Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Persiapan Operasi


__ADS_3

Dokter Jack menyambut kedatangan Arka di bandara.


Sebenarnya dia cukup kaget juga saat Arka menelponya kembali dan menceritakan apa yang terjadi.


"Hi, how are you?" sapa dokter Jack menyambut Arka yang didorong dengan kursi roda dan kaki kanan terjulur lurus lengkap dengan spalk untuk menopang kaki supaya tidak bergeser.


Arka mengangkat kedua bahunya, "As you can see" ada sesungging senyum meski terpaksa.


Tulang kaki nya kembali retak karena kejadian kecelakaan kemarin.


"Mana Tania?" tanya dokter Jack yang mengikuti laju kursi roda menuju keluar bandara.


"Oooohhh di rumah. Dia nggak ku bolehin ikut. Takut dia cemas berlebihan" jelas Arka.


"Seperti biasa kan? Kamu tak mau didampingin siapapun" celetuk dokter Jack.


"Yes, its true" Arka terkekeh.


Bahkan semua persetujuan tindakan ditandatangani oleh Arka sendiri begitu dirinya sampai di rumah sakit, sesuai prosedur tetap sebelum tindakan operasi dilakukan.


Melihat hasil rekam medis, pemeriksaan yang baru dilakukan beberapa hari lalu sangat membantu untuk mempercepat proses operasi nantinya.


"Istirahat aja dulu. Untuk mengurangi efek jetlag" saran dokter Jack.


"Tapi rasa nyeri ini sungguh tak tertahan bro" tukas Arka.


"Akan kukonsulkan anesthesiologist, biar dapat pereda nyeri dan kau bisa istirahat" ucap dokter Jack.


"Oke" jawab Arka.


Sementara dokter Beni yang mendampingi Arka saat dalam perjalanan disuruhnya istirahat sebelum mendampingi Arka saat operasi nantinya.


Seorang perawat menghampiri Arka dan memberitahukan akan memberikan suntikan sesuai perintah dari dokter Jack.


Arka menyetujuinya.


Belum juga perawat keluar dari ruangan, Arka telah tertidur nyenyak di tempat tidur. Rasa nyeri yang dirasakan hilang begitu saja.


.


Sore hari kembali dokter Jack mendatangi Arka.


"Melihat hasil foto rontgen kaki kamu, ada retak di bawah sendi lutut. Dan juga retak sepanjang tulang tibia" beritahu dokter Jack.


"He...he...aku sudah mengira itu. Yang pasti struktur tulang aku juga mendukung untuk terjadinya retakan itu kan?" timpal Arka.


"Oke bro, bersiaplah! Esok kita akan berjuang bersama" ucap dokter Jack.


Arka tersenyum menanggapi ucapan semangat dari seorang dokter Jack.


"Nggak kau kabarin istri kamu?" candanya.


"Hei...kau ini peduli amat dengan istriku" tukas Arka mulai menunjukkan taringnya.


"Ha...ha....your's bucin" ledek dokter Jack.


"Emang kamu tahu apa itu bucin?" sela Arka.


"Tahu lah. Istri kamu kasih tau aku waktu di sini" sambung dokter Jack dengan tawanya.


Arka memang sengaja tak memberi tahu sang istri. Dia akan memberikan kejutan saat dirinya sembuh nanti.


Arka akan menyiapkan fisik dan mentalnya untuk menghadapi operasi esok hari seperti yang dijadwal oleh dokter Jack tadi.

__ADS_1


Arka sampai tak bisa menghitung, berapa kali dia masuk kamar operasi sebagai pasien.


.


Sementara itu di Indo, Tania kembali uring-uringan saat pagi menjelang.


Kali ini nenek Gemmy sangat terbantu dengan adanya mama Rosa di sana.


"Tania, ada apa lagi sih?" tanya mama Rosa.


"Mah, Arka kok belum ngabarin? Harusnya kan dia sudah sampai sana" selorohnya dengan mata berkaca-kaca.


Nggak tahu kenapa, sejak Arka mengalami kecelakaan.Tania yang biasanya bar-bar jadi melow sekali.


"Mungkin Arka sedang diperiksa. Jadi belum sempat ngabarin kamu" jelas Mama Rosa.


"Sudah kau kirimi pesan?" sela nenek Gemmy.


"Sudah nek. Tapi hanya di read doang, nggak dibalas" ucap Tania menjawab.


