Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Misi Penyelamatan Tania (3)


__ADS_3

Terdengar langkah kaki mendekat ke tempat Tania berada.


Tania yang pernah diculik sebelumnya, mulai bersiap dengan mode waspada.


"Kali ini siapa lagi yang mau bermain. Suka sekali mereka menculik diriku. Padahal nggak ada yang istimewa juga" gerutu Tania dalam batin.


"Nggak rela apa kalau aku merasakan bahagia" Tania masih saja menggerutu dalam hati.


Pintu mobil kebuka. Tanpa sepengetahuan orang itu, Tania membuka sedikit kelopak matanya.


"Owwhhh, aku tak kenal dengannya" batin Tania bermonolog.


"Akan aku ikuti alurnya saja" masih saja Tania berkata dalam hati.


Tania mengusap daun telinga yang terasa gatal.


"Bodoh...bodoh sekali kamu Tania" dia merutuki dirinya sendiri yang baru teringat akan sesuatu. Padahal ini bukan kali pertama Tania diculik.


"Kenapa aku tak ingat kalau punya anting ini. Padahal anting ini akan sangat bermanfaat jika ada yang tahu. Cukup cincin kawin ku aja yang hilang tadi" ujar Tania yang berkata sendiri dalam relung hati.


"Semoga saja secepatnya ada yang menolongku" harap Tania masih dengan mata pura-pura terpejam.


.


"Kenapa wanita ini belum sadar juga ya? Padahal aku cuman kasih bius nggak banyak" katanya bergumam.


"Mana sih si Smith sama anak buahnya, katanya mau segera menyusul" gerutunya karena sedang menunggu seseorang yang menyuruhnya.


"Sabat dong bro, ini juga barusan datang" sela suara seseorang yang sepertinya Tania ingat.


'Hhhmmm Smith lagi...Smith lagi" kata Tania dalam hati dengan kondisi yang sama.


"Dia masih belum sadar. Lekas kamu berikan bayaranku. Tugas aku selesai kan?" tanya lelaki yang tadi membawa Tania ke tempat ini.


Smith menyerahkan segepok uang kepada orang tadi. Dia pun berlalu meninggalkan tawa Smith yang sangat mengerikan.


"Ha...ha...kamu menjadi tawananku sekarang Nyonya Tania. Pasti laki-laki sombong itu akan kesulitan mencari keberadaan kamu sekarang" kata Smith dengan nada mengerikan.


Tania disiram air oleh anak buah Smith.


"Bangunlah, aku tahu kamu pura-pura tidur" ancam Smith.


"He...he...ketahuan ya???" jawab Tania malah terkekeh santai.


Smith sampai memicingkan mata saat Tania berkata seperti itu.


Anak buahnya mendekat ke Tania untuk mengikatnya di sebuah kursi.


"Sebelum diikat, boleh aku ke kamar mandi? Kebelet nih" ungkap Tania.


"Jangan coba-coba melarikan diri" balas Smith ketus.


"Kamu ini pura-pura bodoh atau beneran bodoh sih? Mana bisa aku lari, kalau anak buah kamu yang banyak itu mengawasiku sepanjang waktu" celetuk Tania.


Smith terdiam, mungkin dia membenarkan apa yang dikatakan oleh Tania.


"Tuan Smith, boleh aku minta sesuatu?" Tania mencoba mengatakan sesuatu.

__ADS_1


"Apa????" gertak Smith.


"Kamu kan tahu aku habis melahirkan. Tolong kalau mau menculikku sediakan juga pembalut dong" pinta Tania sambil cengengesan.


"What??? Tidak ada permintaan seperti itu" halau Smith dan menyuruh Tania untuk segera ke kamar mandi.


"Ntar kalau tembus kemana-mana, awas saja kamu. Padahal ini sedang banyak-banyaknya loh" kata Tania menirukan sebuah iklan pembalut yang dulu sering nongol di tivi.


Smith yang merasa jengkel akhirnya menyuruh salah satu anak buahnya untuk membeli apa yang diminta oleh Tania.


"Ingat beli yang jumbo dan ada sayapnya" bilang Tania. Anak buah yang disuruh sampai mengacak rambutnya kasar. Apa kata dunia, jika seorang dengan tampang garang membelikan pembalut di mini market. Bisa jadi dia berpikiran seperti itu. Tapi mana Tania peduli.


Tania tersenyum smirk sambil kakinya melangkah menuju kamar mandi.


'Mau-mau aja loe kukerjain' batin Tania terbahak.


Tania emang beneran nongkrong di sana dan sengaja berlama-lama.


'Sialan nggak ada jendela satupun. Sulit juga melihat situasi di luar' gerutu Tania.


'Pasti Smith sudah menyiapkan ini sejak lama' pikir Tania.


'Edan beneran si Smith, nekad menculikku' Tania masih saja belum keluar dari sana.


Sebuah gedoran dari luar mengagetkan lamunan Tania.


"Keluar sekarang!" teriakan salah satu anak buah.


