Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Rawat Inap?


__ADS_3

Dari ruang istirahat dokter Instalasi Bedah Sentral, Arka dipindahin ke ruang vvip rumah sakit Suryo Husada.


"Terus ini musti konsul dokter spesialis apa kak?" tanya Tania ke Bara yang ikut mengantar Arka pindah ruangan.


"Aku ini nggak sakit yank, beneran" tukas Arka.


"Nggak sakit kok pingsan dua kali" celoteh Tania.


"Sekarang juga sudah nggak apa-apa nih" kembali Arka menjelaskan.


"Kak, kok nggak dipasang infus atau bagaimana gitu" sambung Tania ke Bara.


"Loh, yang dokter itu sapa yang ngasih terapi siapa?" sela Arka membuat Tania sewot.


"Begini saja Arka, sehari ini kamu rawat inap aja di sini. Untuk observasi saja. Melegakan istri juga berpahala kok" ucap Bara.


"Ha...ha...lagak loe Bara" Arka malah terbahak. Sudah seperti orang sehat saja dia.


"Loh, beneran nggak diapa-apain nih?" tanya Tania, karena Bara akan keluar begitu saja dari ruangan mereka.


"Arka tuh kamu peluk, pasti akan sembuh. Dijamin dech" ledek Bara.


"Sakit apaan, dipelukin sembuh" sewot Tania.


"Tanyain ke dokter Bara dong, dia kan yang nyaranin" imbuh Arka sembari tertawa.


"Gimana kak?" pertanyaan Tania membuat Bara urung melangkah keluar.


"Sebaiknya besok kamu USG abdomen dech Tania" saran Bara semakin membuat Tania bersungut.


"Kalian berdua nggak jelas banget" olok Tania.


"Pokoknya gini, khusus penanganan suami kamu adalah ntar malam kamu pelukin. Terus besok pagi kamu USG aja ke poli obgyn" jelas Bara mengulangi semua.


"Yeeiii...apa hubungannya? Yang sakit siapa yang diperiksa siapa" tandas Tania.


"Jelasin tuh istri kamu Arka. Mendingan aku balik aja" kali kedua Bara pamitan ke Arka.


Tania yang masih belum paham menengok ke sang suami, butuh penjelasan.


"Sini dulu, baru kujelasin" panggil Arka agar Tania mendekat ke ranjang yang ditempati.


"Naik" suruh Arka kembali saat Tania sudah berada di samping ranjang.


"Ayolah yank, plissss" pinta Arka memohon kepada sang istri.


Tania yang sudah capek sedari pagi, ikut saja apa kata Arka. Ikutan rebahan di ranjang pasien dengan Arka.


Arka memeluk mesra Tania.


"Begini aja, aku pasti sembuh dech" bisik Arka di telinga Tania.


Tanpa menunggu lama Tania telah tidur nyenyak dengan lengan Arka sebagai bantal.


"Lah, malah dia yang tidur duluan? Nggak pake acara mandi dulu lagi" Arka tetap saja mengecup kening sang istri.


Arka merenungi apa kata Bara kala siuman dari pingsan selepas operasi tadi.


Arka yang mengeluh kecapekan, tiba-tiba saja pingsan.


"Melihat riwayat kamu sebelumnya, aku rasa kamu tidak sakit dech" kata Bara setelah memeriksa Arka.


"Tanda vital kamu semua baik. Apa ada keluhan lain?" tanya Bara.


"Pusing dan malas aja dalam beberapa hari ini. Bawaanya hanya ingin rebahan saja" terang Arka.


"Ada mual atau apapun itu?" sambung Bara.


"Kadang sih. Mungkin itu efek karena aku suka rebahan aja" terang Arka.


"Gimana siklus haid istri kamu?" tanya Bara.


Arka mengangkat kedua bahu, "setelah pasca salin, istriku belum alami siklus bro" terang Arka.


"Kejar tayang kamu pastinya?" tebak Bara sambil tertawa.


"Ya otomatis bro. Nggak ada lampu merah, aku terjang aja" seloroh Arka.


"Ha...ha...fix. Aku curiga Tania hamil. Besok kamu usg kan saja" saran Bara.


Apa benar yang dibilangin Bara ya? Arka meneruskan lamunannya.


Andai benar Tania hamil, Arka tentu saja bersyukur. Tapi apa iya secepat itu? Batin Arka berkecamuk. Arditya juga masih kecil.