"Mah, boleh dibikinin rujak buah" kata Tania dengan permintaan yang aneh menurut mama Rosa dan nenek Gemmy.


Pagi-pagi sudah minta rujak buah aja. Batin mereka berdua. "Seperti orang ngidam, tapi kalau ditanya belum telat haidnya" bisik Nenek Gemmy.


"Betul juga tuh Ma" tukas mama Rosa.


Akhirnya penjaga depan lagi yang kelimpungan, karena pagi-pagi harus memetik mangga muda di halaman belakang. Mana tinggi lagi pohonnya.


"Sudah pak, dua biji aja" ucap Tania dari bawah pohon.


"Iya nyonya muda. Tapi bapak bingung nih gimana turunnya" kata nya masih berada di atas pohon.


"Lemparin aja dulu, biar ditangkapin bibi"


Tania masuk ke dapur saat mama Rosa sibuk bikinin bumbu rujak.


"Nih Mah" Tania menyerahkan mangga yang masih muda banget.


Air liur mama sampai keluar, membayangkan asemnya.


"Mah, kok diam sih" kata Tania mengagetkan lamunan mama Rosa.


"Beneran kamu mau? Ini masih muda banget loh" ucap mama Rosa ngejelasin.


"Malah enak yang beginian Mah kalau buat rujak" tutur Tania.


Tania makan dengan anteng saat bumbu rujak jadi dan mangga sudah dikupasin.


"Sayang, ntar siang kamu periksa aja. Aku takut kamu kenapa-napa" kata nenek Gemmy yang takut Tania sakit perut karena makan mangga muda itu.


"Tania nggak papa nek, sehat-sehat aja" tukas Tania dengan meneruskan suapan mangga muda yang dicocol bumbu pedas manis rujak.


"Enak nek, mau coba?" Tania menyodorkan seiris mangga muda ke nenek.


"Nggak ah, takut sakit perut" tolak nenek.


"Pokoknya nanti sore kamu harus ikut nenek periksa" lanjut nenek dengan memaksa.


"Nek, Tania itu sehat-sehat saja. Apa yang musti diperiksa?" Tania mencoba menolak ajakan nenek.


"Tania, ikut aja apa kata nenek" sela mama Rosa.


"Sueerrrrr Mah, Tania tuh sehat-sehat saja" imbuhnya.

__ADS_1


.


Sementara Arka di sana, sedang membaca semua pesan Tania yang sengaja hanya di read doang oleh Arka.


Bahkan isinya nggak bermutu sekali, tapi membuat Arka tertawa bahagia.


"Aku ini istrimu apa bukan sih?"


"Aku ingin ngedampingin kamu, dalam suka dan duka šŸ˜‹"


"Lebay banget aku yaacccchhhh???"


"Hei, Arka Danendra! Kau dimana?"


"Hiks, kau jahat"


"Aku kangen tau"


"Love you Arka"


"Aku tadi pagi dibeliin nenek bubur ayam, nendang polll rasanya"


"Kau ini bisa nulis nggak sih? Atau pesan suara gitu"


"Bikin bete 😔"


"Arka Danendra, sekali lagi tak kau balas kita musuhan sekarang"


"???????"


Dan masih banyak lagi pesan yang dikirimkan. Hampir tiap sepuluh menit pesan masuk ke ponsel Arka.


"Oh ya sayang, mangga muda di kebun belakang nenek tadi aku petik. Dibuatin rujak mama Rosa, duh rasanya....ueeeenaaaakkkkk"


" Aku juga dipaksa nenek Gemmy periksa, gimana dong?"


"Apa dikira nenek aku stress kali yĆ ? Pagi-pagi sudah minta dibuatin rujak"


"Padahal aku kan stres karena chat yang tak berbalas"


"Hiks"


"🄺"


Arka termangu, aneh juga sang istri pagi-pagi sudah minta rujak buah.


Arka membuka aplikasi kalender.


"Dia kan belum telat" gumam Arka.


"Tapi harusnya hari ini dia kedatangan tamu" ujar Arka bermonolog. Iya, Arka selalu mencatat hari pertama saat tamu rutin bulanan Tania datang tanpa diketahui oleh Tania sendiri. Suami pintar...he...he...


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.


Klik juga iklannya


šŸ’

__ADS_1


__ADS_2