
Entahlah berapa lama waktu ciuman mereka berjalan, Hayat yang awalnya terkejut pada akhirnya terbuai dengan ciuman manis yang diberikan oleh Ahem.
Apakah ini ciuman pertama nya di bibir?!.
dibalik dia mabuk Tempo hari dan kata nya dia yang menzolimi Ahem dan melecehkan nya bahkan mereka melewati malam panas bersama, yang dia ingat ini adalah ciuman bibir pertama nya, dia tidak pernah melakukan ciuman seperti ini dengan laki-laki manapun selama hidupnya.
bayangkan bagaimana jantung Hayat terdengar berdetak begitu kencang saat ini,rasanya dia nyaris tidak dapat mengendalikan rasa di hatinya sendiri.
dia meremas lengan Ahem, mencoba menetralisir detak jantungnya yang tidak mau berhenti.
ciuman lembut tersebut tidak kunjung berhenti, berlangsung lama hingga akhirnya terhenti saat tiba-tiba terdengar klakson dari mobil di samping mereka.
Ahem melepaskan ciuman mereka dengan cepat.
Ahhhhh.
wajah Hayat seketika memerah karena malu, dia Mencoba memejamkan bola matanya sejenak.
"Hayat aku..."
Ahem Tampak menatap dalam wajah Hayat, mencoba mengajak nya Bicara dengan cepat, tapi belum sempat dia bicara, Hayat langsung berkata.
__ADS_1
"Aku akan memikirkan nya"
Gadis tersebut menjawab apa yang di ucapkan Ahem sebelum ciuman mereka, memikirkan kembali soal hubungan serius yang ditawarkan oleh laki-laki tersebut.
Mencoba memantapkan hati nya agar tidak berpaling dan berpikir meragu atas hati nya.
Ahem mengangguk kepalanya.
Melihat anggukan Ahem, Hayat kemudian buru-buru mencari tas tangan nya dengan keadaan gugup kemudian gadis itu buru-buru pamit turun tanpa berani menoleh ke arah Ahem.
"Aku akan menghubungi kamu besok"
Ahem bicara cepat, mencoba menahan lengan Hayat.
Gadis tersebut tidak sanggup menunggu Ahem yang membuka pintu mobilnya, memilih membuka pintu mobilnya dengan cepat atas turun dari sana kemudian berlarian kecil masuk ke dalam apartemen dan bergerak menuju ke arah pintu elevator.
Oh god.
Gadis itu menyentuh pipinya dengan kedua belah tangannya, jutaan rasa malu menghantam dirinya atas ciuman yang diberikan Ahem.
alih-alih marah, dia malah menikmati nya, tenggelam dalam hasrat baru yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.
__ADS_1
Apa yang terjadi pada mu jantung?!.
dia bertanya-tanya pada jantung nya, cukup Stress memikirkan detak jantung nya yang tidak mau berhenti berdetak sejak tadi.
gadis tersebut buru-buru bergerak mendekati pintu elevator, masuk kedalam sana begitu memastikan pintu tersebut terbuka.
Masih merasa malu dia melirik ke arah kamera CCTV, berpikir tadi di mobil apakah ada kamera CCTV nya?!.
Ohhh ya ampun apa yang kamu pikirkan Hayat?!.
Batin gadis tersebut kemudian.
Dia membiarkan elevator tersebut mulai naik menuju ke lantai atas mengabaikan siapapun yang ada di sekitarnya saat ini karena dia jelas-jelas tidak bisa menghilangkan rasa malu di dalam dirinya atas ciuman yang dilakukan dirinya dan Ahem.
dia ingin segera bisa masuk ke dalam apartemennya dan menenggelamkan dirinya ke atas kasur miliknya, mengeluarkan ekspresinya yang tidak tahu sebenarnya apa, dia ingin memeluk bantalnya dengan berbagai rasa.
begitu tiba di lantai atas dan pintu elevator terbuka, hayat buru-buru langsung bergegas keluar dari sana, berbelok menuju ke ruang apartemen nya dan mengabaikan siapapun yang ada di sekitar nya.
Namun tiba-tiba satu sosok orang mengejutkan dirinya.
"Hayat"
__ADS_1
satu suara terdengar dari arah depan nya.