
Proposal kerjasama yang diajukan oleh perusahaan tuan Smith telah dipegang oleh Tania.
Saat ini Tania akan pergi sebagai perwakilan Panapion Grub.
Tuan Smith menginginkan bertemu di sebuah resto seperti biasa.
Kali ini Tania pergi bersama dengan Pandu. Dan di sana sudah ada Arga yang menunggu. Begitulah perintah Arka.
Tania bersedia pergi, dengan syarat pembicaraan diadakan bukan di ruang privat.
"Sayang, jam berapa berangkat? Nanti biar Pandu yang menjemput ke sini. Maaf ya jadi merepotkan kamu" ujar Arka saat Tania memasangkan dasi di leher nya.
Tania meraba leher Arka.
"Ada apa?" telisik Arka.
"He...he...bentar" ucap Tania sambil mengambil sesuatu.
Ternyata dia mengambil foundation. "Biar nggak kelihatan" katanya sambil mengoles ke leher Arka.
Arka baru ngeh setelah melihat yang dilakukan sang istri.
"Kamu ganas juga di ranjang" bisiknya. Dan blussss merah pipi Tania muncul kembali membuat Arka semakin gemas dan menciumnya.
"Makasih ya untuk semuanya" ucap Arka.
Terdengar bel pintu apartemen.
"Sepertinya Pandu telah datang" ujar Tania.
"Biar aku aja yang bukain pintu. Suruh bibi nyiapin sarapan kita" seloroh Arka.
Tania mengangguk.
Arka kembali bersama Pandu, diajaknya Pandu untuk sarapan bersama.
"Yank, pulang kerja ke rumah nenek yuuk. Semenjak kita menikah belum sekalipun ke nenek" rajuk Tania.
"Heemmmm...akan kupikirkan" jawab Arka bercanda.
"Sayang...ya????" Tania menunggu kepastian.
"Iya" jawab Arka.
"Oh ya Pandu, anter istriku ke mansion setelah selesai urusan dengan tuan Smith" perintah Arka.
"Baik tuan" tukas Pandu.
"Pandu, kemarin cerita kamu belum selesai loh" sela Tania.
Arka sampai menepuk jidat. Pasti yang akan dibahas adalah gosip antara Marsha, Felix dan juga William.
"Aku penasaran yank" Tania terkekeh.
"Aku nggak tahu lagi cerita selanjutnya nona" imbuh Pandu. Pandu sungkan dengan pelototan netra Arka yang mengarah padanya.
Tania berangkat dengan Pandu ke resto yang diminta oleh tuan Smith. Tania hanya mengikuti saja.
__ADS_1
Arga bahkan telah berada di sana sekitar setengah jam yang lalu.
Pandu mengangguk ke arah Arga, tanpa menyapa. Seolah mereka tak saling kenal.
Tuan Smith sudah berada di meja sesuai yang diberitahukan kepada Tania. Tania dan Pandu pun melangkah mendekat ke arah tuan Smith.
"Selamat pagi Nona. Nggak menyangka kita bisa bertemu lagi" sapa Smith. Jelas banget di aura wajahnya kalau semua hanya basa basi.
"Pagi tuan Smith" Tania duduk di hadapan laki-laki itu dengan Pandu duduk di sampingnya.
"Hah, aku kira anda datang sendiri ke sini Nona? Nyatanya tuan Arka tetap menyuruh orang untuk menemani anda" ucap Smith seakan merasa kecewa.
"Maaf tuan Smith, karena yang anda ajak kerjasama adalah Panapion. Maka aku mengajak tuan Pandu untuk mewakili sebagai pihak yang ingin anda ajak kerjasama" kata Tania.
"Baik tuan Smith, saya ke sini mewakili Panapion. Setelah menelaah proposal kerjasama yang anda ajukan, intinya kami menyetujuinya" jelas Pandu.
"Silahkan dikoreksi jika ada yang kurang cocok" kata Pandu sambil menyodorkan berkas kerjasama kedua pihak.
Tuan Smith meneliti dan membaca lembar demi lembar.
"Jadi perusahaan kami bukan satu-satunya pemegang hak sebagai penyuplai tenaga kebersihan di sana?" tanya tuan Smith.
"Benar, Panapion tak mungkin memutus begitu saja perusahaan yang telah bekerjama sebelumnya. Dan saat anda mengajukan proposal itu, kebetulan perusahaan kami ingin menambah tenaga kebersihan dan perusahaan sebelumnya tak bisa memenuhi itu" kata Pandu beralibi.
"Tuan Smith, kalau anda memang keberatan. Panapion pun tak bisa memaksa. Bisa kami mencari rekanan lain" imbuh Tania. Kata-katanya penuh penekanan, seakan memaksa Tuan Smith untuk memberi keputusan.
