Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Pulang?


__ADS_3

Pembicaraan serius antara dokter Bara dan juga pak Bambang direktur rumah sakit Suryo Husada akhirnya membuahkan hasil.


Arka akan praktek di rumah sakit yang juga milik Dirgantara Grub itu sebanyak dua kali seminggu. Mulai membiasakan tangannya untuk melakukan operasi kembali.


Dan juga kesepakatan jika Arka hanya akan melakukan operasi elektif dan bukan emergency operasi.


Bara dan pak Bambang menyalami Arka sebagai tanda awal dimulainya kerjasama.


"Pandu" panggil Arka.


Pandu yang sedang bersendau gurau dengan keluarga Rahardjo pun menghampiri Arka dan lainnya.


"Iya tuan" jawab Pandu.


"Besok kamu siapkan berkas-berkas aku untuk melamar pekerjaan di rumah sakit ini" perintah Arka.


"Lamaran kerja? Apa selama kutinggal seminggu cuti, Panapion bangkrut tuan?" tanya Pandu sambil melongo.


Arka pun menyentil kening Pandu.


"Kalau bangkrut kusuruh resign kamu kemarin-kemarin" ungkap Arka.


Bara hanya tertawa. Kelakuan asisten Arka sama saja dengan asistennya. Si Iwan.


"Berkas apa saja yang perlu kusiapkan tuan?" tanya Pandu yang memang awam tentang perijinan dokter untuk praktek.


"Owwwhhhh, nanti aku kasih nomer sekretaris aku tuan Pandu. Biar dia kasih tahu perlengkapan berkas yang musti ada" saran pak Bambang.


"Oke, baik pak" jawab Pandu.


Urusan kerja sampingan beres. Batin Arka.


"Tuan, gaji CEO apa masih kurang? Kok masih mau kerja di rumah sakit ini?" tanya Pandu sepeninggal Bara dan pak Bambang.


Arka hanya bisa menepuk jidat, mendengar pertanyaan Pandu yang seperti orang bloon itu.


"Ini pasti efek kebanyakan susu segar ya? Pulang bulan madu otakmu jadi tulalit" bilang Arka.


"Susu segar? Enggak kok tuan, aku nggak pernah minum itu" ucap Pandu membuat Arka geleng kepala.


"Sudah dech. Capek aku ngejawab. Yang penting belok loe siapin apa yang aku suruh tadi" lanjut Arka.


"Susu segar? Segar apaan?" Batin Pandu masih saja memikirkan susu.


.


Keesokan hari dokter Anita datang untuk melakukan kunjungan pasiennya.Tak lupa dia pun masuk ke kamar Tania didampingi asisten.


"Selamat pagi nyonya" sapanya ramah.


"Gimana keadaannya? Sudah lebih baik?" tanyanya. Dijawab senyuman ramah Tania.


"Makasih dok, atas pertolongan kemarin" ucap Arka.


"Sama-sama dokter Arka" tukasnya.


"Berkat bantuan anda, istri saya bisa melahirkan normal. Nggak nyangka aja" tutur Arka menjelaskan.


"He...he...kenapa begitu?" ulas dokter Anita.

__ADS_1


"Habisnya tiap malam selalu saja mengeluhkan pinggang. Dan kalau tak dipijat nggak bakalan bisa tidur" cerita Arka.


"Ha...ha...kamu curhat yank" Tania tertawa menimpali.


Dokter Anita pun ikutan tertawa lepas. Arka hanya bisa tersenyum kecut.


"Oh ya, untuk ASI nya lancar kan?" sela dokter Anita.


Tania mengangguk.


"Siippppp, semangat untuk mengASI ya" bilang Anita.


"Pasti" tukas Tania penuh keyakinan.


"Oke, karena sudah baik semua. Hari ini bisa pulang" ulas dokter Anita.


Tania menanggapi senang, "Akhirnya bisa pulang" .


"Yank, nenek sama mama kok nggak ke sini ya?" tanya Tania karena sedari pagi belum melihat keberadaan mereka.


"Habis ini kan kita pulang sayang" Arka menimpali.


"Aku tinggal bentar, nyelesain administrasi" pamit Arka.


Pandu yang biasanya menyelesaikan semua, hari ini disibukkan di Panapion karena cutinya Arka sang bos.


"Baby 'A' deketin sini dulu yank, ntar kalau nangis aku nggak repot" pinta Tania.


Arka pun memindah putra nya yang berumur dua hari dekat mama nya.


