Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Tertangkapnya DPO


__ADS_3

Arka tengah sibuk operasi dengan pasien bejibun. Kabar awal yang diberikan Arka untuk pasien yang dilimpahkan kepadanya ada lima dengan patah tulang terbuka. Yang lain masih tahap observasi di IGD.


"Loh, Tania nungguin Arka?" Bara yang baru datang menghampiri Tania yang duduk di depan ruang bedah sentral.


"Heemmmmm", Tania sembari mengangguk menjawab Bara.


"Bakalan lama loh" beritahu Bara.


"Ya, gimana lagi. Bos minta ditungguin" sebutan Tania untuk Arka.


"Masuk aja yuk, tunggu di ruang dokter" kata Bara.


"Emang boleh?" tukas Tania.


"Di ruang dokter, bukan area steril. Nunggu aja di sana. Wah, Arka nih gimana? Nggak kasihan istri apa" gumam Bara.


"Kak, aku ke kantin aja. Daripada di sini bengong" tolak Tania.


"Sendirian? Nggak papa?" Tania mengangguk.


"Oke, hati-hati. Ntar di dalem kubilangin Arka" sambung Bara.


"Oke dech kak" Tania beranjak.


"Oh ya, kantin sebelah mana?" tanya Tania.


"Lurus, mentok belok kanan. Nah di lorong itu kantinnya" beritahu Bara.


"Sippp kak, selamat berjuang. Fighting!!!!" ujar Tania menyemangati. Sudah seperti artis Korea aja dia.


Tania berjalan menyusuri lorong seperti yang ditunjukin oleh Bara barusan.


Tania tak sengaja berpapasan beberapa petugas berwajib yang berpakaian preman. Tentu saja Tania sangat mengenal dengan gaya mereka, meski orang awam bakalan tak mengenal siapa mereka.


Tania yang memakai masker tentu saja banyak yang tak mengenali. Maklumlah dia sekarang selebgram new comer, dan lawyer terkenal.


Dia duduk di pojokan kantin.


"Kak" panggil Tania ke arah pelayan yang melewatinya.


"Iya, silahkan" pelayan itu memberikan buku menu ke Tania.


Karena jam menunjukkan habis makan siang, tentu saja suasana kantin lumayan sepi. Membuat Tania lebih leluasa mengamati sekitar.


"Kak, susu jahe hangat sama ini aja kak" pesan Tania menunjuk ke dessert yang dijual di kantin itu.


"Oke kak, wait" pelayan itu berlalu menjauhi Tania.


Tania mengamati lalu lalang orang yang lewat kantin.


"Banyak juga petugas yang dikerahkan" batin Tania.


Melihat saja, Tania bisa menerka. Jika anggota yang bergerak di rumah sakit ini ada puluhan orang. "Lumayan rapi lah pergerakan mereka" kata Tania bermonolog.


Ponsel Tania berdering, "Heemmmm, Arkan nih" celetuk Tania saat melihat layar ponsel nya.


"Bisa-bisanya dia seenak jidat nelpon setiap saat" Tania masih saja berbicara sendiri.


"Halo, barusan aja ketemu. Sekarang udah nelponin aja. Kangen kah?" canda Tania.


"Ha...ha...ogah gue ngangenin loe. Arka sudah nyiapin gorok buat gue. Gara-gara nyulik loe aja, gue berakhir di sini" Arkan terbahak di ujung telpon.


"Cepetan, mau bilang apa loe? Gue di rumah sakit nih" kata Tania.


"Gue tahu. Anderson ada di sekeliling loe. Hati-hati. Sebisa mungkin loe jangan keluar area rumah sakit dulu" bilang Arkan.


"Ediaaaannnn...loe kok tahu aja sih pergerakan gue" umpat Tania.


"Yang tenang. Semua demi loe aman dan bisa ngebela gue. Itu saja. Selebihnya gue nggak ada urusan" kata Arkan.


"Sialan loe" umpat Tania.


"Oh ya, kirim muka orang yang kamu bilang tadi. Barangkali aja rejeki gue bisa ketemu sama dia" pinta Tania


"Kamu ini memang gila Tania. Kalau yang lain berusaha menghindar, loe malah mendekat. Kamu nggak tahu seberapa bahaya nya dia" Arkan mengingatkan Tania.