"Satuuuu.....duaaa.....tii...." Dia menghitung dan bersiap mendobrak pintu dengan menendangnya.


Saat salah satu kakinya mengenai daun pintu, tepat pada saat itu Tania membuka pintu dari dalam. Alhasil dia pun terjerembab ke dinding dan bibirnya terantuk kloset.


Sudah dua orang yang kukerjain, aku harus bisa membuat mereka kalang kabut dengan keusilanku. Enak saja menculikku yang sedang senang-senangnya menimang bayi. Janji Tania sambil mengepalkan tangan erat.


.


Pandu menghubungi Arka saat tiba-tiba menemukan sinyal keberadaan nyonya muda nya.


"Tuan aku mendapatkan titik lokasi keberadaan nyonya" beritahu Pandu yang memang tak semobil dengan sang bos. Arka bersama dengan Arga.


"Di mana?" tanya Arka.


"Sesuai prediksi tuan Sebastian, nyonya ada di timur kota. Bisa kita tempuh satu jam perjalanan untuk sampai sana" terang Pandu.


"Oke, kerahkan semua untuk menuju ke sana. Sebelum tengah malam aku harus bisa bebasin istriku" tandas Arka.


Arga pun menambah kecepatan laju mobil.


"Sepertinya istri kamu sudah bangun dari pengaruh bius. Nyatanya Pandu sudah mendapatkan keberadaannya" kata Arga.


"Semoga saja tidak seperti yang tadi. Ketahuan sebelum kita mendapatkannya" Arka teringat dengan cincin yang terjatuh sebelum dia sempat menemukan keberadaan Tania.


"Iya" tukas Arga.


Arka pun menghubungi Sebastian dan Dewa. Memberitahu kalau analisa mereka benar. Tania berada di timur kota. Dan posisi Sebastian telah berada jauh di depan mobil Arka.


"Bisa jadi aku dan Dewa akan sampai di sana lebih dahulu. Akan aku intai pergerakan mereka" beritahu Tian.

__ADS_1


Arka mengiyakan.


"Gimana Tian?" tanya Arga yang memang tak mendengar apa yang dikatakan Sebastian.


"Dia akan sampai sana lebih dahulu. Dan akan melakukan pengintaian. Dia masih menunggu kita" ujar Arka menjelaskan.


"Heemmmm" gumam Arga.


Pergerakan Arka dan Sebastian serta yang lain lumayan cepat. Arka yang telah sampai lokasi, meminta anak buahnya untuk menyebar dan bersiap menghadapi semua.


Sementara di dalam, dalam keadaan terikat Tania masih saja berceloteh.


"Tuan Smith, apa kamu tak coba menghubungi suamiku?" tanya Tania yang ingin memprovokasi itu.


"Kenapa aku musti ngubungin dia" kata Tuan Smith tegas.


"Minta tebusan kek atau apa. Ntar anda rugi loh jika tak minta tebusan, bukannya anda akan rugi?" lanjut Tania.


"Ha...ha...jangan sombong. Bahkan kekayaan suami kamu itu masih tak sebanding dengan punya tuan Arkan" jawab Smith dengan nada jengkel. Jengkel tapi tetap saja meladeni apa yang dikatakan Tania.


"Itu kan punya tuan Arkan, apa kamu membanggakan yang bukan kepunyaanmu?" kata Tania.


"Diam kamu" hardik Smith sengit.


"Aku melakukan ini juga karena bayaran dari Arkan yang sangat tinggi...ha...ha...dendamnya ke kamu sudah sampai ubun-ubun. Dia tak ingin uang suami kamu. Tapi yang diinginkan adalah nyawa kamu nyonya Tania" tertawa Smith semakin membuat ngilu orang yang mendengarnya.


"Apa kamu takut?" kedua mata Smith memicing saat mendekat ke Tania. Tania yang terdiam dan tak heboh seperti tadi.


Sebuah pergerakan yang sangat cepat tepat mengenai dada Smith sehingga dia jatuh terjerembab.


Anak buah Smith yang ada di ruangan itupun bersiaga.


Tapi pergerakan mereka kalah cepat dengan penyerang yang tiba-tiba datang itu.


Bahkan Smith pun kewalahan. Belum sempat dia berdiri tapi sebuah serangan kembali mengenainya. Dia pun terjerembab kembali.


"Sialan. Siapa kalian?" hardik Smith padahal dia sudah dalam kondisi terikat.


Terdengar tepuk tangan di ruangan itu. Smith pun menoleh ke arahnya.


"Ternyata kamu yang mau bermain-main denganku" kata Arka yang barusan masuk ruangan. Sementara Tania sudah diamankan oleh yang lain dan di bawa keluar.


Tania diantar oleh Dewa untuk sementara di mobil.


"Tunggu di sini dan jangan kemana-mana!" pesan Dewa yang tahu Tania sering melanggar kata-katanya.


"Baiklah" jawab Tania bagai anak penurut.


Dewa pun balik untuk membantu yang di dalam.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteย  supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.

__ADS_1


Klik juga iklannya


๐Ÿ’


__ADS_2