
Tania tak perduli akan sindiran-sindiran Davina di sosmed. Yang intinya mengatai Tania seorang yang tak becus. Davina yang telah dinyatakan bebas bersyarat, dan hanya dikenai wajib lapor semakin aktif di akun sosmednya.
Sindiran itu pun Tania ketahui dari Angel.
"Biarkan aja. Anjing menggonggong kafilah berlalu" kata Tania menanggapi saat Angel memberitahu semuanya.
"Kita tak akan berkembang kalau menuruti kata orang Angel" kata Tania.
"Apalagi omongan tetangga. Jauh-jauhin aja" tambah Tania dengan terkekeh.
"Ini pasti pengalaman pribadi dech" ledek Angel.
"Kita harus punya prinsip. Dan kita pegang teguh prinsip itu. Betul nggak?" tanya Tania selanjutnya.
"Benar sih Non" imbuh Angel tergelak.
Memang bener apa yang dikatakan Tania, fokus saja apa yang menjadi tujuan kita.
"Non, ada tamu di luar" beritahu Mang Mamat yang barusan masuk dengan tergopoh.
"Siapa Mang?" tanya Tania.
"Nggak tahu Non, yang pasti wanita dan sudah berumur" terang Mang Mamat.
"Oke Mang, suruh masuk aja. Jangan lupa siapin minumnya" tukas Tania.
"Siap Non" sahut Mang Mamat cepat.
.
"Selamat siang, maaf mengganggu waktunya Nona Tania" sapanya ramah.
"Silahkan duduk Nyonya" Tania mempersilahkan.
Wanita itu menyalami Tania.
"Saya Nyonya Suti" katanya memperkenalkan diri.
"Baik Nyonya Suti, apa yang bisa saya bantu" kata Tania menimpali. Masih dengan nada penuh keramahan.
Wanita itu duduk dengan muka tertekuk. Ada rona kesedihan dalam wajahnya. Hal itu kesan pertama yang diterima oleh Tania dan Angel.
"Nyonya" Tania memegang bahu wanita yang duduk di dekatnya itu.
"Non, minumnya" sela Mang Mamat yang baru selesai membuatkan minum untuk mereka bertiga.
__ADS_1
"Taruh aja Mang. Makasih ya" utas Tania.
"Silahkan minum dulu nyonya" suruh Angel.
"Makasih" dan wanita itu meneguk minuman hangat buatan Mang Mamat.
"Non, anda kenal kan dengan tuan Arga?" tanya wanita itu pada akhirnya.
"Arga? Arga yang punya bengkel?" tanya Tania menegaskan.
"Benar Nona" sahutnya.
"Kenapa Nyonya. Tentu saja saya kenal. Kebetulan Arga teman suami saya" beritahu Tania.
"Non, bolehkan saya menitipkan sesuatu buatnya lewat Non" harapnya.
"Kenapa nggak nyerahin langsung aja Nyonya?" sela Angel.
"Dia tak mungkin akan menerima, kalau itu pemberian dariku. Karena dia sangat membenciku" ucap Nyonya Suti dengan raut muka sedih.
"Bagaimana bisa? Arga adalah orang yang sangat baik" tegas Tania.
"Benar Nona, Arga sangatlah baik. Tapi sampai sekarang aku belum bisa melunakkan hatinya. Aku paham, kesalahanku memang tak termaafkan" Nyonya Suti mulai meneteskan air mata.
'Siapa sih dia, datang-datang sudah jual kesedihannya. Tapi melihat raut mukanya sih, nyonya ini sepertinya orang baik' batin Tania.
"Mamanya Arga?" ragu Tania. Setahu Tania, Arga telah hidup sebatang kara semenjak dia masih kecil. Hingga bertemulah dia dengan Arka yang saat itu juga dalam kondisi tak baik-baik saja. Pertemanan mereka berdua terjalin dan mereka saling mensupport.
"Benar Nona. Anda kaget bukan?" tanyanya seakan tahu arah pikiran Tania.
Nyonya Suti menunjukkan sebuah akta kelahiran yang menunjukkan nama lengkap Arga dan mama dengan nama Suti dan ayah bernama Karno.
"Ini buktinya Nona" terusnya.
"Maaf Nyonya, kalau memang benar anda adalah mama dari Arga. Kenapa baru muncul sekarang? Dan kemana anda, saat putra anda pontang panting melanjutkan hidup yang tentu saja sangat sulit untuk anak kecil" timpal Tania.
Semakin deras saja derai air mata yang mengalir di pipi nyonya Suti.
"Dosa saya memang sangat besar Nona. Untuk itu lah saya ingin minta maaf kepada putra saya" ucapnya terbata.
"Apa Arga tahu kalau mama nya masih hidup?" cerca Tania.
"Tahu. Tapi Arga tak mau memberi kesempatan padaku untuk menjelaskan semua yang terjadi Nona" imbuhnya.
"Aku sudah beberapa kali datang ke bengkel. Tapi tak sekalipun dia sudi menemuiku" jelasnya lagi.
__ADS_1
"Arga pasti punya alasan untuk tidak menemui anda" bela Tania.
"Tentu saja Nona. Perbuatan saya di masa lalu memang sangat pantas untuk tidak dimaafkan" terangnya.
"Untuk itulah aku meminta bantuan Nona untuk memberikan ini kepada Arga" lanjut Nyonya Suti memberikan sebuah bingkisan ke Tania.
"Baik Nyonya. Kalau ada kesempatan akan saya kasihkan ke Arga. Tapi saya tak bisa menjamin kalau Arga akan menerima" jelas Tania.
"Terima kasih Nona" tukasnya.
Tania masih bertanya-tanya. Apa benar wanita tadi mama nya Arga. Ntar aja kalau ketemu Arga, akan kusampaikan bingkisannya ini. Gumam Tania bermonolog.
Siang itu Arka kebetulan mampir, setelah ada rapat di samping Mutia Bakery yang lokasinya tentu saja sangat dekat dengan kantor Tania.
"Sayang, makan siang yuk" ajak Arka.
"Kamu nggak sibuk?" ucap Tania menanggapi.
"Nggak kok. Sibuknya kan sudah tadi" beritahu Arka.
"Baiklah. Aku siap-siap dulu" jelas Tania dan beringsut dari duduk.
Tania merapikan riasan dan membenahi kuncir rambut kudanya.
Arka yang duduk di tempat di mana Nyonya Suti duduk di sana tadi melihat sebuah bingkisan yang ditaruh dalam sebuah kantung plastik.
"Yank, ini apa?" tanya Arka seraya menunjuk sesuatu yang dibungkus kantong plastik.
"Oooo...itu untuk Arga.Tadi ada wanita yang datang ke sini dan memberitahuku kalau dia mama nya Arga" terang Tania.
Arka semakin kaget dengan pemberitahuan Tania.
"Astaga, kok beraninya dia datang ke sini" tegas kata Arka dengan pandangan menajam"
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...
Koinnya jangan ketinggalan.
Klik juga iklannya
💝
__ADS_1
Salam sehat buat semua 🤗