"Ya sudahlah. Pikirkan besok aja" gumam Arka sembari membenarkan posisi Tania yang menyandar di lengannya.


Arka memeluk sang istri yang telah berada di alam mimpi nya.

__ADS_1


Berasa sangat nyaman memang.


Tengah malam, tiba saja Arka terbangun karena ingin ke toilet.


Tania yang merasakan pergerakan Arka, "Mau ke mana?" tanya Tania.


"Toilet" tukas Arka.


Tania menggeser posisi agar sang suami bisa turun dengan leluasa.


Saat Arka keluar dari kamar mandi, ternyata Tania sudah nyenyak kembali.


"Kok sudah tidur aja sih, padahal aku ingin mengajaknya beli sesuatu. Apa aku telponin Pandu aja ya" pikir Arka.


"Jam berapa nih?" Arka menengok ke arah jam yang ternyata baru nunjukin jam sepuluh malam.


"Masih sore ternyata" Arka meraih ponsel untuk menelpon Pandu.


Mungkin saat ini Pandu menggerutu karena panggilan Arka, tapi mana Arka peduli.


"Malam tuan" sapa Pandu yang nampaknya belum tidur itu.


"Pandu, aku minta tolong" suara Arka menyahut sapaan Pandu.


"Apa tuan?" imbuh Pandu.


Tolong beliin nasi bebek pinggir jalan dong" pinta Arka dengan sedikit rayuan.


"Tapi tuan..." sela Pandu.


"Aku nggak ada yang disuruh nih. Apalagi aku rawat inap di rumah sakit nya Bara" imbuh Arka.


"Apa tuan? Rawat inap? Tuan sakit?" mulailah ada nada kecemasan di suara Pandu.


"Makanya, tolong lah aku Pandu" ucap Arka menimpali.


"Baik tuan, tiga puluh menitan" jawab Pandu mengiyakan permintaan sang bos.


Arka mengirimi pesan ke Pandu, karena panggilannya telah diputuskan Pandu.


"Nasi bebek, penyetan lele sama gurami goreng. Jangan lupa kalau ada yang jualan ronde, kamu mampir ya" ketik Arka di aplikasi pesan.


Banyak sekali pesenan Arka.


Hampir satu jam Arka menunggu kedatangan Pandu. Isi perutnya bahkan berdemo menunggu asupan.


Ketukan pintu depan membuat Arka beranjak ke sana.


Ternyata benar dugaan Arka, yang datang adalah Pandu.


"Lama amat sih?" tukas Arka.


"Antri bos" jawab Pandu.


"Loh, yang sakit siapa sih tuan? Kok malah tuan sendiri yang bukain pintu" Pandu tentu saja merasa aneh, Arka yang bilang kalau dirinya rawat inap tapi kok malah kelihatan biasa aja.


Pandu yang tengah bermesraan dengan Angel, ikhlas dan rela hati meninggalkan semuanya demi sang bos.


"Gue" Arka menunjuk dirinya sendiri.


"Loh? Kok?" tatap Pandu. Seperti Tania tadi, pasti Pandu butuh penjelasan.


"Biasa aja lihatnya. Gue dirawat untuk diobservasi saja dulu" berutahu Arka.


"Emang tuan sakit apa?" tanya Pandu.


"Kan masih observasi? Belum ada diagnosanya" terang Arka.


Pandu semakin dibuat tak paham.


"Sudahlah, nggak usah ikut mikirin. Biar aku sendiri yang mikirin keluhanku" sambung Arka.


"Problemnya tuan, jika anda tidak datang ke Panapion. Pasti kerjaan aku akan menumpuk. Terus kapan aku punya anaknya? Aku kan juga ingin punya seperti Arditya" ujar Pandu.


"Ha...ha...aku janji setelah besok, pasti aku rajin dech" kata Arka terkekeh.


"Ya sudahlah tuan, aku pamit ya. Mau melanjutkan pekerjaan yang tertunda" kata Pandu beranjak dan pamitan ke sang bos.


"Pekerjaan?" tanya Arka, seingatnya dirinya tak membebani Pandu kerja lembur hari ini.


"Iya tuan, pekerjaan untuk membuat anak" canda Pandu terbahak.


"Sialan loe, kirain serius" umpat Arka semakin membuat tawa Pandu bertambah keras.


