Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Rutinitas Baru


__ADS_3

"Sayang, makasih untuk semua yang kau kasih ke aku. Lope you pulll" sapa Tania pagi itu di meja makan.


"He...he...kalau kamu nggak habis operasi sudah kuterkam sedari kemarin" ujar Arka menanggapi dengan tawa khasnya.


Tania menyebik mendengar perkataan Arka.


"Kenapa? Mau diterkam sekarang?" tawa Arka semakin meledak.


"Isshhhhh...apaan sih?" Tania semakin bersungut.


"Yank, aku nanti sama Pandu langsung ke Panapion ya?" pamit Arka.


"Loh, biasanya juga begitu kan?" tanya Tania menimpali.


"Iya, tapi kan biasanya nganter kamu duluan" ulas Arka.


"Boleh kucoba mobil barunya?" tanya Tania.


"Kenapa musti ijin, itu kan hadiah kamu" seloroh Arka.


"Baiklah" kata Tania dengan senyum penuh arti. Karena baru hari ini Arka ngijinin Tania nyetir sendiri semenjak dia operasi.


"Awas saja kalau kau pakai ngebut. Di mobil itu terpasang kamera yang terhubung dengan ponselku" tukas Arka sambil memainkan ponsel.


Tania kembali bersungut. Niat hati ingin menggeber mobil yang pasti larinya lebih kencang daripada mobil punya dia, eh malah sudah dicegat kata-kata Arka duluan.


Arka mengusap sayang puncak kepala Tania. "Love you, aku berangkat dulu" pamitnya tak lupa mengecup kening Tania.


"Love you too" imbuh Tania.


"Emang Pandu sudah di bawah?"


"Hemmmmm" jawab Arka.


Selepas Arka pergi, Tania pun menyambar tas ransel yang selalu setia menemani. Sepatu sneakers yang menjadi atribut lengkap selanjutnya.


"Pagi Non Tania, seger sekali hari ini?" sambut Angel di mejanya.


"Pagi Angel. Sepi amat?" Tania menaruh pantat dan duduk di depan Angel.


"Mang Mamat masih keluar Non, katanya sih mau beli kopi" tukas Angel.


Mamat adalah karyawan yang diminta Tania untuk bersih-bersih kantor.


"Sepi ya Ngel, apalagi kita belum punya klien" sambung Tania.


"Ya dipake rebahan aja Non, jangan terlalu dipikirin" sahut Angel.


"Benar juga. Tapi kan aku juga musti mikirin gaji kamu sama mang Mamat" kata Tania selanjutnya.


"He...he...benar juga ya Non" Angel terkekeh.


"Non, ada berita seru pagi ini" beritahu Angel.


"Ujung-ujungnya pasti ngegosip" seloroh Tania.


"Non tahu kan, selebgram terkenal yang bernama Davina?" tanya Angel.


"Davina, putrinya tuan David?" Tania menimpali.


"Kalau itu aku nggak tahu Non. Yang aku tahu dia selebgram terkenal" ujar Angel sambil menunjukkan foto orang yang dia maksud.


"Oooohhhh..."Tania mengangguk.


"Lantas?" Tania penasaran juga.

__ADS_1


"Katanya nggak mau ngegibah, nyatanya non penasaran juga" ledek Angel.


"Kau kan yang mulai. Selesaikan dong" sahut Tania.


"He...he...." Angel malah tertawa.


"Angel" panggil Tania dan meminta Angel untuk meneruskan ngegosipnya.


"Dia tertangkap" jelas Angel saat tawanya sudah berhenti.


"Hah?" Tania bengong menanggapi.


"Kasus apa?"


"Prostitusi" jawab Angel menjelaskan.


"Wah...dunia...dunia...semakin ke sini semakin ada-ada saja" gumam Tania.


Berbarengan dengan itu, ponsel Tania berdering.


"Siapa Non?" tanya Angel saat Tania tak segera mengangkat telpon yang berbunyi itu.


Tania mengedikkan bahu tanda tak tahu, "Nomor tak dikenal" jelas Tania.


"Nggak diangkat Non?" timpal Angel.


"Hemmm kuangkat aja. Siapa tahu klien pertama kita" seloroh Tania.


"Selamat pagi, dengan Tania" sapa Tania.


"Pagi Nona Tania. Saya Barry assisten tuan David dari Panapion" jelas orang itu lewat sambungan telpon.


"Iya, tuan Barry. Ada apa dengan tuan David?" tukas Tania.


"Heemmmm...saya ada di kantor. Anda bisa menemui saya di sini" jelas Tania.


"Baiklah. Akan kuberitahu tuan David. Terima kasih Nona" katanya terus menutup panggilan.


