
"ahhh ini.. hahahaha aku tidak tahu mendapatkan nya dimana"
demi apapun Hayat benar-benar kehilangan kata-kata nya, dia malu setengah mati dan sudah tidak tahu lagi harus menjawab apa pertanyaan dari pada Ahem saat ini.
dia seolah-olah baru saja kepergok mencuri oleh seseorang dan tidak bisa membela diri karena dia adalah pelaku yang sebenarnya.
"Mister...aku..."
Hayat pikir apakah dia harus bicara sejujurnya saja? tapi jika dia melakukan nya kemana dia akan meletakkan wajah nya?!.
aku tidak mungkin melakukan nya.
batin Hayat.
dia rasanya ingin sekali menenggelamkan dirinya kedalam samudra Hindia atau ke laut khatulistiwa, Hayat pikir seandainya dia tidak menjalin kerjasama dengan laki-laki yang ada di hadapannya itu dia bersumpah tidak akan pernah mau muncul di hadapan laki-laki itu sekali lagi.
aku benar-benar bisa menjadi gila.
batin Hayat frustasi.
gadis itu buru-buru menyambar wine yang ada di hadapannya, dia langsung meminumnya dalam satu kali tarikan nafas tanpa berpikir dua tiga kali.
detik berikutnya dia kembali menuangkan wine yang ada di dalam botol di hadapannya, lagi dia dengan cepat menghabiskan minuman tersebut, dan pada akhirnya gadis itu melakukannya berkali-kali karena rasa panik yang melanda dirinya.
melihat hal tersebut jelas saja membuat Ahem mengerutkan keningnya, dia langsung menghentikan gerakan gadis itu dengan cepat karena takut gadis itu akan mabuk cepat atau lambat.
"aku pikir kamu terlalu banyak minum, Hayat apa kamu baik-baik saja?"
laki-laki itu menatap khawatir ke arah gadis yang ada di hadapannya itu, dia pikir apa dia sedikit keterlaluan membawa gadis itu bercanda dengan keadaan.
__ADS_1
"No ..aku baik-baik saja"
Hayat bicara dengan cepat kemudian berusaha melebarkan senyumannya, di detik berikutnya gadis tersebut buru-buru langsung menikmati hidangan makanan yang ada di hadapannya dengan perasaan galau dan juga gelisah.
Ahem terlihat diam, dia menikmati ekspresi gadis tersebut untuk beberapa waktu, membiarkan Hayat perlahan menghabiskan makanan yang ada di hadapannya tersebut, di mana dia membiarkan bola matanya tidak lepas menatap dan memandangi wajah cantik yang ada di hadapannya itu.
rasanya waktu berlalu dengan sangat cepat, pada laki-laki tersebut masih ingin menikmati pemandangan wajah yang ada di hadapannya namun rupanya malam telah meninggi dan larut, dia jelas tidak mungkin menahan gadis itu lebih lama di sana.
begitu Hayat menyelesaikan makanannya laki-laki tersebut kemudian berkata.
"Aku pikir kamu sedikit tidak baik-baik saja karena wine yang diminum tadi, biar aku yang mengantarmu dan sekretarisku yang akan membawa mobilmu"
ucap ahem Kemudian.
Hayat ingin menolaknya, mencoba bangkit dari duduknya, tapi tiba-tiba dia merasa kepalanya sedikit pusing dan dia berjalan sedikit sempoyongan.
persis seperti kata Ahem, sepertinya dia terlalu banyak minum wine nya karena efek panik dan juga bingung tadi.
gadis tersebut terlihat mengangguk kan kepalanya, berusaha untuk berjalan tapi kepalanya terasa sedikit pusing.
hahhhh.
sudah tahu hanya kuat minum beberapa gelas, Malah ngotot minum satu botol penuh.
Hayat mengeluh sendiri didalam hati nya.
gadis tersebut mencoba kembali duduk.
melihat ekspresi Hayat seketika membuat Ahem mengulum senyumannya.
__ADS_1
"berikan tangan mu"
ucap laki-laki tersebut cepat.
"apa?"
Hayat mendongakkan kepalanya.
"aku akan menggendong mu di punggung ku"
"ya?"
Hayat bertanya Sembari mengerutkan keningnya.
"kemarilah"
Ahem kemudian berjongkok, dia menunggu Hayat naik ke punggung nya.
"ohhhh aku jadi merindukan dia"
gadis itu buru-buru naik ke punggung Ahem.
"siapa?"
Ahem langsung berdiri, benar-benar menggendong gadis tersebut dan membawa nya turun ke bawah.
"hmmm seseorang"
Hayat malah menyandar kan kepalanya dipunggung Ahem, membiarkan dirinya tenggelam dalam rasa yang dia rindukan, dia pikir seperti nya dia mulai mengantuk, efek minum membuat dia terkadang bicara ngelantur dan mengantuk bahkan mungkin melakukan hal-hal di luar batas normal nya.
__ADS_1
Ahem seketika menggelengkan kepalanya.