantam All Zigra.
__ADS_1