
Tania mengirimi pesan ke Angel, bahwa pagi ini dia akan ke kantor.
Setelah memberesi semua berkas, Tania beranjak keluar dari ruang kerja.
Disusulnya Arditya yang sedang berjemur di halaman samping mansion.
"Tuh mama kamu datang sayang" bisik mama Rosa di telinga cucu gemesnya itu.
Arditya yang tak berbaju, lengkap dengan kacamata penghalang sinar matahari sedang berpose layaknya model.
"Uluh...uluh...gaya banget anak mama" celetuk Tania mencium gemas baby gemoy itu.
Melihat gaya Arditya yang ngegemesin terlintas di benak Tania, "Wah, sampai lupa belum photoshoot buat Arditya" gumam Tania.
"Apa? Photoshoot?" tanggap mama Rosa.
Tania mengangguk.
"Boro-boro photoshoot, saben hari aja Arditya kamu tinggalin mulu" sergah mama.
"Kan nggak tiap hari mama" elak Tania.
"Iya, keluarnya nggak saben hari. Tapi kalau di mansion, berapa jam kamu di ruang kerja" kata mama menasehati putrinya itu.
"Ingat Tania, kamu sudah jadi ibu sekarang. Jangan sampai perhatian kamu terhadap Arditya maupun Arka terpecah. Pelakor di mana-mana. Kamu juga nggak ingin kan kalau Arditya jadi anak nggak bener nantinya? Jangan sampai nyesal di kemudian hari. Uang bukan segalanya" nasehat mama panjang lebar. Entah masuk apa nggak di telinga Tania.
"Tapi segalanya butuh uang Mah" jawab Tania menanggapi ucapan mama.
"Tania" terdengar nada jengkel di ucapan mama Rosa.
"He...he...aku realistis Mah" ujar Tania terkekeh.
"Iya...iya...Mah. Makasih atas segala nasehat mama buatku. Aku usahakan akan lebih perhatian lagi ke Arditya. Tapi..." kata Tania berhenti di tengah kata.
"Tapi apa?" tukas mama.
"Ijinin pagi ini aku ke kantor bentar ya?" ijin Tania.
"Baru juga diomongin, sudah kamu langgar aja" mama Rosa hanya bisa geleng kepala.
"Abis ini pasti sidang, sidang dan sidang. Begitu kan acara kamu?" ucap mama yang sudah sangat hafal luar dalam kebiasaan sang putri.
"Tuh, eyang kamu sudah hafal jadwal mama. Bentar lagi kamu juga musti begitu sayang. Hafalin jadwalnya mama" kata Tania di telinga putranya.
Mama Rosa semakin tak habis pikir akan candaan Tania yang kadang sungguh keterlaluan itu.
"Tania..." panggil mama dengan nada naik beberapa oktaf itu.
"Pissss mama Rosa, istri tuan Bagus Priyanto dan mama dari Tania Fahira, SH. Sekarang sudah jadi eyang, jadi sabarnya digedhein yaaa" ujar Tania dan sengaja mengolok mama.
Mama Rosa semakin dibuat sebel oleh Tania.
"Mba, kamu temenin baby A ya. Aku mau masuk bentar" bilang mama ke baby sitter yang baru beberapa hari di mansion itu.
"Yeeiii, eyang marah tuh Arditya. Gimana dong?" kata Tania pura-pura bingung dengan berkata dekat telinga sang anak.
Padahal mama Rosa masuk mau nyiapin buat mandi sang cucu. Sengaja ngerjain anaknya yang kadang isengnya kelewatan itu.
.
Tania jadi pergi ke kantor, setelah Arditya bersih dan puas minum susu darinya.
__ADS_1
"Mah, kemarin hasil pumping aku sudah kutaruh kulkas. Buat persiapan hari ini ya" terang Tania.
"Mba, ntar bantuin mama buat angetin susu yang dari kulkas ya" pinta Tania ke baby sitter yang ternyata bernama Mirna itu.
"Baik nyonya" jawabnya sopan.
"Mah, Arditya sudah bobok. Tak taruh di box. Aku berangkat dulu ya" pamit Tania.
"Iya, ingat jangan lama-lama" pesan mama Rosa.
"Yaelah Mah, berangkat aja belum sudah suruh pulang aja sih" tukas Tania menimpali.
"Resiko punya bayi Tania, kamu musti ingat itu" imbuh mama Rosa.
"Siap Oma cantik" tukas Tania sembari menyambar tas ransel kecil yang selalu setia menemani kemanapun dia pergi.
.
Dan Tania telah berada di kantor yang lumayan lama tak disambanginya itu.
"Bang Mamat mana?" tanya Tania pertama kali saat tiba di kantor.
"Eh bukannya kita yang dicari, malah bang Mamat" celetuk Angel.
"Abisnya nggak ada yang ganteng di sini selain bang Mamat. Udah pinter buat kopi, takarannya pas, pinter buat gorengan lagi" seloroh Tania bercanda.
"Efek LDR begitukah?" sela Maura.
"Apa" sahut Tania.
"Bang Mamat pun diembat" ujar Maura menimpali dan disambut tawa Angel.
"Sialan kalian" umpat Tania begitu saja.
Tania masuk ruang kerjanya, begitu selesai memberi perintah Angel barusan.
