
Nenek Gemmy menghela nafas panjang. Drama bumil dimulai lagi.
"Mendingan sekarang ayo makan dulu aja. Ntar dicoba nelpon Arka lagi" saran nenek Gemmy.
Menangis ternyata buat lapar juga. Tania ikutan nenek yang berjalan mandahului menuju meja makan.
Tania makan dengan lahap.
"Pelan-pelan. Nggak ada yang minta" celetuk mama Rosa.
"Abis mama sama nenek masakannya enak semua" puji Tania.
Belum juga habis semua, Tania menghentikan suapannya.
"Kenapa?" tanya nenek.
"Nggak ada udang goreng krispi kah?" tanya Tania tiba-tiba.
Nenek sama mama Rosa saling pandang dan sedetik kemudian saling nepuk jidat.
"Ada apa sih kalian? Kan aku cuman nanya" ucap Tania.
"Kamu ingin udang?" pandang nenek ke Tania.
"Enggak, nanya doang nek. Aku nggak mau ngrepotin kalian kok" ucap Tania.
Kali ini di meja makan pun Tania membawa ponsel yang baterainya baru terisi sedikit.
Diraihnya ponsel yang masih saja hening sampai sekarang.
"Kenapa nggak kau kirimin pesan lagi aja sih, daripada repot nungguin Arka nelpon" kata mama yang melihat Tania gelisah.
"Aaahhhhhhaaa, benar juga apa kata mama. Kenapa aku nggak kepikiran sedari tadi sih" tukas Tania dengan wajah sumringah.
"Piye to kiihhhhh?" tukas mama Rosa menirukan seorang vlogger di Youtube.
"Ha...ha...mama sudah kena sindrom ngevlog" ledek Tania menimpali mama.
Tania kembali ke kamar, hendak mengirim pesan ke sang suami.
"Jangan tidur malam-malam. Tak baik buat kesehatan ibu hamil" ucap nenek Gemmy menasehati.
"Siap lapan enam nek" tandas Tania.
Sampai kamar,
"Sayang, maaf tadi lagi ngobrol sama nenek dan mama Rosa di ruang tengah. HP nggak kebawa" jelas Tania dalam ketikan pesan.
Sambil menunggu balasan Arka, Tania menelpon Pandu.
"Halo Pandu, sudah ada perkembangan selanjutnya?" tanya Tania.
"Ini aku bersama tuan Arga nyonya. Sepertinya tuan Arga sudah tahu siapa dalangnya" beritahu Pandu.
__ADS_1
"Baiklah, besok suruh Arga ke Panapion. Aku juga akan ke sana" suruh Tania.
"Baik Nyonya" tukas Pandu mengiyakan.
.
Arka terjaga dari tidur, "Jam berapa ini?" gumamnya.
"Oh, sudah pagi ternyata" kata Arka setelah melihat jam digital yang terpajang di dinding kamar.
"Sebentar lagi persiapan operasi" lanjut Arka dalam gumaman.
Arka hendak menelpon Tania kembali, tapi dia urungkan. Dia tak ingin membuat sang istri cemas waktu tindakan operasi.
Pesan dari sang istri pun terlewat begitu saja. Karena Arka fokus dengan persiapan operasi, apalagi dokter Jack dan dokter Nicko menghampiri dirinya.
"Are you ready mr. Arka?" tanya dokter Nicko.
"Sepertinya begitu...he...he..." Arka berusaha menghibur dirinya sendiri.
"Santai bro..." canda dokter Jack.
Arka didorong oleh perawat ke ruang bedah sentral, dokter Jack dan dokter Nicko telah menunggu di sana.
Pengawalnya pun dengan setia mengikuti ke mana sang bos dibawa.
"Tuan muda, ponsel anda?" tanya salah satu pengawal.
"Kamu bawa saja. Beritahu keluarga di Indo jika memang ada hal yang tak diinginkan" perintah Arka.