"Siapa tuan David Non?" sela Angel yang juga ikutan menyimak pembicaraan Tania saat menerima telpon tadi.


"Bapaknya Davina" terang Tania.


"Jangan-jangan mau ke sini, karena ingin Nona menjadi pengacara putrinya itu?"


"Bisa jadi" Tania menimpali.


"Heemmm, kasus pertama kok datangnya kek gini" seloroh Angel.


Tania tertawa menimpali, "Kita ikuti alurnya saja".


"Iya juga sih Non" ucap Angel ikutan ketawa.


Tania mengirimi pesan ke Arka, memberitahu kalau tuan David hendak menemuinya. Kemungkinan sih hendak membicarakan kasus yang sedang menimpa putri yang digadang-gadang akan dijodohkan dengan Arka.


Emoji tertawa terbahak yang dikirimkan Arka.


"Semoga sukses istriku sayang" ketik Arka sebagai balasan.


Tania menaruh ponsel, sebal membaca pesan yang dikirimkan Arka.


"Tuan Arka pasti yakin anda bisa menyelesaikannya Non" kata Angel saat melihat ekspresi sebal sang bos.


.


Tuan David benar-benar datang di kantor Tania yang baru.

__ADS_1


Tak lupa sudut pandangnya menelisik seluruh bagian ruangan kantor Tania.


"Lumayan juga" gumamnya membuat Tania jengah.


"Selamat siang tuan David. Ada yang bisa saya bantu? Hingga seorang tuan David sudi kiranya mampir ke kantorku yang kecil ini" sapa Tania merendah.


"Ha...ha...pintar juga kau bermain kata Nona" sambutnya.


"Apa aku boleh duduk?" tanyanya.


"Silahkan" timpal Tania.


"Silahkan tuan Barry" meski belum pernah bertemu dengan orang ini, Tania yakin kalau dia lah orang yang menelponnya tadi.


"Baik Nona" orang yang di sapa ikutan duduk di samping tuan David.


"Nona Tania, aku rasa kamu sudah mendengar kasus yang diterima putriku" kata tuan David memulai pembicaraan.


"Heemmmm" Tania hanya bergumam.


"Lantas?" sahut Tania.


"Aku yakin putriku ada yang menjebak. Dan aku harap kau bersedia menjadi pengacaranya" kata tuan David.


"Bukannya kau sedang mencari nama Nona? Dengan menjadi pengacara Davina, setelah itu pasti namamu akan terkenal" kata tuan David pongah.


Tania hanya mengangkat sudut bibir dengan sinis. Angel yang ikutan mendengarnya saja ikutan geregetan.


"Putri saya punya ratusan ribu follower, dengan kau menjadi pengacara dia. Aku jamin kau akan laris Nona. Pas kan? Simbiosis mutualisme" imbuh Tuan David.


"Atas dasar apa anda mempercayakan kasus ini kepada saya? Bukankah antara pengacara dan klien harus terbina rasa itu?" tandas Tania dengan nada tegas.


"Ha...ha...karena kasus yang sedang membelit putriku hanya kasus kecil. Aku yakin kamu pasti bisa menyelesaikannya" jawabnya terbahak.


"Kasus kecil?" sela Angel.


"Kalau begitu kenapa anda tak menyelesaikan sendiri. Lagian itu kasus kecil kan menurut anda?" sela Tania.


"Kau ini pengacara baru aja sudah belagu. Ini tawaran terakhir saya, kau setuju apa tidak menjadi pengacara putriku?" kata David masih saja menyombongkan diri.


"Maaf menyela Nona Tania, saat ini Nona Davina berada di ruang tahanan pihak berwajib. Aku harap anda bisa membantu kami" kata Barry asisten tuan David lebih sopan.


"Kenapa nggak nyari saja pengacara yang sudah punya nama?" seloroh Tania.


Tania tidak tahu saja, kalau sebenarnya tuan David sudah kalang kabut dengan kasus Davina. Uang sudah banyak digelontorkan untuk menutupi semua, nyatanya berita tetap terekspos juga.


Tuan Barry membisikkan sesuatu ke Tania. "Jadi Nona, please tolonglah" harap Barry.


"Mengingat apa yang anda sampaikan tadi, akan aku coba membantu" tukas Tania menegaskan.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


*Alhamdulillah 2022, Bismillah 2023.


Tahun Baru semangat baru, semoga lebih baik dari tahun kemarin.


Untuk para readers, thanks a lot for everything


Masih banyak kata yang belum tertulis, masih banyak ide yang belum tertuang.


Maafkan jika othor belum bisa memenuhi harapan readers tersayang*.


LOTS OF LOVE TO YOU GUYS


πŸ’

__ADS_1


__ADS_2