
Mansion utama Azzurra
Hayat terlihat menghela nafasnya untuk beberapa waktu ketika dia telah berada di dalam mobilnya, malam ini dia telah siap-siap untuk pergi berangkat menuju ke titik lokasi yang telah diberikan tuan Ahem kepada dirinya.
Entah bagaimana perasaan yang sebenarnya saat ini tapi Hayat mencoba untuk bersikap setenang mungkin.
meskipun sedikit bingung karena laki-laki itu berkata mereka akan bertemu di restoran xxxxxxxx, di mana sebenarnya makan malam itu jadi seperti terlihat mereka sedang mencoba mengambil kencan, namun Hayat sama sekali tidak mempermasalahkannya, yang dia permasalahkan saat ini adalah bagaimana dia mencari saudara kembarnya sedangkan dia tidak memiliki kembaran sama sekali.
Fuhhh.
Gadis tersebut kembali mengehela kasar nafasnya dengan berat.
sejenak bola matanya menatap ke arah handphonenya untuk beberapa waktu dimana bisa dia lihat laki-laki dari keluarga Hillatop tersebut mengirimi nya pesan.
Sudah berangkat?.
Hayat mengernyitkan dahi nya.
Apakah seorang rekan bisnis dan bos harus mengirimi rekan bisnis mereka pesan singkat?!.
__ADS_1
Hayat bertanya polos di dalam hatinya.
pada akhirnya jemari indah gadis tersebut bergerak mengetik pesan di dalam handphonenya.
Yah aku sudah...
Eh... tunggu dulu.
Hayat menghapus kata-kata nya.
Yah kami sudah berangkat.
Hayat buru-buru memotret dirinya dengan penampilan yang sekarang, didetik berikut nya gadis tersebut buru-buru meraih sebuah Wig dan jaket, kemudian dia mulai meraih kaca mata hitam dan memotret Kembali dirinya.
Aiyooooo aku benar-benar terkutuk.
Batin Hayat sambil berusaha menghadap kearah kamera, dia memotret dirinya sendiri sembari mencoba untuk melebarkan senyumannya.
"Perfect"
__ADS_1
batin gadis itu cepat kemudian langsung mengirim foto dirinya gimana dengan dua penampilan yang berbeda kepada Ahem.
Setelah Hayat selesai mengirimkan foto tersebut, Gadis itu kemudian meletakkan handphonenya begitu saja di atas dashboard mobil sembari dia melepaskan rambut wig nya, syal san kaca mata hitam miliknya, kemudian gadis tersebut mulai melajukan mobilnya secara perlahan keluar dari mansion orang tuanya dan pergi menuju ke restoran xxxxxxxx di mana Ahem yang katanya telah menunggu dirinya.
meskipun sebenarnya jantungnya saat ini berdetak tidak beraturan karena gugup, tapi Hayat mencoba untuk menetralisir detak jantungnya.
gadis itu mulai fokus menyetir mobilnya dan mencoba untuk bersikap setenang mungkin saat ini sembari sesekali bola matanya melirik ke arah wig, syal dan kaca mata hitam yang dia geletakkan di kursi samping sopir dimana dia saat ini duduk mengendarai mobil kesayangan nya.
gadis itu pikir malam ini pasti akan sangat melelahkan di mana dia akan meneruskan aksi nilainya hanya untuk menipu laki-laki tersebut.
ini adalah hal yang paling tidak masuk akal yang harus Hayat lakukan di dalam seumur hidupnya, dia pikir bagaimana bisa dia berurusan dengan laki-laki tersebut yang merupakan investor penting di dalam perusahaan keluarganya.
jika dia bisa mengulang waktu dan memilih dia tidak ingin kejadian kecelakaan itu berlangsung karena bagi Hayat semuanya bermula dari kecelakaan motor di mana dia menabrak mobil laki-laki tersebut.
seandainya ini adalah mimpi yang panjang dia rela bangun sekarang juga agar tidak lagi meneruskan mimpi gila ini.
entah berapa jauh perjalanannya hingga akhirnya dia tiba di restoran di mana dirinya dan ahem telah berjanji.
gadis itu pikir dia akan menjadi siapa lebih dulu?. Dirinya sendiri atau kembaran nya yang tidak pernah ada?!.
__ADS_1