"Doakan saja semuanya lancar" lanjut Arka.
"Baik tuan" tukas pengawal mengangguk hormat, sampai brankar yang membawa Arka masuk ke dalam ruang kamar operasi.
Setelah obat bius masuk, Arka merasa entah mau didorong ke mana tubuhnya. Tiba-tiba hening dan tak tahu apa yang terjadi.
Arka memang sempat berpesan kepada dokter Nicko, jika menginginkan general anesthesi.
Operasi yang diperkirakan berjalan dua sampai tiga jam, ternyata lima jam baru selesai.
Dokter Jack duduk bersandar di tepian kursi, lega karena berhasil mempertahankan tulang-tulang penyangga kaki Arka.
Arka tersadar saat tiga jam pasca operasi. Dia lihat sekeliling, "Apa aku sudah di ruang recovery?" gumamnya lirih.
Kaki kanannya pun mulai terasa nyeri dan ngilu meski belum seberapa. "Efek biusnya masih terasa" batin Arka.
Masih perlu perjalanan panjang untuk pasca operasi.
Proses rehabilitasi medik masih perlu dijalani Arka untuk proses menuju kesembuhan.
Dan itu perlu waktu yang lumayan panjang. Bisa berbulan-bulan Arka di sana.
Ponsel yang dipegang oleh pengawalnya saat menjelang operasi. Tak diminta kembali oleh Arka. Dia ingin pengawal itu menyerahkan kembali ponsel saat dirinya akan balik Indo, karena ingin fokus ke proses penyembuhan.
__ADS_1
.
Tania pun demikian, tak lagi sibuk mengirim pesan ke Arka.
Dia malah disibukkan urusan Panapion dan juga perusahaan Mutia yang juga menjalin kerjasama dengannya.
Belum lagi Blue Sky yang juga ingin memakai jasanya untuk menjadi penasehat hukum perusahaan.
Awal kehamilan yang biasanya mengalami emesis, hal itu tak berlaku bagi Tania. Tania fine-fine ajah.
Kejadian kecelakaan Arka yang sempat viral saat itu, meninggalkan tuduhan kepada tuan David atas pembunuhan berencana.
Karena bukti-bukti yang diserahkan oleh Arga semua mengarah kepada tuan David sebagai dalang di balik kejadian Arka.
"Tania, nggak usah buru-buru. Sarapan dulu" suruh nenek yang menunggu Tania di meja makan.
Mama Rosa yang sampai sekarang masih berada di mansion, mengiyakan apa yang disuruh nenek.
"Duduklah!" tukasnya.
"Kapan waktunya periksa?" sela nenek.
"Dua hari lagi nek" jawab Tania menimpali.
"Tak terasa kehamilan kamu sudah hampir empat bulan yaacchhhh???" tukas mama Rosa senang.
"He...he...iya Mah. Dan sampai sekarang papa nya belum kasih kabar nek. Semoga saja papa Arka masih ingat jalan pulang ya nak" ucap Tania dengan mengelus perut yang mulai membuncit.
"Pastilah. Papamu sedang berjuang, jangan lupa berdoa" ucap nenek untuk menguatkan Tania.
"Pasti nek" sahut Tania.
Tania hari ini ada jadwal pertemuan dengan Mutia.
Sebagai penasehat hukum di Mutia Bakery, Tania harus mendampingi Mutia saat hendak menjalin kerjasama dengan perusahaan tepung terbesar di negara ini.
Kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak tentunya.
"Nek, Mah, Tania pergi dulu" pamit Tania dan menyalami kedua orang itu.
"Acara hari ini kemana?" tambah nenek yang selalu saja kuatir jika Tania pergi dengan sopir.
"Mau ke Mutia Bakery nek. Mau minta gratisan roti...he...he...." gurau Tania.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...
Koinnya jangan ketinggalan.
Klik juga iklannya
__ADS_1
💝