
Masih di mansion keluarga Azzurra
Pagi.
Nyonya Bii bergerak dengan cepat ketika dia melihat suaminya telah pergi keluar dari bangunan Mansion mereka, laki-laki keluarga Azzura tersebut bergerak dengan cepat untuk menuju ke perusahaannya berkata akan kembali dengan cepat karena mereka akan mengejar keberangkatan menuju ke Paris pada malam ini.
bayangkan bagaimana perasaan wanita itu saat ini ketika dia tahu suaminya memaksa mereka untuk segera pergi saat ini juga menuju ke Paris untuk menyusul Putri mereka.
yang suaminya tahu putrinya tengah melakukan perjalanan untuk membahas beberapa proyek kerjasama baru yang diwakilkan oleh putranya pada putrinya, sekaligus gadis tersebut mengambil liburan di sana.
realitanya semua tidak seperti itu.
"Aku akan membawa Hayat ikut dengan ku, Untie"
putra pertama hilato bicara dengan cepat kepada dirinya ketika mereka bertemu di salah satu restoran terkemuka di pusat kota.
ada dirinya, Nadya dan Ahem kala itu tanpa Hayat.
"Untie sedikit gelisah kamu membawa nya, Pastikan jika kamu tidak melampaui batasan sebelum kalian menikah"
Bii bicara dengan cepat karena laki-laki yang ada di hadapannya tersebut, sebenarnya dia sedikit berani melepaskan anak gadis kesayangannya tapi mengingat itu adalah Ahem dan di mana wanita yang ada di samping ahem adalah Nadya pada akhirnya wanita itu menganggukkan kepalanya dan menyetujui permintaan kedua orang tersebut.
"Untie akan menyusul 2 hari berikutnya bersama mommy mu, pastikan kamu tidak bertindak macam-macam pada Hayat"
__ADS_1
Ahem terlihat mengembangkan senyumannya kemudian dia berkata.
"jangan pernah percaya pada manusia sekali pun, karena sifat mereka sewaktu-waktu bisa berubah bahkan kebaikan mereka sewaktu-waktu bisa menjadi sebuah keburukan, tapi aku hanya ingin untie cukup mempercayai dan meyakini hati untie sendiri"
jawab laki-laki tersebut dengan cepat sembari menatap dalam bola mata nyonya Bii untuk beberapa waktu.
"kenapa kamu ingin membawanya bersamamu?"
wanita tersebut bertanya dengan cepat.
"aku ingin melaksanakan janjiku seperti belasan tahun yang lalu, dan aku berharap semua berjalan sesuai dengan apa yang aku rencanakan untie"
Mendengar laki-laki tersebut berkata untuk memenuhi janjinya belasan tahun yang lalu seketika wanita tersebut terdiam.
setelah berkata seperti itu wanita tersebut menoleh ke arah nyonya Nadya.
"Kamu paling tahu bagaimana putraku, BII"
ucap wanita di hadapan itu kemudian.
tapi bayangkan bagaimana kepanikan terjadi saat suami nya berkata akan ikut pergi menyusul Putri mereka juga?!.
Wanita tersebut bergerak tergesa-gesa turun dari lantai atas, menyambar kunci mobil nya dengan cepat sambil meraih handphone nya, dia Mencoba untuk menghubungi seseorang.
__ADS_1
"Oh come on, angkat panggilan nya sekarang juga"
wanita itu bicara dengan cepat sembari menampilkan wajah penuh kepanikan, dia berusaha untuk menetralisir detak jantungnya sembari berharap seseorang di seberang sana mengangkat panggilannya dengan cepat.
wanita itu bergerak naik ke atas mobil kemudian melajukan mobilnya ke arah depan tanpa berpikir dua tiga kali, penjaga di bagian gerbang manisan tersebut dengan buru-buru langsung membuka pintu gerbang dan mempersilakan nyanyiannya untuk pergi, meskipun sebenarnya laki-laki itu sedikit bertanya-tanya karena tumben-tumbenan nyonya pergi di pagi hari setelah tuannya barusan saja pergi.
Cukup lama Nyonya Bii menunggu panggilan nya tersambung sambil dia memfokuskan dirinya untuk menyetir mobil miliknya tersebut pandangannya terus menatap ke arah depan sembari dia menyambungkan handphonenya dengan headset bluetooth yang ada di dasbor mobil yang memang sengaja diletakkan di sana sebelumnya.
begitu panggilannya tersambung seketika wanita itu membulatkan bola matanya dan dia langsung berkata.
"di mana kamu saat ini?"
tanyanya dengan cepat tanpa berbasa-basi.
dia menunggu jawaban dari seberang sana dengan cepat, begitu memastikan jawaban nya wanita itu kemudian berkata.
"Mari bertemu sekarang juga dan aku ingin membicarakan soal sesuatu, ini soal Zuu"
lagi dia bicara dengan cepat kemudian tidak lama setelah itu wanita tersebut langsung mematikan panggilannya dan dia kembali fokus ke arah jalanan melajukan mobilnya menuju ke arah depan tanpa banyak bicara.
dia pikir dia harus bertindak dengan cepat dan bergerak dengan cepat pulang sebelum keberangkatan mereka malam ini, dan Ahem harus juga bergerak dengan cepat untuk menuntaskan janjinya dengan segera.
jika tidak dia takut sesuatu yang buruk akan terjadi.
__ADS_1