Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Konferensi


__ADS_3

Pagi-pagi Arka sudah memangggil Pandu untuk ke ruangannya.


"Pandu, sudah kau pantau pergerakan Smith?" telisik Arka.


"Sudah tuan, dia terus saja memepet nona untuk memediasi kerjasama dengan kita. Bahkan sering juga anak buah kita memergoki anak buahnya menyatroni kediaman nona" cerita Pandu.


"Oh ya Tuan, hari ini rame sekali berita di sosmed" lanjut Pandu.


"Tentang?" Arka menimpali.


"Skandal tuan Rendra bersama wanita kemarin" kata Pandu meneruskan ceritanya.


"Heemmmmm, siapa yang berada di belakang wanita itu?" Arka mendongak menatap Pandu.


"Tuan William sepertinya tak terlibat, dia sudah pusing dengan hidupnya sendiri" imbuh Pandu.


"Lantas?"


"Ada tuan Hadinoto" jawab Pandu dengan lugas.


"Apa kau yakin?" Arka menautkan alis.


"Yakin tuan muda. Karena selepas dari sini, nyonya Gaby menemui tuan Hadinoto di sebuah hotel" Pandu menunjukkan sebuah foto yang menampakkan tuan Hadinoto sedang bergandeng mesra dengan wanita setengah tua itu.


"Simpan ini untuk bukti" perintah Arka.


"Apa video papa tersebar?" tanya Arka.


"Ini tuan" tunjuk Pandu.


"Reputasi Panapion bisa hancur karena berita ini. Cepat kau hubungi Arga dan juga CEO Blue Sky" suruh Arka.


Dengan tanggap Pandu melakukan apa yang diperintahkan oleh sang bos.


"Ada apa? Pasti kau ngubungin aku kalau ada maunya" sapa Arga dengan ketus karena kalau Arka nelpon pasti mau ngasih kerjaan.


"Mau bonusmu nambah nggak?" celetuk Arka.


"Sekali-kali kasih bonus, tapi nggak ngasih side job kan lebih baik bos" tanggapan Arga.


"Sama aja makan gaji buta oooooiiii" jawab Arka terbahak.


"Cepet katakan! Aku lagi di bawah kolong mobil nih"


"Itu kan tempat favoritmu Arga. Aku mau minta tolong nih" tutur Arka.


"Bonus cairin dulu baru kukerjakan" kata Arga di sana.


"Haiissss kau ini. Abis ini kutransfer atau kau ambil aja keuntungan bengkel bulan ini" kata Arka.


"Siap bosss, aku ambil aja laba bengkel...he...he..." karena Arga tahu keuntungan bengkel lebih banyak daripada transferan Arka.


"Licik kau"


"Cepet katakan! Sibuk nih" suruh Arga.

__ADS_1


"Abis ini jangan balik ke kolong mobil dulu. Tapi buka laptop kamu, bereskan berita-berita di sosmed tentang papa ku" perintah Arka.


"Bisa sih, tapi jejak digital nya kan susah dihilangkan" beritahu Arga.


Arka ingat pertemuan dengan papa nya semalam. Papa sudah bicara kalau suatu saat berita ini pasti akan mencuat ke publik.


Bahkan tuan Rendra siap menebus dosa masa lalunya itu. Jikalau nantinya harus dipenjara, ataupun dihujat papa Rendra sudah siap.


Semua itu tuan Rendra anggap untuk menebus kesalahan terbesarnya kepada mama kandung Arka.


Sedikit banyak, Panapion pasti akan terpengaruh akan berita ini. Arka telah menyiapkan amunisi jika saja para pemegang saham akan resah dan menuntut penjelasan kepadanya.


"Tuan muda, jadi tidak menghubungi tuan Sebastian?" sela Pandu dan Arka mengangguk.


Arka ingin meminta tolong sahabat Tania itu untuk menenangkan media yang mulai riuh.


Setelah mendapat kesanggupan Sebastian, Arka sedikit lega.


"Tuan, di lobi bawah telah banyak menunggu pewarta berita. Apa yang akan kita lakukan? Bagian humas tak bisa mengatasi untuk berita yang langsung berkaitan dengan Tuan Rendra" jelas Pandu.


"Aku akan turun" tegas Arka.


"Aku sendiri yang akan mengatasi, karena aku lah sumber utama masalahnya" sela tuan Rendra yang barusan masuk ke ruang CEO.


"Papa yakin?" tukas Arka. Tuan Rendra mengangguk.


Arka memerintahkan Pandu untuk menyiapkan konferensi pers.


Arka juga menyampaikan ke Pandu untuk menghubungi Arga dan Sebastian. Arka meminta mereka untuk bertindak setelah acara konferensi pers.


"Selamat pagi semua" sapa tuan Rendra duduk mengambil posisi.