"Hussstttt...istri gue tidur" cegah Arka agar Pandu tak menganggu Tania dengan suara tawanya itu.


"Nyonya kalau tidur aman tuan. Yang nggak aman itu kalau nyonya?" Pandu sengaja menggantung ucapannya.

__ADS_1


"Kalau apa?" Arka dibuat penasaran.


"Kalau Nyonya, kalau Nyonya tahu tuan minta nikah lagi...ha...ha..." ujar Pandu langsung keluar kamar sebelum dapat amukan Arka.


"Sialan loe Pandu" umpat Arka kembali.


Arka mencoba membangunkan Tania untuk mengajaknya makan.


Tapi nampaknya Tania memang sedang lelah.


Setiap malam sering kebangun untuk nyusuin Arditya dan gantiin diapers.


Belum lagi kalau ada jadwal ngurusin sidang Arkan, Tania akan lebih sibuk lagi.


Perusahaan-perusahaan besar juga ada beberapa yang mempercayakan tim legalnya kepada biro hukum yang didirikan oleh Tania semenjak perusahaan sekelas Panapion mempercayakan Tania sebagai tim hukumnya.


Kalau lah bener Tania kebobolan dan sekarang sedang hamil adiknya Arditya, Arka akan meminta Tania untuk mengurangi aktivitas. Dan menyarankan agar biro hukumnya merekrut lawyer-lawyer baru yang juga yuniornya Tania.


Arka pun membuka makanan yang dibawakan Pandu.


"Owh, masih hangat ternyata" gumam Arka.


Melihat bebek goreng, Arka jadi tak tega memakannya. "Kok aku jadi kasihan ya, sama bebeknya" gumam Arka. Pak dokter nggak rasionalitas sama sekali kali ini.


Melihat lele dan gurame apa lagi, Arka lebih tak tega. Akhirnya Arka hanya makan nasi, lalapan sama sambal nya saja.


Dan saat itu Tania terbangun karena ingin ke toilet seperti Arka tadi.


"Loh, kamu makan yank. Kok nggak ngebangunin sih" sungut Tania sambil berlalu ke toilet.


"Salah lagi" gumam Arka.


Tania ikutan gabung juga akhirnya selepas keluar dari toilet.


"Ih jorok. Cuci tangan dulu dong" cegah Arka saat sang istri hendak pegang makanan.


"He...he...lupa gue" Tania kembali beranjak ke wastafel.


"Kok nggak dimakan lauknya?" tanya Tania heran.


"Nggak tega aku. Kasihan" ujar Arka.


"Hah? Kasihan? Pada ini?" tanya Tania heran sembari menunjuk bebek, lele dan gurame goreng yang masih utuh.


"Iya" jawab Arka.


"Kok aneh sih, padahal ini enak. Favoritku semua" tukas Tania.


"Apa sih yang enggak kamu favoritin?" tanya Arka heran dan Tania tertawa.


Lauk yang ada malah tandas oleh Tania semua.


"Kok kenyang ya yank. Aneh nggak sih?" tanya Tania dengan maksud untuk bercanda.


Arka hanya bisa menepuk jidat. Mana ada orang nggak kenyang dengan makan sebanyak itu porsinya.


"Eh, siapa yang beliin makanan segini banyak? Apa kamu keluar yank?" tanya Tania.


"Mana ada pasien rawat inap keluar sendiri untuk beli makan?" tukas Arka.


"Ha...ha... Iya juga ya. Bangun tidur kok aku ngelantur aja sih" ujar Tania terkekeh.


"Efek kekenyangan tuh. Lihat perutmu" kata Arka sambil menunjuk perut Tania.


Tania melihat ke arah perut yang ternyata memang benar apa yang dikatakan oleh sang suami.


"Coba yank, sini aku periksa" kata Arka yang ikutan penasaran.


Meski dia sekarang adalah dokter spesialis orthopedi, tapi sebelumnya pernah mengenyam pendidikan dokter umum lebih dahulu. Meski tak mendalami ilmu kebidanan, tapi Arka pernah mendapatkan teorinya.


"Emang bisa?" tanya Tania memastikan.


"Sudah baring aja" suruh Arka.


Dan Tania pun melakukan apa yang diminta sang suami.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini, happy reading.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteΒ  supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.


Klik juga iklannya


πŸ’

__ADS_1


__ADS_2