Dengan gemas Arka menciumi pipi sang putra yang tertidur pulas.


"Issshhhh, nanti bangun loh yank" ucap Tania.


Setelah memindah baby 'A' Arka keluar untuk menyelesaikan admin.


Tania menimang sang putra yang masih saja terpejam meski diciumi papa nya barusan.


.


Arka kembali ke kamar setelah selesai semuanya.


Didapatinya sang putra yang sedang menangis sendirian di sana.


"Sayang...sayang...kamu ke mana?" Arka mencari keberadaan Tania sang istri.


Padahal dia tak sampai lima belas menit menyelesaikan admin.


Tak didapatinya Tania di seluruh kamar.


Arka masih berusaha tenang. Tak mungkin sang istri diculik di rumah sakit dengan tingkat keamanan tinggi seperti di Suryo Husada.


Arka datangi tempat petugas jaga, barangkali melihat keberadaan istrinya.


Jawaban tidak tahu didapatinya.


Tak boleh panik, harus tenang. Itu yang harus aku lakukan. Kata Arka dalam hati.


Dia hubungi Bara tentang ketiadaan istrinya di ruang rawat. Pandu dan Arga pun tak luput dia hubungi, untuk jaga-jaga saja.

__ADS_1


Dalam hatinya, Arka masih berharap kalau sang istri masih berada di zona aman rumah sakit.


Sร ng putra sangat membantunya kali ini, karena tak rewel lagi saat berada dalam gendongan sang papa.


Arka mencoba melacak keberadaan Tania lewat ponselnya. Tapi ponsel Tania ternyata tertinggal di kamar.


"Ayolah sayang, kamu di mana?" gumam Arka.


Bara datang tergopoh dengan seragam kamar bedah lengkap menghampiri Arka dan juga beberapa security rumah sakit mengikutinya.


Jika istri dari Panapion beneran hilang dari rumah sakit ini, pekerjaan mereka pun akan jadi taruhan karena kelengahan mereka.


"Belum ketemu Bar, ponsel nya juga masih di kamar" ungkap Arka.


"Kita lihat di pusat keamanan saja, daerah vvip harusnya terpantau dua puluh empat jam" bilang Bara.


Dan benar saja, setelah melihat semua. Terendus jika Tania keluar saat ada yang mengetuk pintu kamar. Dan dengan cepat, orang tinggi besar bermasker itu membawa Tania dengan membekap pakai sapu tangan.


Kejadian itu bahkan tak lebih dari lima belas detik, sehingga tidak disadari oleh yang lain. Apalagi area vvip adalah area privat di mana jarang pengunjung lalu lalang di sana.


Pikiran Arka langsung tertuju ke Arkan. Hanya ada dia yang punya alasan kuat untuk menculik Tania.


Arka menghela nafas panjang, karena merasa kecolongan.


"Karena terjadi di area rumah sakit, itu menjadi tanggung jawab kami. Aku mewakili rumah sakit minta maaf. Aku akan membantumu Arka" Bara menepuk bahu Arka untuk menguatkan sang sahabat.


Saat kembali di ruang rawat, ternyata Sebastiab dan Dewa sudah menunggu.


Tujuan mereka sebenarnya untuk membesuk Tania sang sahabat.


"Mana Tania?" tanya Tian.


Arka mengangkat kedua bahu, "Maafin aku tak bisa menjaga sahabat kalian" kata Arka tertunduk lesu.


Baru saja diberi kebahagiaan setinggi langit, sekarang bagai dihempaskan di jurang terdalam.


"Apa yang terjadi?" tanya Dewa yang juga belum tahu.


Arka tak mampu lagi bercerita. Bara pun maju untuk menceritakan apa yang terjadi saat ini.


Sebastian dan Dewa sama-sama mengepalkan tangan nya erat.


"Kita akan bantu, untuk menemukan Tania" tegas Sebastian yang tak mau kehilangan sahabat sejatinya itu. Begitupun Dewa.


Mama Rosa yang barusan datang, kaget tak menemukan Tania. Hanya ada keempat laki-laki dengan Arka masih menggendong sang putra.


Mama Rosa datang karena ingin ikut menjemput sang putri pulang dari rumah sakit.


Melihat Arka yang tertunduk lesu, mama Rosa sudah bisa menebak jika ada yang tidak beres.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteย  supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.


Klik juga iklannya

__ADS_1


๐Ÿ’


Malam Minggu malam panjang, saat yang pas untuk memperpanjang ketikan ๐Ÿ˜Š


__ADS_2