
Arka menyiapkan acara untuk aqiqahan putra sulungnya sekaligus ingin memberikan kejutan untuk sang istri.
Siapa lagi yang dibuat repot, tentu saja Pandu lagi. Tapi kali ini Pandu dibantu oleh sang istri tercinta, Angel yang juga asisten Tania.
"Angel, mau ke mana sepagi ini?" tanya Maura yang barusan datang. Rasa tinggi hati yang pernah Maura berikan untuk Angel dan juga Tania tidak tahu sekarang menguap ke mana. Hanya menyisakan keramahan Maura.
Maura benar-benar tobat. Demikian juga Benzema yang barusan masuk menyusul sang istri membawakan bekal untuk putrinya tercinta yang hari ini di bawa Maura kerja.
"Mau kemana Ngel?" tanya Benzema.
"Hussstt...sini tak bisikin" panggil Angel kepada suami istri yang sekarang menjadi sahabat Angel juga.
Tania sungguh luar biasa, merubah orang-orang yang memusuhi dirinya menjadi orang baik tanpa melakukan kekerasan. Tak ada lagi dendam yang mengganjal di hati.
"Apaan sih? Nggak ada orang lain selain kita" tukas Maura.
"Ya udah kalau nggak mau" balas Angel.
Akhirnya Maura melakukan apa yang diminta oleh Angel mendekatkan kepala ke arah Angel untuk mendengar apa yang akan disampaikan.
"Aku sama suami mau nyiapin acara aqiqahan baby 'A'. Undangan semua juga sudah mulai disebar. Untuk kalian tunggu aja" jelas Angel berbisik.
"Kapan acaranya?" tanya Benzema dengan suara keras.
"Dibilang pelan, masih saja keras suara loe" olok Angel.
"Ya udah guyysssss aku pergi dulu. Maura, jagain kantor" pesan Angel.
"Oke" tukas Maura.
Pandu ternyata masih menunggu Angel di depan kantor. Angel mampir kantor dulu karena ada yang hendak diambilnya terlebih dahulu.
Angel bertanya tentang konsep acara yang akan dibuat.
"Heemmm gimana ya? Tuan Arka ingin konsep sesimpel mungkin tapi mengena. Terus diakhiri dengan kejutan pemberian mansion buat nyonya Tania" terang Pandu.
"Kenapa nggak dibalik aja tuh acara?" sela Angel.
"Maksud kamu?" Pandu menimpali.
"Yaaa kejutannya di awal, baru diakhiri tausiyah dan doa bersama di acara aqiqahan" satan Angel.
"Susah loh ngebohongin NonaTania yang mempunyai analisa kuat dan teliti itu" imbuh Angel.
Angel membisikkan sesuatu ke sang suami tentang usulannya.
"Wah, benar juga apa kata kamu sayang" jawab Pandu menanggapi.
.
Dan di pagi itu, tepat week end. Arka sengaja menutup telinga dengan head set. Dia akan pura-pura tertidur lagi.
"Yaelah, dia tidur lagi? Nggak kasihan apa mata istrinya sudah bagai mata panda" gerutu Tania, yang membuat Arka terpingkal di hatinya.
__ADS_1
Beberapa malam, Tania dibuat begadang oleh baby 'A'.
Jika malam akan banyak terjaga, menjelang pagi baru tertidur.
"Sayang...sayang...bangun dong yank" Tania menggoyang-nggoyangkan badan Arka.
Arka terbangun, meski pura-pura tidur lagi. Hari ini dia akan mengerjai Tania biar jengkel dengannya.
"Aku capek sayang" ucap Arka seakan segan membuka mata.
"Jagain baby 'A' gantian. Kan tadi sudah tidur kamunya" ucap Tania, dengan tetap berusaha ngebangunin sang suami.
Arka bangun dengan rasa malas. Belum sampai terjaga sepenuhnya, Tania malah menyusul di sampingnya. Tak menunggu lama, terdengar dengkuran halus nafasnya.
"Kamu pasti capek sayang" peluk Arka ke tubuh sang istri yang sepertinya sangat kecapekan.
Arka pernah menawarkan untuk mencari baby sitter untuk membantu Tania merawat putranya. Tapi kemarin-kemarin Tania masih enaggan. Entah kalau beberapa minggu lagi...he...he...
