Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Adisty Putri Danendra R


__ADS_3

Tepat dua hari sesudahnya, baby cantik Tania dan Arka diijinkan pulang.


Keluarga Rahardjo menyambut dengan meriah. Termasuk juga Angel dan Pandu yang tengah hamil tujuh bulan, Maura dan Benzema yang ternyata juga tengah menanti anak kedua. Kini Maura tengah hamil tiga bulan. Masih awal-awal hamil dengan segala keluhannya.


Arka belum mengadakan acara besar untuk menyambut kedatangan putri kecilnya, mempertimbangkan kondisi sang putri yang masih rentan.


Tania mengusulkan untuk dibarengkan saja waktu ulang tahun pertama Arditya.


Dan itu sudah disetujui oleh Arka.


"Tuan, acara penyambutan si kecil kan masih sebulan lagi. Boleh dibocorin dong nama nya sekarang?" celetuk Pandu.


Nenek Gemmy dan tuan Rendra pun menyetujui pendapat Pandu.


Sementara Mama Rosa asyik dengan kedua cucunya.


Arditya yang gemas dengan adiknya, menoel-neol pipi baby yang sedang lelap itu. Membuat yang lain ikutan tertawa bahagia.


Suasana bahagia tercipta di kediaman Arka Danendra.


Tak lupa yang selalu datang belakangan, keluarga Sebastian dan tak ketinggalan Dewa asistennya.


Arga pun juga menyempatkan datang ke kediaman Arka.


"Selamat untuk kalian" Sebastian menyalami Arka.


"Note, kalian masih kalah sama gue. Masih kurang satu lagi untuk nyamain gue" sambung Sebastian.


"Apa?" sela Tania.


"Nambah satu lagi Arditya yunior nya...ha...ha..." Sebastian tergelak.


"Luka operasi gue aja belum kering, eh suruh nambah satu lagi" jawab Tania ketus.

__ADS_1


"Ya nggak papa, kejar setoran. Nyatanya loe bisa loh, setahun dua kali" celetuk Sebastian menimpali.


"Ha...ha...benar juga apa kata loe Tian. Jarak Arditya sama adiknya kan cuma sebelas bulan" Arka terbahak menanggapi.


"Wah, usulan loe bisa juga aku pertimbangkan" kata Arka membuat Tania melotot ke arah sang suami.


"Hamil aja sendiri" kata Tania ketus.


"Ha...ha..." para bapak-bapak yang berkumpul itu pun tertawa kompak.


Saat Arka dan bapak yang lain tengah menikmati makan yang disiapkan. Dan para mama-mama muda berkumpul di meja yang lain.


Pandu datang tergopoh menghampiri. "Bos, ada berita heboh di sosmed" ujar nya.


"Isshhh, gosip aja kamu ini" kata Dewa.


"Cek ponsel kalian. Buruan" suruh Pandu.


"Wah, Arkan gila. Dia sepertinya mengamuk dalam diam" seru Sebastian yang nyatanya membuka ponsel terlebih dahulu.


"Wooooowww, sang mantan penguasa ditemukan meninggal? Dugaan awal karena serangan jantung?" sela Arga.


"Jangan asal nuduh ke Arkan, bisa jadi memang serangan jantung betulan bosss" kata Dewa menimpali.


"Siapa yang nuduh? Aku kan cuman kasih info kalau mantan penguasa meninggal karena serangan jantung" tandas Arga.


"Nih...nih...semua antek-anteknya juga kena semua" tunjuk Pandu ke layar ponselnya.


"Loh, ini kan mantan kepala penjara saat ayah Bagus di sana?" sela Arka menunjuk ke foto seseorang di layar ponsel Pandu.


"Wah, kena juga dia. Istri kamu tak perlu ngeluarin tenaga untuk membuat dia merasakan dinginnya lantai penjara yang selama ini dia jaga sendiri" terang Sebastian.


Jika para pria dewasa itu sedang ngobrolin tentang Arkan. Arkan yang akan menjalani hukuman seumur hidup sesuai vonis yang jatuh padanya.

__ADS_1


Beda halnya dengan para mama muda.


Tak ada gosip artis yang dibicarakan, tapi lebih mengenai pengalaman mengasuh dan melihat tumbuh kembang anak-anaknya.


Angel yang belum berpengalaman tentu menyimak dengan serius apa yang disampaikan oleh para mama senior itu.


Apalagi jika Mutia yang bicara, maka yang lain akan diam menyimak dengan serius. Mutia yang notabene masih seusia dengan Tania dan Maura, tapi dialah yang lebih berpengalaman karena sudah ada Langit dan Mega yang usianya lebih besar daripada usia anak-anak dari mama yang lain.


Tiba saatnya bagi keluarga Arka dan Tania untuk mengenalkan nama putrinya bagi yang hadir di situ.


Arka dengan lantang mengumumkan nama sang putri.


"Maka nama putri saya adalah 'Adisty Putri Danendra Rahardjo' "


Tepuk tangan terdengar di antara yang hadir.


Doa buat keluarga Arka dan Tania, untuk selalu bahagia dengan putra dan putri nya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini, happy reading.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteΒ  supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.


Klik juga iklannya


πŸ’


Masih banyak kekurangan di novel ini, makasih yang sudah menyimak dari awal sampai akhir.


Love U pull guyysssss 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2