"Aku kan bilang, kali aja ketemu. Bukan mencari bro. Asal loe tahu banyak petugas berpakaian preman di sini" bisik Tania.


"Ha...ha...loe ini tahu apa pura-pura nggak tahu? Bisa saja mereka datang karena ingin ngelindungin si A, bukan untuk menangkapnya" lanjut Arkan.


"Intinya loe hati-hati. Kalau bisa lekas pulang sana. Ngapain lawyer di rumah sakit? Operasi juga nggak bisa" ledek Arkan.

__ADS_1


"Sial loe" umpat Tania dan panggilan Arkan dia tutup begitu saja.


Tania tak sengaja melihat orang dengan postur lumayan tinggi daripada yang orang kebanyakan. Pakai topi dan bermasker. Melihat sekilas sih orang itu seperti bukan orang lokal.


Dia berjalan sedikit tertatih. Sepertinya dia berusaha menahan rasa sakit.


"Kok tujuannya kantin, bukan ke IGD?" pikir Tania. Tapi masih mengamati.


Orang itu memesan makanan.


Saat dia membuka masker, dan hendak makan.


Tring...ponsel Tania berbunyi dan ada sebuah notif pesan dari Boy yang mengirimkan gambar Anderson.


"Hah? Dia orangnya?" Tania terperangah.


Tania pun mengambil gambar orang itu diam-diam dan mengirimkan ke Boy.


"Dia orangnya nyonya" ketik Boy.


Padahal wajah Anderson banyak terpampang di sosmed dan berita. Bagaimana Tania bisa melewatkan itu. Maklumlah beberapa hari terakhir dia disibukkan dengan persiapan sidang Arkan. Kalau tak bersama Angel dan Maura mana sempat dia nyalakan tivi. Tania terlalu sibuk dengan Arditya dan juga bayi besar nya, Arka.


Tania memikirkan cara meringkus DPO di depannya ini.


Beberapa petugas lewat begitu saja di depan kantin.


"Hemmm, sepertinya orang ini memang dilindungin" batin Tania.


"Aku harus membuat perhatian orang-orang tertuju di sini" kata Tania.


Setelah meminum susu jahe hangat dan makan sedikit desert yang dipesan. Masker pun sudah nangkring di hidungnya. Tania sengaja melewati orang yang sibuk makan barusan.


Berpura-pura terantuk kaki meja Tania menubruk orang itu.


"Maaf...maaf tuan. Saya tak sengaja" kata Tania beralibi.


"Tidak apa-apa nyonya" jawabnya dan akan meneruskan makan.


Tania menatap laki-laki itu.


"Loh, bukannya anda tuan Anderson. Buronan yaaaa????" kata Tania sengaja mengeraskan suara agar kedengaran yang lain.


Beberapa petugas menghalangi untuk melindungi orang itu.


Tapi sepertinya ada juga petugas yang berseberangan. Mereka ingin menangkap Anderson.


Dengan bantuan anak buah Arka dan Arkan yang tak terlihat nyata, petugas yang berusaha ngelindungin kalah jumlah dengan petugas yang ingin menangkap.


Anderson pun bisa digelandang kembali ke rutan.


Tak menunggu lama, berita tentang penangkapan buronan kelas kakap kembali menghiasi layar kaca dan tentu saja layar ponsel juga.


Seakan menambah-nambahi, mereka juga menyebutkan kalau penangkapan itu bisa sukses karena ulah jahil seorang wanita.


Tapi dalam berita itu tak menyebutkan siapa wanita itu sebenarnya, hanya wanita bermasker.


Karena dia sukses mengenali DPO, makanya bisa ditangkap.


Bahkan dalam berita itu nyata-nyata menyampaikan rasa terima kasih kepada wanita bermasker tadi.


"Pasti ulah kamu kan Non?" ketik Angel dalam pesannya.


"Gokil loe" ketik Maura.


"Sial, gue kalah cepat sama loe" Arga pun mengirimkan pesan untuk Tania.


Hanya orang-orang yang kenal dekat Tania saja yang tahu kalau semuanya ulah istri Arka Danendra.


Bahkan Arka saja sampai saat ini tak tahu apa yang diperbuat sang istri saat menunggunya operasi di rumah sakit. Karena masih sibuk dengan pisau bedah.


Tania kembali ke tempat duduk nya di kantin. Untuk apa lagi, kalau bukan untuk menghabiskan susu jahe yang sudah dingin itu.


