
Arka dan Tania menyusul nenek Gemmy yang telah berada di meja makan.
"Wah, menu istimewa nih" celetuk Arka.
"Iya dong, sengaja nenek siapin buat Tania" ujar nenek.
"Nek, boleh nanya lagi nggak?" sela Tania.
"Heemmm" jawab nenek mengangguk.
Tania memandangi Arka.
"Tanya aja, daripada ntar bisulan" seloroh Arka dengan bercanda. Cubitan Tania mendarat di lengan Arka.
"Apa yang mau ditanyakan?" nenek menjeda.
"Tuh, Tania mau nanya. Apa yang nenek ketahui tentang dirinya?" Arka mewakili Tania.
"Heh, kamu kan pernah bilang ke aku. Kalau nenek lebih tahu diriku daripada kamu sendiri" debat Tania.
"Jadi ucapanku waktu itu kau anggap serius?" tatap Arka. Dan Tania mengangguk.
"Sini mendekat, biar kau tahu" ujar Arka.
Tania mendekatkan telinganya, "Nenek pasti sudah nyelidikin kamu" bisik Arka.
"Hah?" Tania keheranan sambil menatap nenek.
Nenek Gemmy tersenyum, "Apa yang musti nenek bilang, aku aja belum nanya ke Tania langsung" elak nenek.
"Nek" kata Arka.
"Iya...iya... Aku akan cerita. Kamu anak tunggal dari pasangan Bagus Priyanto dan Rosa Aprilia kan? Ayahmu meninggal saat di penjara karena sakit. Sekarang kamu tinggal berdua dengan mama Rosa" Nenek pun menyebutkan alamat Tania dengan jelas dan akurat.
"Sampai sebegitunya nek?" Tania masih saja heran.
"Nenek akan memastikan siapapun yang dekat dengan cucu kesayangannya ini. Meski aku sendiri kadang tak nyaman" celetuk Arka.
"Bahkan kalau aku mau, aku ke kamar mandi aja nenek pasti akan ikut. Ya kan nek?" imbuh Arka tertawa.
"Haiisssss kau ini" hardik nenek.
"Nenek sampai lupa kalau kau telah dewasa Arka" lanjut nenek.
"Nek, boleh makan sekarang?" tanya Tania yang perutnya mulai keroncongan.
"He...he...ayo..ayo...makan aja" kata nenek mempersilahkan.
.
Tepat dua minggu setelahnya, acara tunangan antara Arka dan Tania dilaksanakan.
Tidak seperti acara Maura Hadinoto dan Benzema Abimanyu yang dilaksanakan di sebuah hotel mewah.
Acara pertunangan antara Arka Danendra Rahardjo dan Tania Fahira diadakan di kediaman Tania atas permintaan mama Rosa.
Almarhum Ayah Tania pernah berkata kalau ingin menikahkan putrinya di kediamannya sendiri. Dan mama Rosa ingin melaksanakan amanat itu.
Dengan undangan terbatas, acara tunangan itu berlangsung lancar. Dan menghasilkan keputusan kalau pernikahan mereka berdua akan diadakan dua bulan lagi. Karena kesibukan Tania dan juga Arka.
Bahkan di acara tunangan itu sengaja Tania juga tak mengundang dua sahabatnya. Duo somplak yang selalu tega membully. Tania sangat tahu kesibukan CEO Blue Sky dan asistennya itu, apalagi Sebastian pasti sering begadang karena baby baru nya.
__ADS_1
"Eh, bukannya itu teman kamu?" tunjuk Tania ke arah Arga yang barusan lewat di depan mereka.
"Arga?" tukas Arka.
"Bukannya dia yang punya bengkel dan juga apartemen yang kau pinjam malam itu?" ulas Tania.
"Ha...ha..." Arka malah menertawakan ucapan Tania.
"Arga ke sini!" panggil Arka.
"Apaan?" tanya Arga saat sudah dekat di antara Tania dan Arka.
"Makasih ya, sudah kau pinjami apartemen malam itu. Karena kejadian itu akhirnya aku bisa menemukan cinta lama ku" celetuk Arka.
"Apartemen? Cinta pertama?" sahut Arga.
Pelototan Arka ke arah Arga.
"Apa ada yang aku tak tahu?" telisik Tania saat Arka menatap tajam ke arah Arga. Intuisi nya sebagai pengacara muncul begitu saja.
"He...he...maaf nona Tania. Sebenarnya apartemen itu milik tuan Arka sendiri. Dan juga bengkel itu aku juga cuma menjalankan saja" jelas Arga.
