Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak

Tuan Dingin Jatuh Cinta With Miss Somplak
dia mengenal nya


__ADS_3

Hayat seketika tercekat, dia menggigit bibir bawahnya sambil melebarkan senyuman nya.


"Hahahahaha"


Tawa nya terdengar terlalu sumbang, seperti orang bingung harus memulai penjelasannya dari mana.


apakah dia harus bicara jujur atau harusnya diam saja dan melanjutkan sandiwaranya.


tapi bukankah sebuah kejujuran harganya sangat mahal? papanya selalu berkata,


Jujur itu mahal meskipun menyakitkan.


jadi sekarang dia harus jujur saja begitu? tapi.... bukan sangat memalukan sekali saat dia berkata jujur dia tidak memiliki kembaran?!.


Ahem akan tahu jika yang menabraknya adalah dia, yang menciumnya adalah dia bahkan yang beraba-raba inti laki-laki tersebut juga adalah dirinya, bayangkan bagaimana rasa malunya dia saat Ahem mengetahui semua itu?!.


"Kenapa?"


Ahem kura-kura bertanya sembari laki-laki tersebut menoleh kearah Hayat, detik selanjutnya laki-laki itu kembali menatap kearah jalanan.


"sepertinya aku lupa membawa dia"


Jawab Hayat asal, dia menelan ludah nya, mencoba membuang pandangannya ke samping jendela, tidak sanggup menatap kearah Ahem, terlalu mengerikan jika laki-laki tersebut kembali bertanya soal kembaran angin nya.


"Lupa membawa nya?"


Ahem terlihat mengerutkan keningnya.


"itu terdengar seperti jika kembaranmu adalah barang, seperti boneka aksesoris dan lain sebagainya"

__ADS_1


Protes Ahem cepat.


"Ahhhh iya soal Swiss"


Hayat buru-buru mencoba mengalihkan pembicaraan, dia ingat Ahem bertanya soal Swiss pada diri nya tadi.


"aku pernah tinggal di Swiss cukup lama dan aku bertemu dengan banyak teman di sana, kamu tahu? bahkan aku pernah sekolah di sana untuk beberapa tahun lamanya"


gadis tersebut benar-benar berusaha ekstra untuk mengalihkan pembicaraan, dia tidak ingin Ahem membahas soal kembaran nya saat ini.


Saat gadis tersebut bicara soal Swiss seketika Ahem diam, laki-laki tersebut kemudian berkata.


"Benarkah?"


"He em, aku tinggal disana bahkan sekolah disana, aku minta tinggal di Swiss karena aku ingin ikut dengan sepupu ku dimana dia sejak awal memang ada di sana bersama orang tuanya"


Hayat mulai bersemangat bercerita, berharap laki-laki tersebut melupakan soal kembaran nya.


Ahem seketika bertanya.


"Tentu saja ada, bahkan aku sangat akrab dengan mereka saking baiknya"


"Tidak kurang dari satu?"


"He em"


Hayat menganggukkan kepalanya.


"laki-laki dan perempuan, apa kamu tahu aku ini terkenal tomboy pada masa anak-anak mister, bahkan semua orang berpikir apakah aku akan jadi Perempuan saat dewasa"

__ADS_1


Hayat tiba-tiba bernostalgia,dia jadi mengingat masa anak-anak nya.


"Aku bisa melihat nya, kamu pasti tomboy, tidak takut laki-laki dan sangat aktif, kamu suka memanjat dan tidak kenal takut pada apapun dimasa itu"


Ahem bicara dengan cepat.


Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Hayat membulatkan bola matanya.


"Bagaimana kamu tahu?"


dia seketika jadi malu, menutup kedua belah pipinya dengan kedua belah telapak tangannya.


"aku benar-benar memiliki karakter seperti itu dulu, bayangkan bagaimana khawatirnya mama dan papaku, bahkan mama berkata jika aku tidak bisa berubah menjadi perempuan dia ingin bunuh diri saja hahaha"


Hayat bicara kemudian tertawa terbahak-bahak, tidak ada kesan jaim dan lain sebagainya ketika dia bicara dengan Ahem, baginya dia lebih suka menjadi gadis apa ada nya, tidak ingin menutup realita tentang karakternya di hadapan laki-laki tersebut.


karena kebanyakan orang akan menutup tentang karakternya pada orang yang tengah dekat dengannya hingga pada akhirnya ketika seseorang itu tahu bagaimana karakter mereka itu akan menjadi sebuah penyesalan mendalam karena mengenal sosok gadis yang penuh tipu daya.


"Aku pun memikirkan hal yang sama, karena itu saat melihat mu yang seperti itu membuat ku berpikir kamu sudah sangat banyak berubah"


Ahem bicara cepat, menyetujui ucapan Hayat.


Gadis tersebut terlihat mengangguk kan kepalanya sambil terus mengembangkan senyuman nya, namun pada beberapa detik berikutnya seketika Hayat terkejut saat dia menyadari apa yang diucapkan oleh Ahem.


Dia buru-buru langsung menoleh ke arah laki-laki tersebut sembari membulatkan bola matanya.


"Maaf...apa?"


Hayat seketika tercekat, tidak tahu kenapa tapi jantung nya seketika berdetak dengan sangat kencang saat dia menyadari arti kalimat yang diucapkan oleh Ahem tadi.

__ADS_1


"Apa mister mengenal ku di masa anak-anak?"


Tanya nya dengan nada yang sedikit tertahan.


__ADS_2