Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Trendingnya Tania


__ADS_3

Sekarang Tania sudah duduk di depan para pewarta dan bersiap menjawab apapun yang akan ditanyakan oleh mereka nantinya.


"Selamat sore teman-teman semua" sapa Tania akan memulai konferensi.


Semua pewarta yang awalnya gaduh, menengok ke arah sumber suara.


"Loh, bukannya anda nyonya Tania Fahira. Wah, ini nyonya nya Panapion dong" celetuk salah satu pewarta yang berada di sana.


"Apa yang anda lakukan nyonya?" tanya yang lain.


"Atau jangan-jangan anda adalah pengacara Nona Davina???" mereka semakin kepo dengan urusan Tania.


Padahal saat ini yang akan dibahas oleh Tania adalah kliennya, Davina.


"Nyonya, semenjak berita anda diculik. Baru kali ini anda muncul di hadapan publik. Boleh tahu apa alasannya?" tanya yang dipojok.


'Bagaimana sih ini? Kok malah aku yang menjadi juru bicara untuk diriku sendiri' batin Tania.


"Heemmmmm, berita penculikan saya terlalu dibesar-besarkan oleh kalian. Padahal aku aman-aman saja. Kenapa aku tak terlihat, karena aku juga ingin fokus dengan keluarga baru ku" terang Tania.


"Oh ya Nyonya, menurut gosip yang beredar apa benar tuan Arka tengah menjadi relawan di daerah bencana di negara lain?" tanya yang berada di depan.


"Aku harus menjawab bagaimana ya, nyatanya suami aku ijin pergi cuman ingin healing aja bersama kawannya seangkatan. Itu saja sih" ungkap Tania tanpa mau menyebut jika Arka memang benar menjadi relawan.


Memberi bantuan tak perlu digembor-gemborkan, itu menurut Arkan. Ilmu pertama yang didapat Tania darinya. Nyatanya punya anak yatim segitu banyak, tapi tak semua orang tahu.


"Sori teman-teman, saya duduk di sini bukan karena ingin menceritakan kehidupan pribadi ku, tapi sebagai perwakilan dari nona Davina" seru Tania menjelaskan.


"Loh, ada hubungan apa anda dengan Nona Davina nyonya?" mereka masih saja penasaran dengan istri pemilik perusahaan Rahardjo Grub itu.


Tania sampai mengusap tengkuk di hadapan para wartawan itu.


Inginnya tak membuat gaduh, sekarang malah dirinya sendiri yang menambah ramai suasana.


"Begini tuan dan nyonya. Perkenalkan saya Tania Fahira, saya duduk di sini sebagai kuasa hukum Nona Davina. Jadi benar apa yang disampaikan tadi oleh salah satu di antara kalian. Di sini saya ingin mengkonfirmasi atas berita yang terlanjur beredar luas" tandas Tania.


"Loh, bagaimana bisa anda menjadi penasehat hukum yang nyata-nyata Nona Davina adalah tunangan tuan Arkan yang disinyalir sebagai dalang dibalik penculikan anda" tanya yang lain.


"Saya punya alasan sendiri untuk itu dan belum ingin aku sampaikan ke publik" Potong Tania, karena kalau dijawab pertanyaan mereka tak akan berhenti begitu saja. Karena memang tugas mereka sih, mencari-cari berita.


"Jadi begini tuan dan nyonya, kembali ke topik awal. Saya duduk di sini ingin mengkonfirmasi bahwa keadaan Nona Davina sedang sakit dan belum bisa menemui kalian langsung. Nona Davina pastilah kaget dengan kondisi di dalam lapas yang tentunya sangat berbeda dengan kondisi bebas di luar lapas" terang Tania.


Salah satu mengangkat tangan untuk bertanya lebih lanjut.


"Silahkan" tukas Tania.

__ADS_1


"Apa benar Nona Davina sedang hamil seperti gosip yang beredar akhir-akhir ini?" tanya orang itu.


"Aku rasa itu sudah masuk ke ranah pribadi Nona Davina, bukan lagi ke masalah yang aku pegang. Jadi no komen" terang Tania.


