Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Ketemu Nenek


__ADS_3

Arka masih menimbang sebelum memutuskan menghubungi Tania.


"Heiii, sudah kau hubungi belum?" Arka sampai tak tahu kalau Arga telah keluar dari kolong mobil dan berdiri di belakang Arka.


Gelengan Arka didapat oleh Arga.


"Lelet amat sih kau? Kan tinggal ngechat aja tuh Tania" kata Arga.


"Seperti bukan Arka yang kukenal" ledek Arga.


"Kalau jadi kau, kusanggong aja tuh cewek di depan rumahnya. Langsung ajak ke depan nenek. Alasan pikirkan nanti" usul Arga.


"Wah, masuk juga tuh saranmu" sungging senyum di sudut bibir Arka.


.


Keesokan pagi, Tania lagi-lagi mendapat mandat dari mama Rosa.


Belum juga menyuapkan sesendok nasi untuk sarapan, "Tania, sepulang kerja kamu harus mengajak tuh cowok yang sudah berani mengajak putri mama tidur di rumahnya!!!" ujar mama Rosa.


"Mah, aku tuh nggak ngapa-ngapain sama dia. Percaya dech" Tania beralasan.


"Nggak ada jaminan" tukas mama.


"Kita sudah dewasa Mah" tandas Tania.


"Karena sudah dewasa, malah buat mama takut. Takut kebablasan" imbuh mama Rosa tak mau kalah.


"Tidak ada alasan lagi, ntar sore kamu sudah harus sama dia" seloroh mama Rosa sambil menyiapkan bekal untuk putri tercintanya.


Tania manyun mendengarkan perintah mama, karena sampai saat ini dia belum juga menghubungi Arka.


"Tuh bekalmu. Mama mau ke toilet dulu. Mules nih perut" kata mama.


"Jelas saja mules, dari kemarin ngomel melulu" gumam Tania, tapi mama sudah menghilang di balik pintu toilet.


Tania bergegas meraih tas dan bekal yang sudah disiapkan mama Rosa.


"Mah, aku pergi dulu" pamit Tania mengeraskan suara takut nggak kedengaran mama Rosa yang sedang menyalakan kran air.


"Iya, hati-hati" kata mama tak kalah keras suaranya.


Tania menutup pintu depan, karena mama sedang berada di belakang.


Saat membalikkan badan menuju pagar depan, dilihatnya sebuah mobil sport mewah telah terparkir di sana.


"Siapa sih yang parkir di situ? Ngehalangin jalan aja" gerutu Tania pagi-pagi.


Tiba-tiba Arka sudah berdiri aja di depan Tania.


"Ikut aku" gandeng Arka ke lengan Tania.


Tania mengibaskan pegangan Arka, "Mau ke mana?" tanya Tania berada di mode siaga.

__ADS_1


"Sudah ikut aja" jawab singkat Arka.


Ternyata Arka menjalankan apa yang diusulkan Arga.


"Kok bengong sih, ayo masuk. Atau kupaksa" ancam Arka.


"Nggak mau gue" Tania hendak pergi menjauh.


Tapi alangkah kaget dirinya, tiba-tiba tubuhnya melayang.


"Hei, apa yang kau lakukan? Cowok gila?" Tania memukul dada bidang Arka.


"Diam sebentar apa sulitnya sih" gerutu Arka.


Arka menaruh tubuh Tania dalam mobil dan segera menguncinya agar Tania tak bisa keluar.


"Heh...mau kau culik kemana aku?" tanya Tania saat Arka menaruh pantat di belakang kemudi.


"Sudah diam aja, gara-gara aku menolongmu kemarin. Aku suruh ngajak kamu ketemu sama nenekku" jelas Arka.


"Kok seperti mamaku" gumam lirih Tania.


"Apa maksud kamu?" telisik Arka.


"Ya, gara-gara aku nggak pulang semalaman kemarin. Mama ku minta ketemu sama kamu" terang Tania.


"Ha...ha...nasib kita sama" Arka terbahak.


"Begini saja. Kali ini kau bantu aku menghadap nenek, ntar sore aku bantu kamu menghadap mama mu" usul Arka.


Ternyata tak sulit mengajak kerjasama nih cewek. Pikir Arka sambil fokus menyetir.


Tania mengirim pesan ke Angel kalau dirinya telat pagi ini.


"Betewe, mobilmu baru lagi. Pinjem lagi sama temenmu yang punya bengkel itu?" seloroh Tania sambil mengamati interior mewah dalam mobil.


"Menurutmu?" tukas Arka.


"Ya pasti pinjem ke temenmu itu" jawab Tania penuh percaya diri.


"Bener kan punya temanmu?" tanya Tania karena Arka hanya diam tak menanggapi.


"Terserah aja dech" kata Arka, sejurus kemudian tertawa. Bagi Arka lucu juga mendengar kata-kata Tania.


Gerbang membuka otomatis saat mobil Arka tepat di depannya.


"Wowwwww, ini rumah nenekmu?" kagum Tania melihat rumah yang sangat mewah di depannya.


Arka hanya mengangguk. Dia sedang memikirkan, apa saja yang akan ditanyakan nenek saat ketemu dengan Tania.


"Berarti kau beneran orang kaya dong?" celetuk Tania dengan mata berbinar.


"Jangan bilang kau matre" tandas Arka.

__ADS_1


Tania meninju lengan Arka.


"Matre dikit juga nggak papa dong...he...he..." imbuh Tania.


"Apa maksudmu?"


"Maksud gue, apalah arti dua ribu dolar bagimu. Jadi kerusakan mobil akibat ulah tak sengaja gue, anggap aja lunas. Please" Tania mengatupkan kedua tangan mengharap belas kasihan Arka.


"Ya nggak bisa dong, hutang adalah hutang" tolak Arka.


"Tapi aku tak menganggap itu hutang loh. Kau kan yang memaksa" elak Tania terkekeh. Berhasil memperdayai Arka.


"Nggak bisa!" tandas Arka.


"Ya sudah, aku balik aja" kata Tania berbalik arah.


Tapi langsung dicegah oleh Arka, "Oke, aku setuju" kata Arka.


"Oke, fix" berhasil juga Tania terbebas dari dua ribu dolar. Tania tertawa dalam hati.


Sampai dalam rumah, lagi-lagi Tania dibuat kagum oleh interior design nya.


"Ilermu netes tuh" canda Arka.


"Nek...nek...nenek" panggil Arka.


"Nyonya ada di dapur Tuan muda" jawab bi Inem yang sedang membersihkan lantai.


"Oke bibi, makasih" sahut Arka sopan ke ART neneknya itu.


Tania hanya melihat interaksi Arka yang sepertinya sangat menghargai orang lain tanpa memandang status.


"Emang kalau di rumah panggilanmu tuan muda?" bisik Tania.


"Heemmmm" Arka hanya bergumam dan tak mau membahas.


"Duduk" suruh Arka saat mereka berada di ruang tengah.


Nenek Gemmy yang mendengar ada yang datang, segera meninggalkan pekerjaan di dapur.


"Wah, calon cucu menantu Nenek sudah datang ya" Nenek Gemmy menghampiri Tania dan segera memeluk erat Tania.


Tania melotot ke arah Arka minta penjelasan. Tapi Arka hanya mengedikkan bahu, tanda tak tahu.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan readers semakin banyak.


Buat nambah imun othor, biar semangat nulis 😊😊😊


Klik juga dong iklannya

__ADS_1


Lope² bunga sekebon dech untuk kalian 💝


__ADS_2