Dia cari buku-buku tentang narkotik dan semua yang berkaitan dengan kasus Arkan.
Buku-buku tebal yang dia ambil, Tania taruh meja.
Saat bang Mamat masuk nganterin minuman buat sang bos sampai tak terlihat karena tumpukan buku yang menggunung.
"Buat apa Nyonya?" tanya bang Mamat saat sudah tahu keberadaan Tania yang sedang nyariin buku lainnya.
"Dibaca lah bang" ulas Tania.
"Kalau aku segini banyak, ya buat bantal nyonya. Baca buku hawa nya ngantuk melulu" canda bang Mamat.
"Makanya yang rajin buatin kopi, biar bisa melek tuh mata" canda Tania.
"Diminum Non, itu sekalian kubawaain pisang goreng. Mumpung masih hangat. Tapi sengaja nggak dikasih toping ya nyonya. Tapi dijamin rasanya tak kalah endes" terang bang Mamat sekarang berubah banyak bicara itu.
"Oke bang Mamat. Makasih ya" tukas Tania.
"Permisi nyonya" Mamat undur diri. Tania kembali sibuk dengan buku-buku tebal itu
Dan kini ketiga wanita itu telah duduk bersama.Tak lupa camilan telah tersaji di atas meja, lengkap dengan minuman di dekatnya.
"Oke, kita mulai saja" ujar Tania membuka rapat.
"Semua telah aku bahas dengan Arkan sebelumnya. Pada intinya, apapun pasal yang akan disangkakan kepadanya Arkan berjanji akan kooperatif dalam persidangan. Bahkan Arkan juga tak mengelak dari semua bukti yang ditunjukkan penyidik kepadanya" jelas Tania.
__ADS_1
"Kenapa tak ada sangkalan sama sekali?" tukas Maura merasa heran.
"Penjahat sekaliber Arkan pasti akan menggunakan segala macam cara agar bisa divonis bebas" imbuh Maura.
"Awalnya aku berpikiran sama dengan kamu. Tapi reaksi yang sangat berbeda telah ditunjukkan oleh Arkan" terang Tania.
"Dia ingin menjadi orang baik. Itu yang selalu dikatakan oleh Arkan akhir-akhir ini" imbuh Tania.
"Wah, kalau dibuat novel bisa jadi judul yang seru tuh" sela Angel menimpali.
"Apaan?" tanya Maura ikut penasaran. Mereka bertiga saat ini layaknya sahabat. Padahal melihat masa lalunya, Maura bagai musuh bebuyutan Tania. Dengan segala kebaikan yang tak dibuat-dibuat, ternyata Tania bisa juga merubah karakter Maura menjadi baik. Seperti yang diupayakan Tania untuk Arkan kali ini.
"Tobatnya seorang penjahat kelas kakap" jelas Angel sembari terbahak.
"Kebanyakan tuh judul kamu" timpal Maura tak mau kalah.
"Kalian apaan sih, malah bahas bab pernovelan?" ujar Tania menyela.
"He...he..." Maura dan Angel tertawa menanggapi kata sang bos.
Saat tengah asyik membahas tentang proses hukum Arkan, di televisi yang terpasang di tengah ruangan menayangkan sebuah berita yang membuat ketiga wanita itu menengok dan menghentikan rapat sesaat.
Berita tentang keberhasilan petugas kepolisian dalam penangkapan seorang pemasok senjata api ilegal ke dalam negeri. Bahkan dalam berita disebutkan, dia adalah warga asing berinitial 'A'. Dia juga disinyalir terkait erat dengan organisasi mafia kelas wahid di dunia.
Tania mengernyitkan alisnya. "Arkan benar-benar membuktikan kata-katanya" gumam Tania.
"Apa maksudnya?" tukas Angel dan Maura menatap ke Tania. Mereka menunggu jawaban sang bos.
"He...he...tuan 'A' yang dimaksud di berita pastilah tuan Anderson. Bos senjata api yang sebelumnya terlibat dengan pengadaan senjata ke Arkan" jelas Tania.
"Atau jangan-jangan, dia ditangkap berdasarkan informasi dari Arkan???" kata Maura menebak.
"Bisa jadi" jawab Tania ambigu. Padahal Tania sudah tahu semua itu karena ulah Arkan.
Dan anehnya beberapa petinggi juga dicatut dalam berita itu.
Para pejabat tinggi itu disinyalir terkait dengan pengadaan senpi ilegal.
"Gila, ternyata jaringan mereka begitu kuat dan besar" ujar Angel kaget.
"Backing mereka pasti kuat, nyatanya sudah bertahun-tahun mereka berkutat dalam bisnis itu tak terjamah sama sekali oleh pihak berwenang" terang Tania.
"Entah nanti siapa lagi yang akan diseret dalam kasus besar ini?" sambung Maura.
"Semoga sih tak menguap begitu saja kasus besar seperti ini" tukas Tania.
"He...he...bukannya itu hal biasa ya bos?" sela Angel.
Tania pun mengangguk.
"Kembali ke tema awal. Persiapan sidang Arkan" ulas Tania. Mereka bertiga pun kembali serius membahas persiapan pledoi kasusnya Arkan.
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteΒ supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...
Koinnya jangan ketinggalan.
Klik juga iklannya
__ADS_1
π