"Baiklah. Saya setuju" tandas tuan Smith langsung memberi keputusan.
Umpan telah ditangkap. Batin Tania.
Sementara itu di belakangnya terdengar suasana sedikit ribut.
Tania hanya melihat saja.
"Kalian bisa kutuntut kalau tak memberikan ganti rugi" ancam Davina tentu saja membuat sang kasir ketakutan.
"Maaf Nyonya, kami benar-benar tak sengaja. Bagaimana kalau kita ganti dengan minuman yang baru" usul kasir itu.
"Aku nggak mau. Panggil manager kamu. Aku akan bilang keteledoran kalian" kata Davina setengah berteriak.
"Cepat!!!" hardiknya.
Dengan lari tergopoh, sang kasir lari masuk ke dalam. Mungkin tujuannya untuk memanggil manager seperti yang diminta oleh Davina.
"Aku minta ganti rugi atas pelayanan kalian yang tak memuaskan" ancam Davina ke sang manager.
"Maafkan kami Nyonya. Kami akan ganti minuman yang baru dan kami gratiskan" kata manager sekali lagi minta maaf.
"Aku nggak mau. Kalau kalian tak ganti rugi, akan kuviralkan kalian" tetap saja kata Davina mengandung ancaman.
"Aku punya lebih seratus ribu pengikut, sekali kuunggah minuman ini. Maka aku jamin resto ini akan bangkrut" kata Davina sinis.
'Di mana dia berada selalu saja buat ulah' batin Tania.
Lama-lama Tania jengah juga mendengar keributan itu. Saat akan mendekat, tiba-tiba ada yang membawa Davina pergi menjauh dari sang kasir.
"Apa yang kau lakukan? Baru ditinggal sebentar saja sudah bikin ribut" celetuk laki-laki di depan Davina. Posisinya membelakangi Tania, sehingga Tania tak tahu siapa dia.
__ADS_1
"Nih lihat sayang. Ada hewan hidup di minuman yang aku pesan" beritahu Davina kepada seseorang yang sepertinya adalah kekasih Davina.
"Kita pergi saja, cari tempat lain" gandeng laki-laki itu.
"Hei tuan Arkan. Anda di sini juga?" Arga berdiri menyapa laki-laki yang dipanggil sayang oleh Davina.
"Arkan? Sayang? Davina?" gumam Tania.
"Wah...nggak nyangka bertemu dengan anda di sini tuan Arga" kata Arkan menyalami Arga.
"Iya kebetulan aku janji temu dengan seseorang. Tapi sampai jam segini kok nggak nongol-nongol juga" tukas Arga.
"Baiklah, kalau begitu kami duluan" pamit Arkan menjauh dari Arga.
Tania kembali menoleh ke arah tuan Smith.
"Sampai lupa, kita tadi sampai mana tuan Smith?" kata Tania.
"Tuan Smith setuju dengan klausul kerjasama yang kita siapkan Nona Tania" sela Pandu.
"Oh ya, sampai situ" imbuh Tania menyungging senyum di sudut bibir.
"Kami tunggu anda di Panapion untuk menandatangani kerjasama kedua perusahaan ini tuan Smith" ujar Pandu menjelaskan.
"Baik tuan Pandu. Semoga kerjasama ini bisa berjalan lancar" tukas tuan Smith.
Tania dan Pandu menyalami tuan Smith, karena sudah tidak ada yang perlu dibicarakan lagi.
Tuan Smith terlihat tersenyum sinis, saat Tania dan Pandu sudah tak ada di hadapannya.
"Kena juga kalian" gumamnya dan kebetulan terdengar oleh Arga.
'Cih, dasar serigala berbulu domba' umpat Arga.
Tuan Smith hendak berjalan ke arah kasir, Arga sengaja memasang kaki untuk menjegal langkah Smith. Dan hampir saja Smith terjatuh.
Dengan pelototan tajam, Smith memandang Arga.
"Maaf tuan saya tak sengaja" kata Arga. Padahal dalam hati nya dia menertawakan Smith. Rasain loe, begitu kira-kira isi hati Arga sekarang
Tuan Smith tak jadi mendamprat karena teringat kalau lelaki di depannya adalah kenalan Arkan.
Dalam perjalanan balik ke nenek, Tania masih memikirkan Davina yang memanggil sayang ke Arkan. Padahal nyata-nyata tuan David begitu gencar mempromosikan Davina kepada Arka. Dan Davina juga tanpa rasa sungkan menempel ke Arka.
"Ih, benar-benar ulat bulu" gumam Tania sambil menggelengkan kepala.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote lagi supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...
Buat nambah imun othor lah, biar semangat nulis 😊😊😊
Vote...vote...vote...
Klik juga iklannya
__ADS_1
💝
Salam sehat buat semua 🤗