Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
masih butuh waktu lama


__ADS_3

"mungkin untuk saat ini untuk memaafkan mereka aku tidak bisa melakukannya, aku butuh waktu untuk meredam perasaanku, dan untuk memberikan restu kepada mereka juga aku butuh waktu khusus untuk bisa melakukannya karena kata putra Hillatop menjadi titik terberat untuk ku"


"aku tidak pernah berharap dan memimpikan putriku dinikahi oleh anak keturunan dari Hillatop, dan aku masih merasa sakit hati atas ucapan All Zigra pada masa lalu, ditambah lagi aku tidak yakin putranya telah mendapatkan restu juga dari All Zigra"


setelah berkata seperti itu tuan Zuu meraih cangkir kopi yang ada di hadapannya yang dia pikir mungkin sejak awal memang disediakan untuk dirinya, laki-laki itu mulai menyesal kopi tersebut secara perlahan.


Kembali keheningan terjadi di antara mereka tidak ada percakapan sama sekali yang terjadi, mereka diam membisu untuk waktunya cukup lama sembari menikmati semilir angin malam ditambah jutaan bintang yang menghiasi langit di mana di sisi lain di tempat tersebut nyonya bii dan juga Elle mencoba menatap mereka dan mengintip pembicaraan mereka berdua dari ujung sana.


Nyonya Bii sejenak menoleh ke arah kakak perempuannya untuk beberapa waktu, sepersekian detik kemudian wanita tersebut menghela nafasnya lantas dia berkata.


"aku khawatir zuu tidak memberikan restu pada mereka."


wanita itu berucap pelan kemudian mencoba untuk sejenak memejamkan bola matanya.


"aku tidak tahu bagaimana respon kakak ipar dan apa yang akan dikatakannya nanti, meskipun ada ketakutan-ketakutan yang ada di dalam diriku ketika Zein bicara dengan kakak ipar di mana mungkin kakak ipar tidak akan menyetujui hubungan Hayat dan ahyem, tapi aku pikir suamimu tidak mungkin sekeras itu Bii, aku lama sekali mengenal Zain, mungkin dia akan memaafkan orang yang menyakiti dan melukainya namun tidak dalam waktu yang cepat karena dia harus membuat pertimbangan dahulu dalam banyak kemungkinan-kemungkinan yang ada"


setelah berkata seperti itu Elle memilih untuk menghilangkan keresahannya secara perlahan kemudian setelah itu wanita tersebut memilih waktunya bergerak menjauh dari posisi mereka saat ini diikuti oleh Bii.


mereka memilih tidak melanjutkan percakapan mereka sama sekali dan tenggelam pada pemikiran masing-masing, hingga pada akhirnya Bii berkata pada Elle.


"aku akan kembali ke kamar untuk beristirahat."


ucapnya cepat pada kakak perempuannya tersebut, Elle menganggukan kepalanya sembari menepuk-nepuk punggung wanita yang ada di sisi kanannya tersebut.


Bii bergerak menjauhi kakak perempuannya, kemudian melesat naik menuju ke arah anak tangga satu persatu dan bergerak ke arah kamar mereka.

__ADS_1


wanita itu membiarkan pikirannya berkelana entah ke mana di dalam keadaan yang sebenarnya tidak baik-baik saja.


begitu dia naik lantai atas dan berada di depan pintu kamar mereka wanita itu secara perlahan masuk ke dalam kamar tersebut kemudian menutup pintu itu dengan gerakan yang lambat.


wanita itu menyandarkan tubuhnya di belakang pintu kamar untuk beberapa waktu sembari dia memejamkan bola matanya sejenak, tidak tahu kenapa tapi rasanya kepalanya tiba-tiba berdenyut-denyut tidak menentu.


wanita itu memilih berjalan mendekati kasur kemudian membaringkan tubuhnya di sana secara perlahan akhirnya nyoya Bii mencoba untuk meminjamkan bola matanya secara perlahan kemudian memilih untuk menenggelamkan dirinya ke dalam alam mimpi sejenak guna menenangkan pikirannya Yang sejujurnya tidak baik-baik saja.