"Silahkan dimulai pertanyaannya" kata pembawa acara yang merupakan karyawan bagian humas perusahaan.


"Tuan Rendra, apa benar anda yang berada di video itu?" tanya salah satu pewarta.


Tuan Rendra mengambil nafas dalam dan mulai membuka bibir mengatakan sesuatu.


"Di sini saya memberi keterangan bukan untuk mendapatkan simpati publik ataupun membenarkan perilaku saya. Tapi itu merupakan kesalahan terbesar saya pada keluarga, terutama pada mendiang istri yang telah berbesar hari memaafkan kesalahan yang tak pantas untuk dimaafkan" tuan Rendra memberi keterangan.


"Apa dengan begitu, keluarga besar Rahardjo telah tahu skandal ini sejak lama?" tanya yang lain.


Kali ini Arka mengambil alih mikrofon di depan papa nya.


"Keluarga kami sudah tahu sejak lama. Bahkan tuan Rendra sudah berkali-kali meminta maaf kepada saya selaku putra tunggalnya" jelas Arka.


"Apa kira-kira motif pelaku menyebarkannya sekarang? Bukan saat anda masih menjabat CEO sebelum digantikan tuan muda Arka" wartawan masih saja mencerca ke tuan Rendra.


"Karena penyebar video mungkin saja sudah kepepet kebutuhan, hingga tak ada langkah lagi untuk menjatuhkan keluarga Rahardjo" tandas Arka.


"Apa kemungkinan dari saingan bisnis?" telisik pewarta yang lainnya lagi.


"Bisa jadi" jawab singkat Arka.


"Maaf tuan dan nyonya, untuk sesi tanya jawab kita akhiri. Tuan Rendra, apa ada yang bisa disampaikan lagi?" sela pembawa acara.

__ADS_1


"Heemmm...baiklah" sambut Tuan Rendra.


"Saya hanya lah manusia biasa, yang tak luput dari semua kesalahan. Bahkan karena kebodohan saya sendiri semua itu terjadi. Untuk itu, di depan dunia saya ingin menyampaikan maaf sekali lagi kepada keluarga besar. Terima kasih atas segala dukungan dari putra tunggal saya, Arka Danendra" tuan Rendra mengakhiri pidatonya di depan.


"Untuk berikutnya, saya harap tidak ada berita simpang siur yang merugikan. Papa saya telah berbesar hati menyampaikan semua. Dan dengan gentle mengakui semua kesalahannya. Untuk itu setelah klarifikasi ini, tidak ada lagi berita hoaks. Terima kasih" tutup Arka mengakhiri konferensi pers.


Tuan Rendra masih bersama Arka naik lift menuju ruangan Arka.


"Papa lega Arka, beban di pundak papa rasanya lumayan berkurang setelah mengakui semua. Meski itu aib bagi keluarga Rahardjo" kata tuan Rendra.


"Jangan balik masa lalu Pah, semoga masa depan lebih baik" tukas Arka.


"Aku akan mencari dalang yang menyebarkan semua itu Pah" seru Arka.


"Lakukan saja. Papa rasa tahu siapa di balik semua ini" imbuh papa Rendra.


"Aku akan melakukan apa saja untuk melibas mereka" genggaman Arka mengepal erat.


Beberapa hari setelah konferensi pers, berita tak langsung menghilang. Meski tak seviral berita yang pertama kali muncul.


Ulah Arga dan suruhan Sebastian lah yang meredam semuanya.


Siang itu Arka langsung menelpon Arga tanpa menyuruh Pandu.


"Hei, kau ini lambat sekali sih?" kata Arka.


"Sabar dulu dong bos" sambut Arga.


"Siap-siap aja pelaku akan dipanggil yang berwajib. Karena sudah proses penyidikan" imbuh Arga.


"Siapa yang melaporkan?" telisik Arka. Karena selama ini dia belum menghubungi pihak berwajib.


"Tuan Rendra lah, siapa lagi. Beliau bahkan telah siap jika harus bersaksi ataupun dipenjara. Meski harusnya pihak penyebar yang harusnya ditindak. Bahkan Nona Tania, tunangan anda bersiap untuk menjadi pembela tuan Rendra" kata Arga panjang lebar.


"Hah? Berani-beraninya kalian menikung Arka Danendra" hardik Arka.


"Ha...ha...makanya kalau dikirimi pesan, baca dong bos. Jangan hanya chat dari nona Tania yang dibaca, yang lain main skip aja" sindir Arga.


Arka menutup telpon, dan membuka aplikasi pesan. Ternyata memang benar apa yang dikatakan Arga, disitu Arga sudah menyampaikan semuanya.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Buat nambah imun othor lah, biar semangat nulis 😊😊😊


Vote...vote...vote...


Klik juga dong iklannya


πŸ’


Salam sehat buat semua πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2