
Setelah kontrol untuk kedua kalinya perban yang menutup luka bekas operasi telah dibuka, dan Tania dinyatakan sembuh.
"Lukanya telah kering" tunjuk Maya ke arah perut Tania.
"Jadi nggak perlu aku tutup lagi. Untuk selanjutnya silahkan kontrol jika ada keluhan" bilang Maya.
"Oke, baiklah. Makasih ya atas bantuannya selama ini. Oh ya, seumpama untuk bepergian jauh kira-kira sudah aman belum sih?" tanya Tania.
"Emang kalian mau ke mana?" sela Maya.
"Ada dech" terang Tania terkekeh.
"Aku rasa aman, tapi sebaiknya tunda dulu saja dua minggu lagi" tukas Maya.
Dia kompak sekali dengan nenek Gemmy. Batin Arka.
"Kita pamit dulu dokter Maya. Sampaikan salam aku buat kak Mayong dan juga Bara" imbuh Arka.
"Baik, akan saya sampaikan" tukas Maya.
"Sayang, ada yang ingin aku tunjukin ke kamu" kata Arka sambil fokus menyetir.
"Apa?" ucap Tania menimpali.
"Ntar juga akan tahu"
Arka melajukan mobil ke arah sebuah kawasan perkantoran, yang di tengah-tengahnya ada sebuah mall besar.
"Apa kita mau ke Mutia Bakery?" sela Tania.
"Kau ini makanan mulu dech" jawab Arka terkekeh.
"He...he...perbaikan gizi yank, buat penyembuhan luka operasi" jawab Tania tersenyum simpul.
"Perbaikan gizi atau karena aji mumpung aja?" tukas Arka.
"Dua-duanya"
"Kita nggak ke Mutia Bakery, tapi kita mau ke ruko yang letaknya sejajar dengan perusahaan Mutia" beritahu Arka.
Mobil memang berhenti seperti yang dibilang oleh Arka barusan.
Sebuah ruko berjejer dengan lokasi yang strategis.
Melihatnya sekilas, harga ruko ini pasti sangat mahal.
Tapi untuk apa sang suami mengajaknya ke sini. Batin Arka.
"Ngapain kita ke sini yank?" tanya Tania karena penasaran.
Arka membuka pintu mobil dan melangkah mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk sang istri.
"Turunlah!" suruh Arka.
Tania pun mengikuti permintaan sang suami.
Dengan mesra Arka menggandeng Tania menuju ke ruko yang berada di ujung.
"Mau belikan aku ruko?" canda Tania.
"Diamlah. Bentar lagi kau juga akan tahu" seloroh Arka dan menutup mata Tania dengan kedua tangannya.
__ADS_1
"Yank, kau menganiayaku ya? Ingat pasal berapa tentang KDRT kan?" seloroh Tania.
"Ssssttttttt diam dulu... lima....empat...tiga...dua...satu..." Arka menghitung mundur dan tetap mengajak Tania melangkah.
"Surpriseeeeeee..." sambut semuanya.
Arka membuka telapak tangan yang menutup mata sang istri.
Sementara Tania mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menormalkan kembali pandangan yang nampak kabur sebelumnya.
"Happy birth day to you...happy birth day to you....happy birth day to Tania" mama Rosa dan nenek Gemmy serta yang lain nampak menyanyikan lagu itu dengan penuh semangat.
Mama Rosa mendekat dengan membawa kue ulang tahun untuk putrinya. Nenek Gemmy kebagian menyalakan lilin.
"Tiup lilinnya...tiup lilinnya sekarang juga...sekarang juga" nyanyian terdengar dari semua orang yang di sana.
Tania nampak terharu dan berkaca atas perhatian orang-orang yang disayanginya.
Dengan sekali tiup, kedua lilin yang menunjukkan angka ulang tahunnya telah padam.
"Potong kuenya...potong kuenya..." lagu itu terus berlanjut sampai Tania memberikan potongan kue pertama untuk sang suami.
"Makasih ya, i love you" bisik Tania mencium Arka. Bahkan ciuman itu dirasa semakin mendalam seakan hanya mereka berdua yang ada di sana.
"Cieee...bisa nggak di rem dulu tuh ciuman?" sela Sebastian dan Mutia yang ternyata hadir di sana juga.
"He...he...." Tania tersipu malu.
Semua yang hadir telah memberikan selamat dan mendoakan untuk Tania.
Sebuah kejutan lagi-lagi diberikan Arka.
"Buka...buka...buka...." seru yang lain.
Tania memandang Arka. "Bukalah" suruh Arka.
Dengan pelan Tania membuka kotak yang terbungkus rapi.