*****


setelah percakapan panjangnya dengan Zain pada akhirnya Zuu bergerak masuk ke dalam Mansion tersebut kemudian memutuskan untuk kembali ke kamar mereka dimana dia meyakini jika istrinya kemungkinan telah naik lebih dulu ke atas dan telah melelapkan dirinya.


dia membiarkan langkah kakinya menaiki satu persatu anak tangga sembari sesekali dia menghalangi nafasnya berat hingga pada akhirnya laki-laki itu tiba pada bagian depan pintu kamar mereka dan secara perlahan dia membuka pintu kamar tersebut kemudian kembali menutupnya dan seperti dugaannya istrinya benar-benar berada di sana lebih dulu sudah berbaring di atas ranjang.


istrinya mungkin telah terlelap di dalam tidurnya, laki-laki tersebut secara perlahan mendengat ke arah sisi ranjang kemudian memutuskan untuk ikut berbaring di samping istrinya secara perlahan sejenak dia membalikkan tubuhnya dan memperhatikan wajah istrinya untuk beberapa waktu entah apa yang dipikirkan oleh laki-laki tersebut tapi dia membiarkan bola matanya menatap istrinya cukup lama hingga pada akhirnya secara perlahan tuan Zuu kembali membalikkan tubuhnya.


"maafkan aku Zuu"


wanita tersebut bicara perlahan sembari membiarkan dirinya tenggelam memeluk sang suaminya untuk beberapa waktu.


Zuu membuka bola matanya sembari pandangannya menatap lurus ke arah depan, posisi mereka terlihat di mana sang istri berada di punggung belakangnya.


"Untuk apa?"


tuan Zuu bertanya pelan kepada istrinya, setelah beberapa hari mereka memilih untuk saling diam dan membisu antara satu dengan yang lainnya dan hari ini menjadi hari pertama mereka bicara setelah beberapa hari waktu berlalu.

__ADS_1


sang istri selalu tahu kapan waktu untuk. bicara padanya, Bii memilih untuk diam dan tidak bicara kepada dirinya dikala hatinya masih meledak-ledak dengan emosi yang cukup sulit untuk dikendalikan.


"maafkan aku karena mengecewakanmu dan menyembunyikan soal kenyataan Putri kita dari mu Zuu"


Ada sejuta sesal yang ditampilkan di dalam kalimat istrinya, Zuu memilih belum menjawab sembari dia memejamkan bola matanya untuk sejenak.


kemudian laki-laki tersebut secara perlahan membuka bola matanya kembali kemudian dia berkata


"tak ada yang perlu dimaafkan dan mari lupakan semuanya"


ucap laki-laki tersebut cepat.


"tidak kah kamu ingin kita mendiskusikan semuanya? bicara soal Hayat dan juga putra All Zigra?"


wanita itu bertanya dengan sangat hati-hati takut jika dia salah bicara kata karena waktunya tidak tepat.


"Mari tidak membicarakan soal mereka lebih dulu."


tiba-tiba suaminya berkata seperti itu.


"aku butuh waktu untuk memikirkan segalanya dan aku masih butuh waktu untuk mau bertemu kembali dengan putra All zigra"


setelah berkata seperti itu tuan Zuu memilih untuk memejamkan bola matanya.


Bii hanya diam mendengar ucapan suaminya dan wanita tersebut hanya bisa berusaha untuk menahan nafasnya, dia pikir masih saat ini suaminya membuat pertimbangan dan belum memaafkan.

__ADS_1


dia tahu ternyata memang sangat tidak mudah, Sebab sejak awal All Zigra yang memang telah membentang jarak di antara mereka hingga membuat Zuu masih begitu marah dengan keadaan.


wanita tersebut akhirnya memilih diam kemudian dia memejamkan bola matanya mengikuti suaminya yang masih yang masih enggan membalikan tubuhnya dan menatap ke arah dirinya.


__ADS_2