Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Pernikahan


__ADS_3

"Sekarang fokuslah ke acara nikah kalian. Urusan lain hempaskan dulu" saran Arga saat mereka dalam perjalanan.


Kebetulan ponsel Arka berdering, "Arka kau ini jangan buat nenek cemas. Ada apa kau ke Amerika?" cerca nenek saat panggilan tersambung.


"Siapa yang ke Amerika Nek? Aku ada di Indo ini" jawab Arka enteng.


"Kalau begitu kau harus datang ke rumah nenek. Kuhitung sejam dari sekarang" ancam nenek karena merasa tak percaya akan keberadaan Arka sekarang.


"Ish apaan sih nek" sergah Arka.


"Jangan lupa bawa Tania sekalian" nenek Gemmy masih melanjutkan ancamannya.


"Iya...iya...aku ke sana. Tapi lamaan dikit dari sejam" jelas Arka.


"Nggak, maksimal sejam harus sampe" tegas nenek.


Arka hanya menjawab dengan gerutuan.


"Bersyukur masih ada yang perhatiin" sela Arga.


"Nggak seperti aku, nggak ada sapa-sapa" imbuh Arga.


"Emang keluarga kamu pada kemana Arga?" tanya Tania yang memang belum tahu riwayat keluarga Arga.


"Panjang ceritanya...belum lagi lebar cerita...jadi kalau mau ceritakan, kita akan bersama sampai dua hari mendatang" Arga malah menanggapi dengan candaan untuk menutupi kegetiran hidupnya.


Tania ganti yang bengong.


"Sudahlah, hidup Arga biar dipikirin dia sendiri. Kita mikirin hidup kita aja, mau punya anak berapa?" ganti Arka yang bercanda dan disambut tawa Arga sekaligus Pandu.


"Sekarang aja bilang begitu, terus siapa kemarin yang galau?" cela Tania.


.


Tepat sejam mereka telah berada di kediaman nenek Gemmy.


Di sana sudah lengkap ada Papa Rendra dan juga mama Rosa selain nenek Gemmy.


"Ada apa ini?" tanya Arka.


Nenek Gemmy sampai gemas melihat ulah dan tingkah cucunya.


"Bisa-bìsanya kalian membuat cemas penduduk seandromeda" kata nenek Gemmy karena merasa geregetan dengan ulah Tania dan Arka.


"Apa yang kalian cemaskan?" tanya Arka karena merasa tak paham.


"Kalian darimana saja sampai dua hari menghilang? Ada yang bilang kalau lagi kerja di Amerika, satunya lagi ponsel malah dimatikan dan membuat semua cemas" cerocos nenek.


"Terus, apa yang terjadi dengan Hamzah? Jelaskan!" tegas nenek.


"Kalau nenek tidak mencari Hamzah tadi pagi, tidak ada yang cerita kalau dia kecelakaan kan?" kilatan marah memang terlihat di wajah yang mulai menua itu.

__ADS_1


Arka terdiam dan Tania menunduk.


"Iya, sekarang Tania bisa selamat. Untuk lain kali aku harap tidak ada kejadian seperti ini lagi" tandas nenek Gemmy. Arka dan Tania kompak mengangguk.


"Rendra, Rosa melihat keduanya yang hampir bersama dua harian ini. Kira-kira apa yang harus kita lakukan terhadap mereka?" tanya nenek siap menerima saran.


"Besok nikah" jawaban Rendra dan mama Rosa sungguh kompak. Membuat Tania dan Arka ikutan kaget.


"Hah...? Beneran Pah?" sela Arka.


"Heemmmm" tuan Rendra hanya berdehem menjawab pertanyaan Arka.


"Wah, nggak bisa begitu dong. Kita juga nggak bersama terus kok selama dua hari ini" jelas Tania.


Sementara Arka terdiam tak membantah. Paling ini akal-akalan nenek supaya acara nikah dipercepat.


"Aku siap nek, nikah dengan Tania besok" ucapnya tegas, sampai membuat Tania terkaget juga.


"Bagus. Rendra kau siapkan besok acaranya" suruh nenek Gemmy.


"Mah, kenapa kau tak menolak. Terus nanti di rumah kita, persiapannya?" Tania memegang lengan mama Rosa untuk bertanya.


