Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Nyonya Gaby


__ADS_3

Semenjak Arka diangkat menjadi CEO Panapion dan tuan Rendra tak menjabat lagi. Alhasil semua pemasukan nyonya Gaby turun drastis.


Sebenarnya bukan tuan Rendra sih yang memberikan begitu banyak kemewahan untuk nyonya Gaby. Tapi William sang adik lah yang banyak memberikan sumbangsih untuknya.


Tapi semenjak semua proyek diambil alih oleh Arka langsung, otomatis William tidak bisa diandalkan lagi.


Anak semata wayangnya apa lagi, selama ini hanyalah parasit bagi nyonya Gaby.


Akhirnya hari ini, Nyonya Gaby memutuskan untuk menemui Arka langsung.


Jika saja Arka bertolak belakang dengan keinginannya, maka nyonya Gaby bertekad akan mengancam sang CEO baru itu.


Hampir dua jam nyonya Gaby menunggu kedatangan Arka di lobi. Karena saat berusaha masuk untuk ke ruangan CEO dia dihadang oleh beberapa security.


Jangan ditanya tuan Rendra ke mana. Semalam dia tak pulang. Sehingga mesin uang nyonya Gaby bisa berhenti tiba-tiba.


Apalagi dua hari lagi jadwal arisan sosialita sudah menunggu. Esok dia harus mengantongi uang ratusan juta agar bisa hadir.


"Secepatnya aku harus menemui anak sialan itu" gumamnya sambil berjalan ke arah lobi perusahaan Panapion.


"Mba, tuan Rendra hari ini ada?" tanya Gaby basa basi. Karena saat ini Rendra bukan menjadi prioritas utamanya lagi.


Gaby ingin memeras Arka seperti dirinya memeras Rendra walau dengan ancaman.


"Maaf nyonya, anda siapanya tuan Rendra? Agar jika beliau datang bisa kita sampaikan siapa saja yang mencarinya" sapa resepsionis ramah.


"Bilang istrinya mencari" jelas nyonya Gaby.


"Maaf nyonya, setahu saya tuan Rendra tak beristri" karyawan cantik itu menimpali.


Gaby mulai jengah, karena tak ada yang menggubris. Memang tak salah apa yang dibilang pegawai itu, dirinya dan Rendra hanya menikah siri. Itupun karena ancaman-ancaman pihaknya.


Selama menikah pun, Rendra juga tak pernah menyentuh nya sekalipun. Makanya nyonya Gaby sering juga hangout untuk mencari daun muda yang bisa dia pakai untuk menuntaskan h4sr4t.


Rendra sebenarnya hanya ingin dia jadikan sapi perah.


"Kalau boleh saya tau, tuan Rendra masuk nggak hari ini?" tanyanya penasaran.


"Sepertinya kita tak melihat beliau sedari pagi" imbuh karyawan cantik sebelahnya.


"Kalau Arka?" lanjut nyonya Gaby.


'Siapa sih dia, berani-beraninya menyebut tuan muda hanya dengan nama saja' batin kedua resepsionis.


"Jangan heran ya, Arka itu anakku" bilang Nyonya Gaby.


'Dia pasti gila, wong jelas kalau mama tuan muda telah meninggal kok dia bilang mama nya. Aneh bin sinting' pikir resepsionis itu.


"Beneran aku mamanya. Kalau tak percaya tanya aja Arka saat dia datang" kata nyonya Gaby dengan keras.


Malah kedua resepsionis itu mengeluarkan tawa yang sedari tadi ditahan oleh mereka.


"Nyonya, anda jangan melawak!" kata mereka.


"Awas saja kalian, kalau Arka ke sini akan aku suruh untuk memecat kalian" tandas nyonya Gaby.


"Kak, ngapain kau ke sini?" tanya William yang menghampiri nyonya Gaby.

__ADS_1


"Kebetulan kau ke sini, beritahu mereka agar lebih sopan lagi ke tamu" ucap nyonya Gaby sengit.


Kedua resepsionis itu menunduk tak berani menatap William.


"Jangan kau perpanjang. Bikin pusing aja" seloroh William meninggalkan nyonya Gaby kakaknya.


"William, awas kau ya!!!" teriak nya di lobi membuat beberapa security mendekat.


"Nyonya, kalau anda ke sini untuk buat gaduh. Mohon maaf kami akan menyeret anda keluar" ucap tegas salah satu dari mereka.


Tak lama, Arka kelihatan berjalan mendekat dengan menggandeng Tania.


Nyonya Gaby buru-buru menghampiri.


Tapi pertemuan dengan Arka tak seperti yang dia harapkan. Bahkan Arka cenderung mengacuhkan, membuat nyonya Gaby meradang.