Tania memandang Arka sekali lagi karena telah mendapati sebuah kunci mobil.
"Terima kasih. Aku tak tahu lagi harus mengatakan apa. Sudah banyak kebaikan yang telah kau berikan padaku" imbuh Tania.
"Itu sudah menjadi kewajiban aku sebagai suami kamu. Jadi hilangkan rasa tak enak yang ada di diri kamu yank" serius Arka menatap Tania.
"Memang ya, hawa-hawa pengantin baru tuh dunia hanya milik berdua. Yang lain nih, hanya pada numpang" celetuk Dewa yang juga ada di sana disambut tawa yang lain.
"Tania, boleh nggak nih kuenya dimakan?" kata Sebastian.
"Boleh dong. Eh, bukannya nih kue semua produk Mutia Bakery?" tanya Tania.
"Heemmmm" jawab Mutia.
"Tian, apa nggak bosan kamu makan nih?" sela Tania menunjuk kue buatan Mutia.
"Ya enggaklah. Buatan istriku mah ter the best" tukas Tian.
"Ngidam aja aku hanya ingin ini" celetuk Sebastian sambil mengambil kue yang dimaksud.
"Dan sebagai hadiah ulang tahun, aku persembahkan semua ini" kata Arka dengan memberikan kode kepada Pandu dan Angel untuk melakukan sesuatu.
Tirai penutup ruangan pelan-pelan tersibak. Sebuah tulisan grand opening biro hukum 'Tania Fahira, SH' tertulis di sana.
__ADS_1
Tania ternganga sambil menutup mulut. Sebuah kejutan tak terduga lainnya diterimanya hari ini.
Angel mendekat, "Selamat Nona. Aku akan menjadi karyawan pertama yang akan bekerja di kantor anda" beritahu Angel.
Tania memeluk Angel, "Terima kasih. Jadi beberapa hari ini kau tak masuk kerja dan susah dihubungi karena ini?" tanya Tania.
Angel mengangguk. Pasti ada turun tangan sang suami untuk menyiapkan semua ini.
Bahkan Arka juga membisikkan sesuatu, "Kantor kamu sekarang adalah tempat ini. Anggap saja kamu telah resign dari kantor kamu sebelumnya" jelas Arka.
"Tapi aku belum membuat surat pengunduran diri" tukas Tania.
"Jangan dipikirin Non, tuan Arka telah melakukan semua. Dan anda terima beres saja" sela Pandu.
"Jangan ngobrol aja dong, yuukkk makan!" ajak Sebastian.
"Tau nggak sih kalian telah banyak menyita waktuku dan juga waktu istriku" tandas Tian.
"Kamu ikhlas nggak sih ke sini?" cela Tania.
"Nggak usah didengerin kak, kakak kayak nggak tahu watak suamiku saja" sela Mutia menengahi.
Padahal Sebastian dan Dewa serta yang lain tekah diberitahu Arka untuk mengosongkan waktu demi undangan ulang tahun Tania.
"Bilang aja kamu kelaperan" sela Tania.
"Nah, itu baru sahabatku. Tahu apa yang aku rasakan...ha...ha..." Tian tergelak.
Mereka semua menikmati makan sambil bersendau gurau. Bahkan Arka juga menyiapkan sebuah live music untuk menambah meriah pesta kejutan kecil untuk sang istri.
"Sayang, terima kasih sekali lagi" kata Tania yang duduk di samping Arka sambil menikmati makanan.
"Heemmmm....semua nggak gratis ya. Ada waktunya aku akan menagih semuanya" bisik Arka di belakang telinga Tania hingga membuat kuduk meremang karena hembusan nafas Arka.
"Dasar. Sama istri sendiri tetap saja perhitungan. Nyesal aku ngucapin terima kasih" sungut Tania. Arka pun tergelak. Sungguh menyenangkan ngerjain Tania Fahira dan itu menjadi hobi baru Arka.
Sebastian dan Mutia ikutan gabung di meja Tania dan Arka.
"Sekali lagi selamat ya kak, panjang umur, sehat selalu dan dikasih umur yang senantiasa berkah" doa Mutia tulus kepada Tania.
"Dan tak lupa, semoga kalian segera mendapat momongan" kali ini terdengar tulus kata yang diucapkan Sebastian.
"Makasih ya" balas Tania
Dewa dan Dena telah kembali saat acara belum usai. Mereka yang merupakan asisten Sebastian dan juga asisten Mutia buru-buru kembali karena ada masalah mendadak soal pengiriman pesanan oleh rekanan.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...
Koinnya jangan ketinggalan.
Klik juga iklannya
💝
Salam sehat buat semua 🤗
"HAPPY NEW YEAR"
__ADS_1