.
"Sayang...sayang...sayang...ayo bangun. Sudah siang ini" gantian Arka yang ngebangunin sang istri. Sementara baby 'A' sudah dibawa oleh mama Rosa dan nenek Gemmy.
Arka sengaja menyuruh mama dan nenek untuk membawa duluan baby 'A'. Itu juga salah satu rencana.
Tania membuka mata dengan rasa malas.
"Waktunya minumin baby 'A'" gumamnya.
"Loh, di mana?" Tania mulai panik.
"Kamu nggak ngantor sayang?" tanya Tania yang memang baru bangun tidur melihat sang suami hanya pake baju kasual.
"Haissss...ini week end sayang" Arka mengingatkan.
"He...he....sampai lupa hari. Padahal baru berapa hari nikmatin jadi ibu rumah tangga" Tania terkekeh.
"Sudah mandi dulu sana. Apa mau kumandiin?" goda Arka.
"Ogah ah, ntar timbunan lemak aku yang ada di mana-mana ketahuan dong" tolak Tania.
Tania masuk kamar mandi menuruti permintaan Arka. Badannya juga berasa lengket semua.
"Sayang abis ini siap-siap ya. Mau kuajak ke suatu tempat" bilang Arka dengan nada keras.
"Mau ngajak ke mana? Kasihan baby 'A' dong kalau kutinggalin" seru Tania setelah keluar kamar mandi.
"Kan ada nenek sama mama sayang. Kita titipin bentar aja ke mereka" modus Arka.
Dengan segala bujuk rayu, Arka berhasil mengajak Tania pergi.
"Bentar, aku pamit sama baby 'A' dulu" terang Tania.
"Nggak usah sayang. Kasihan dia baru aja tidur" ungkap Arka. Padahal yang terjadi, baby 'A' telah dibawa nenek dan mama Rosa ke suatu tempat sesuai rencana Arka.
__ADS_1
"Sebenarnya kita mau ke mana?" sela Tania saat mereka berdua sudah membelah jalanan.
"Ntar kamu juga akan tahu" jawab Arka masih penuh teka teki.
"Kalau sudah punya anak, kenapa bawaannya keinget terus ya sama baby di rumah" ucap Tania.
"Tenang aja, ada nenek sama mama yang sangat bisa diandelin" terang Arka sambil bercanda.
Situasi begini, sekali-kali memanfaatkan nenek dan mama nggak apa-apa lah. Batin Arka tertawa.
Ponsel Tania berdering, nomor tak dikenal lagi.
"Siapa sayang?" tanya Arka.
"Nomor tak dikenal, tapi sepertinya ini bukan nomor ponsel dech" jelas Tania.
"Lantas?" tukas Arka menimpali.
"Telpon rumahan" imbuh Tania.
"Angkat aja, siapa tahu penting" saran Arka.
Tania mengangkat panggilan itu.
"Halo, selamat siang. Dengan Tania" sapanya.
"Selamat siang nyonya, ini dari kantor penyidik. Tuan Arkan ingin bicara dengan anda" jelas suara di seberang.
Arka menatap Tania, saat mobilnya terhenti di sebuah traffic light.
"Arkan ingin bicara denganku" bisik Tania agar suaranya tidak terdengar oleh si penelpon.
"Mau apa?" Arka pun sama berbisiknya.
Tania mengangkat kedua bahu tanda belum tahu.
"Baik pak, bisa disampaikan maksud tujuan tuan Arkan terlebih dahulu" pinta Tania.
"Sebaiknya anda bicara langsung saja nyonya. Saya hanya menyambungkan saja" bilang penyidik itu.
"Halo, nyonya Rania. Selamat siang. Maaf menganggu waktu anda. Langsung saja pada intinya, saya berharap sekali anda bersedia menjadi pembela saya dalam masalah hukum yang saya hadapi" terang Arkan.
Tania mendelik tak percaya, gila nih orang. Batin Tania. Setelah semua yang diperbuatnya padaku, beraninya dia meminta aku menjadi tim kuasa hukumnya.
"Bagaimana nyonya, aku sangat mengharapkan bantuan anda" harap Arkan di seberang.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteย supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...
Koinnya jangan ketinggalan.
__ADS_1
Klik juga iklannya
๐