Ponsel Tania kembali berdering, kali ini tetangga sebelahnya yang nelponin. Siapa lagi kalau bukan Sebastian.


"Hei, wanita bar-bar. Hebat loe bisa nangkepin orang tadi" celetuk Tian.


"Kalau mau ngolok-olok, kututup aja panggilan loe" tukas Tania.


"Enggak, cuman nginfo aja. Besok loe musti ikut gue sama Dewa. Ada perusahaan yang akan aku akuisisi" terang Tian.


"Pasti gitu dech. Suka mendadak kalau kasih tau" tukas Tania mencelos.

__ADS_1


"Jangan lupa ijin sama Arka...ha...ha..... Oh iya dicariin Kenzo tuh. Katanya mau minta maaf sama suami loe" Sebastian semakin terbahak di ujung sana.


"Kenzo? Jadi loe juga tahu kalau aku ketemu sama dia?" tanya Tania membego.


"Tahu lah. Suami loe juga nanyain ke gue" bilang Tian.


"Jadi loe informannya. Sialan loe" umpat Tania kembali.


"Ha...ha...." Sebastian menertawakan Tania.


Karena sebal, Tania menutup panggilan sepihak. Berisik banget tuh orang-orang. Batin Tania.


Hampir tiga jam Tania duduk manis di kantin. "Bisa jamuran kalau gini terus" ujar Tania yang dilanda rasa bosan.


Tania membayar ke kasir apa yang dipesannya tadi.


"Eh nona, bisa minta fotonya dong" kata sang pemilik kantin.


"Kok minta foto?" sela Tania.


"Nona yang bantuin polisi tadi kan?" tanyanya.


"Kugratisin dech, tapi minta fotonya" ucap sang pemilik kantin. Tania hanya bisa menepuk jidatnya.


Ternyata bukan hanya sahabat-sahabatnya saja yang berisik, orang tak dikenalnya pun ikutan.


"Buka maskernya dong Nona" pinta sang pemilik kantin.


"He...he...maaf. Lagi pilek ini, takut nularin kalian" alibi Tania agar tidak ketahuan siapa dia sebenarnya.


Cekrak cekrek tak berfaedah. Menurut Tania.


Tania kembali ke depan ruang bedah sentral, berharap Arka segera selesai.


"Ah, kutungguin di mobil aja. Di sana gue bisa selonjoran. Kenapa nggak kepikiran sedari tadi sih" gerutu Tania.


Dia mengambil kunci mobil yang kebetulan tadi dititipin Arka karena dirinya tak membawa tas kerja.


"Nggak papa lah, sekali-kali jadi miss parkiran" gumam Tania.


Dengan mesin mobil menyala, pendingin menyala. Tak menunggu lama, Tania telah terbang entah ke mana. Terbuai mimpi yang tak jelas...he...he...


Arka berulang kali mengetuk mobil, tapi belum saja terdengar oleh Tania. Ditelpon pun tak ada respon. Sungguh luar biasa nyenyak tidur nya.


"Kenapa?" tanya Bara menghampiri.


"He...he...ketiduran tuh" kata Arka dengan arah mata menunjuk ke dalam mobil.


"Capek kali Tania menunggumu yang operasi berjam-jam. Apalagi dia juga sukses membantu penangkapan Anderson" bilang Bara.


"Oh ya?" tanya Arka tak percaya.


"Cek aja di sos med, istri loe trending lagi...ha...ha... Gue duluan" kata Bara berlalu begitu saja dari hadapan Arka.


Arka mencoba membuka akun sosmed nya.


Berita yang muncul memang sosok wanita bermasker yang membantu penangkapan penjahat kelas kakap.


"Istri gue memang lain daripada yang lain" gumam Arka sembari menyunggingkan senyum.


Kembali Arka mengetuk pintu mobil dengan sedikit keras.


Terlihat Tania baru menggeliat, dan dia buka jendela mobil.


"Sudah lama yank?" tanyanya seakan tak bersalah.


"Nggak kok, hanya setengah jam" ucap Arka.


"He...he....sorry. Ketiduran" ujar Tania saat Arka membuka pintu mobil.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini, happy reading.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteΒ  supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.


Klik juga iklannya


πŸ’

__ADS_1


__ADS_2