"Terus bengkel punya siapa?" hawa-hawa kecurangan mulai bisa ditebak Tania.
"Punyaku" jawab Arka enteng.
"Terus dua ribu dolar itu?" kejar Tania. Dia mengira kalau itu juga akal-akalan Arka.
"Biaya benahin mobil itu memang segitu sayang" rayu Arka.
Arga pelan-pelan mundur untuk menjauhi Arka dan Tania, sepertinya akan terjadi perang dunia ketiga diantaranya.
Arka mengusap tengkuk. Akal bulusnya kepada Tania ketahuan juga.
"Jangan marah, aku kan juga nggak jadi minta uang yang dua ribu dolar itu" celetuk Arka.
"Iya, gara-gara itu aku kalah taruhan sama kamu. Endingnya kau memaksaku tunangan" sahut Tania.
"Kau nggak ikhlas nerima lamaranku?" todong Arka.
"Ikhlas sih...he...he..." Tania terkekeh.
"Tapi ada syaratnya" imbuh Tania.
"Itu sama aja nggak ikhlas Non" kata Arka dan kembali menyentil kening Tania.
"Belum apa-apa sudah KDRT. Bisa kena pasal lagi kau" seloroh Tania.
"Ha...ha...repot juga kalau ngadepin pengacara" Arka tertawa.
"Gimana, mau menuhi syaratnya nggak?" ujar Tania.
"Kalau aku nggak mau?" tukas Arka.
"Acara nikahnya mundur tahun depan aja" jawab Tania. Dia tak mau lagi dinego.
"Eh, kok begitu? Kan sudah sepakat tadi, dua bulan lagi acaranya" Arka menimpali.
"Emang apaan sih syaratnya?" pada akhirnya Arka menyerah.
"Kasih aku dua ribu dolar, anggap saja kamu kalah taruhan" kata Tania penuh keculasan.
__ADS_1
"Dasar matre" gerutu Arka dengan bergurau.
"Biarin, kan mayan dua ribu dolar bisa buat nambahi depe mobil baru" kata Tania.
Dia sampe sekarang apa belum tau seberapa kayanya keluarga Rahardjo. Batin Arka sombong.
Sementara Tania mah cuek aja.
.
Dua minggu setelah acara lamaran. Arka dan Tania jarang bertemu karena kesibukan.
Pagi itu, saat baru saja Tania sampai ruangannya.
"Non, pagi ini non Tania dipanggil oleh tuan Hadinoto ke ruangannya" lapor Angel.
"Ada apa lagi?" tanya Tania.
"Nggak tahu non. Tuan Hadinoto cuman bilang kalau non datang suruh langsung ke sana" beritahu Angel.
"Baiklah" Tania kembali berdiri dan melangkah menuju ke ruangan pimpinan.
Tania mengetuk pintu dan membukanya setelah ada perintah masuk dari dalam ruangan.
Di sana sudah berdiri tuan Felix dan juga Maura Hadinoto yang memandang tajam ke arah Tania.
"Sudah lengkap sekarang" kalimat pertama yang diucapkan oleh tuan Hadinoto.
Tania belum bisa menangkap kata-kata yang diucapkan bos nya barusan.
"Hari ini kalian bertiga kutugaskan ke Panapion Grub sebagai tim kuasa hukum di sana" kata Tuan Hadinoto.
Tentu saja Maura sangat senang mendengarnya. Apalagi Benzema juga kerja di sana dengan jabatan yang lumayan tinggi. Pasti akan dibuat ajang pamer Maura untuk memanasi Tania.
Karena sampai sekarang Maura belum tahu kalau lah Tania sudah bertunangan dengan Arka.
"Apa wajib kita datang tuan?" tanya tuan Felix.
"Tentu saja" imbuh tuan Hadinoto.
"Karena di sana akan ada perubahan pucuk pimpinan tertinggi, maka kita diwajibkan hadir" imbuh tuan Hadinoto.
"Terus untuk Tania, karena ada permintaan khusus dari pihak Panapion untuk kamu. Maka hari ini aku memanggilmu" jelas tuan Hadinoto.
"Aku???" tunjuk Tania ke dirinya sendiri.
"Heemmm, aku juga nggak tahu kenapa kau yang diminta datang" tukas tuan Hadinoto.
"Bersiaplah kalian" perintahnya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir.
Buat nambah imun othor lah, biar semangat nulis 😊😊😊
Klik juga dong iklannya
💝
__ADS_1