Arka bahkan meninggalkan nyonya Gaby yang masih bicara, membuat nyonya Gaby membisikkan sesuatu ke Arka.


Tapi tetap saja Arka tak peduli, bahkan para security bersiap mendekat untuk mengusir keberadaan wanita itu.


Nyonya Gaby keluar perusahaan dengan wajah kesal.


"Awas saja kau Arka, akan kubuat kau menyesal" gerutunya tak berkesudahan.


Dia mencoba menelpon William, tapi tak kunjung terangkat.


"Akan aku unggah video itu. Biar sekalian malu semua" kata nyonya Gaby terus saja bermonolog.


Nyonya Gaby mengambil ponsel dan hendak menelpon seseorang.


"Siapkan video itu dan pastikan menjadi berita viral!" perintah Nyonya Gaby.


"Apa? Lima puluh juta?" mata nyonya Gaby ikutan melotot kala mendengar nominal yang disebut oleh lawan bicaranya di telpon.


"Kau mau memerasku ya?" suara nyonya Gaby semakin keras. Hingga orang-orang yang berpapasan dengannya ikut mendengar apa yang dia ucapkan.


"Beri waktu aku sampai sore untuk uang depenya. Selebihnya akan aku lunasi jika pekerjaan kamu beres. Tapi lekas bereskan apa yang kuperintah tadi" tandas nyonya Gaby.


"Hah? Nunggu aku bayar depe dulu baru bergerak?" kata Nyonya Gaby tak percaya.


"Kalian ini bener-bener matre" umpat nyonya Gaby membanting ponsel di jok mobil samping kemudi.


Bukannya sebutan itu pantas untuk kau sendiri Gaby, olok othor. 😊


Gaby berusaha menelpon William kembali, dan kebetulan diangkat oleh sang adik.


"William, aku minta uang sepuluh juta. Saat ini juga transferlah" ucapnya.


"Kak, aku bener-bener nggak ada uang. Kau tau situasi nggak sih. Kau telpon Smith, suruh cepat bergerak" kata William menimpali kata Gaby.


Gaby kembali menggerutu karena semua tak berjalan sesuai keinginan dia.


.


Di Panapion.


"Apa kamu tak takut ancaman nyonya Gaby?" tanya Tania.

__ADS_1


"Nggak" Arka masih saja bisa santai.


"Serius dikit napa?" sela Tania.


"Kalau bisa santai, ngapain musti serius" sahut Arka.


"Kenapa kau nggak takut? Apalagi nama baik papa pasti akan dipertaruhkan dan juga perusahaan pastinya" kata Tania.


"Tenang dong sayang. Semua harus dihadapi dengan elegan" imbuh Arka.


"Pasti wanita itu sekarang bagai ular yang dilempari garam. Belingsatan" kata Arka.


"Kok bisa?" sela Tania.


"Kau ini pengacara pa bukan sih?" celetuk Arka membuat Tania bersungut.


"Dia tak mungkin kan langsung menyebarkan sendiri video itu. Pasti cari orang" tutur Arka.


"Dan semua perlu biaya. Mana ada dia uang sekarang. Makanya dia mulai mencari ku ke sini" tandas Arka.


"Sudah paham?" canda Arka.


Tania pun mengangguk.


"Kita santai aja sekarang. Kita fokus dengan persiapan pernikahan" saran Arka kembali.


"Orang-orang macam mereka, pasti akan mendekat kalau sudah kita kasih umpan. Tinggal kita mengeksekusinya dengan cara bagaimana, betul nggak?" tatap Arka ke arah Tania.


"Ternyata calon suamiku pintar juga" puji Tania tulus.


"Kasih hadiah dong" pinta Arka.


Semburat merah pipi Tania muncul kembali. Arka semakin ingin menggoda wanita di depannya.


Wajah Arka mendekat ke arah Tania, membuat detak jantung Tania berdegup kencang.


"Kau gugup?" tanya Arka dan Tania mengangguk.


"Padahal aku cuman ingin bilang kalau ada sisa makanan di sela gigi kamu sayang" bisik Arka.


"Arka Danendra!!!" teriak Tania kesal. Tapi Arka malah terbahak, candaanya berhasil dengan sukses.


Di ruang CEO itu terjadi aksi saling mengejar antara Tania dan Arka.


Saat Pandu masuk ruangan, Arka pun menghentikan lari. Alhasil Tania sukses menubruk badan kekar di depan nya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Buat nambah imun othor lah, biar semangat nulis 😊😊😊


Vote...vote...vote...


Klik juga dong iklannya

__ADS_1


💝


Salam sehat buat semua 🤗


__ADS_2