"Lantas apa hari benar nona Davina ingin bunuh diri?" sela lainnya lagi.


"Betul, dan sekarang Davina dalam proses konsultasi dan pengawasan psikolog" lanjut Tania menjelaskan.


Semua kata-kata yang disampaikan Tania adalah berdasarkan fakta dan informasi yang didapat dari dokter yang merawat Davina.


"Maaf, aku rasa cukup jelas apa yang saya sampaikan. Aku harap setelah konferensi ini, tidak ada lagi berita simpang siur yang memberitakan hal buruk tentang klien saya. Terima kasih" Tania menutup konferensi itu.


Tania kembali ke kamar Davina yang telah dipindah ke ruang rawat. Oleh Boy, Davina diambilkan kamar vip sesuai perintah sang bos.


"Boy, sudah kuselesaikan semua. Dan untuk kamu, Davina. Jangan coba-coba buat masalah lagi kalau kamu ingin segera bebas. Jangan suka buat sensasi" hardik Tania.


Davina mendelik ke arah Tania. Aura permusuhan masih saja nampak di muka Davina.


"Ingat nona, nyonya Tania lah yang akan membantu anda dalam proses-proses hukum ke depan. Jadi menurutlah apa kata nyonya Tania" kata Boy menimpali. Kata-kata Boy membuat Davina bersungut.


"Aku pulang. Tolong ingetin Davina kalau mau membuat ulah" kata Tania kepada Boy.


"Siap" tukas Boy.


Tania keluar dari kamar Davina bersama Maura dan juga Angel.


"Non, hebat" kata Angel mengangkat kedua jempolnya.


"Isshhh biasa saja dech. Oh ya Maura, untuk kasus Davina tolong kamu handel" kata Tania.


"Kok gue?" tukas Maura.


"Siapa lagi? Mana mungkin kusuruh Angel" bilang Tania


"Melihat Davina, tak mungkin dia jadi pengedar. Bukti-bukti tak cukup kuat untuk menjeratnya. Bisa kamu usahakan untuk dia rehap?" terang Tania.


"Aku akan fokus ke kasus tunangannya. Arkan" jelas Tania.


.


Sampai rumah Tania hampir hampir jam sepuluh malam.


"Kok lama amat Tania???" sambut mama Rosa.


"Idih mama, aku kaget tau" kata Tania yang memang barusan terlonjak karena baru melihat bayangan mama.

__ADS_1


"Arditya sudah bobok Mah?" tanya Tania.


"Sudah, barusan aja Arditya bobok. Sudah sana, mandi dulu" suruh mama Rosa.


Tania bergegas ke kamar utama untuk membersihkan diri dan menyusul Arditya ke kamarnya. Ternyata di sana sudah ada nenek Gemmy menemani sang cicit yang sudah terlelap.


"Sudah makan malam?" tanya nenek yang masih terjaga.


"Belum nek" jawab Tania.


"Ya sudah makan dulu gih, biar produksi makanan buat Arditya lancar" tukas nenek Gemmy.


.


Pagi-pagi Angel sudah nelponin Tania.


"Ada apa sih Ngel?" tanya Tania dengan mata masih terpejam.


"Non, Non Tania mendai trending topik di semua aplikasi" terang Angel.


"Apa sih maksud kamu?" sela Tania.


"Berkat konferensi pers kemarin, non menjadi trending di setiap berita" imbuh Angel.


Tania langsung duduk di tepian ranjang dan berusaha mengumpulkan nyawa untuk segera bangun.


Setelah panggilan Angel terputus, gantian Arka nelponin.


"Halo sayang" sambut Tania antusias. Telpon dari Arka menjadi mood boster tersendiri buat Tania.


"Baru dua hari aku pergi. Istriku ini malah menjadi trending di sos med" tukas Arka.


"Beneran yank? Malah aku belum sempat buka ponsel, kalau nggak ada telpon masuk...he...he..." terang Tania.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteΒ  supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.


Klik juga iklannya


πŸ’

__ADS_1


__ADS_2