"Kalian berdua tinggal duduk, dan Arka siap mengucapkan ijab kabul. Untuk yang lain sudah menjadi urusan nenek" sela nenek Gemmy.


Arka membisikkan sesuatu ke Tania yang membuat Tania terkicep tak lagi menyanggah apapun.


"Sudah paham kalian? Intinya kita selaku orang tua merasa kecewa karena ulah kalian. Apalagi menempatkan salah satunya dalam keadaan bahaya" jelas papa Rendra.


"Terserah kalian aja deh" kata Tania akhirnya bisa menerima keputusan ketiga orang tua yang sangat menyayangi dirinya maupun Arka.


.


Dan keesokan hari, pernikahan Arka dan Tania digelar.


Setelah terdengar kata sah dari para saksi maka pernikahan Arka dan Tania pun telah resmi dan mereka telah menjadi sepasang suami istri.


Acara pesta tetap akan diadakan sesuai rencana awal, hanya acara ijab kabul saja yang dimajukan.


Ucapan beberapa orang yang hadir di sana, membuat Tania dan Arka nampak bahagia.


"Sayang, setelah acara ini selesai. Aku boyong kamu ke apartemen" bilang Arka.


"Mama Rosa gimana dong?" tanya Tania yang masih saja memikirkan keberadaan mamanya.


"Tania, sekarang kau telah resmi menjadi nyonya Arka, maka sebaiknya kau mengikuti kemanapun suamimu pergi. Dan ingat kau sekarang menjadi tanggung jawab Arka" tegas mama Rosa.


"Mah, kau mengusirku?" tanya Tania membuat mama Rosa tak bisa menyembunyikan kesedihannya. Bagaimanapun Tania adalah putri semata wayang yang sebentar lagi akan meninggalkan dirinya.


"Kami akan sering berkunjung Mah" janji Arka untuk mengurai kesedihan di antara putri dan mamanya itu.


Demikian juga nenek Gemmy dan papa Rendra terlihat bahagia. Plong rasanya bisa mengantarkan Arka menemukan belahan jiwanya.

__ADS_1


Selesai acara, Arka benar-benar membuktikan ucapannya.


Dia ajak Tania untuk tinggal di apartemen yang selama ini ditempati olehnya sendirian.


"Aku belum packing baju untuk pindahan" sela Tania untuk mengulur waktu untuk berpisah dengan mama Rosa.


"Nggak usah repot, ntar kita mampir mall untuk beli segala sesuatu yang kau perlukan" tulas Arka.


"Daripada boros sayang, mending aku minta mentahnya saja dech" tolak Tania halus.


"Ini sudah menjadi kewajiban aku untuk memenuhi kebutuhan kamu. Nih!" kata Arka sambil menyerahkan sebuah kartu.


"Untuk?" tanya Tania.


"Terserah mau kau pakai apa, itu sudah menjadi hak kamu" imbuh Arka.


.


Saat ini mereka telah berada dalam sebuah mall besar.


"Sayang, sekalian kita fitting yuk. Mumpung di sini" ajak Tania.


"Oke" Arka mengikuti langkah Tania. Tania masuk untuk mencoba memakai gaun yang telah dipesan sebelumnya.


"Wah, kita bener-bener jodoh tuan Arka. Nggak di restoran nggak di sini. Aku selalu bertemu dengan anda" celetuknya.


"Sendirian?" tanyanya, karena saat ini dia hanya tau Arka sedang tidak ada teman. Makanya dia berani mendekat mumpung tidak ada teman yang selalu menempel ke Arka.


"Tidak, aku sedang bersama istri" jelas Arka.


"Ha...ha....mana ada seorang CEO menikah tanpa terpublish, aneh" celetuknya.


Arka hanya tersenyum sinis tanpa sedikitpun berkata.


"Sayang, bagaimana?" tanya Tania yang suaranya membuat seseorang yang dipanggilnya langsung menoleh kepada dirinya. Arka nampak terpana melihat Tania.


Tania malah fokus ke wanita berada di samping Arka. "Bukannya dia Davina putri tuan David?" batin Tania.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote lagi supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Buat nambah imun othor lah, biar semangat nulis 😊😊😊


Vote...vote...vote...


Klik juga iklannya


πŸ’

__ADS_1


Salam sehat buat semua πŸ€—


__ADS_2