Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Orang Dalam 2


__ADS_3

"Heemmmmm..." Pandu masih terdiam. Tapi tatapan tajam sang bos dan sang sahabat seperti menuntut jawaban dari Pandu secepatnya.


"Kenapa menatapku seperti itu?" jawab Pandu dengan gugup.


Duo 'A' masih saja menatap tajam Pandu.


"Maaf tuan muda, tuan Arga apa yang musti kujawab?" tanya balik Pandu.


"Aku juga belum tahu siapa orangnya? Kenapa aku yang harus mengatakan apa hukumannya? Bukannya itu sudah menjadi hak prerogratif tuan muda Arka" seloroh Pandu membuat Arga menepuk jidat.


"Arka, apa akan kau pertahankan asisten kau ini" celetuk Arga membuat Pandu menautkan alis.


"Ha...ha..." Arka malah terbahak.


"Pandu, kau ini lelet kalau mengambil keputusan. Makanya musuh selalu bisa memanfaatkan" sela Arga mengolok Pandu.


"Kau juga harus sigap dengan situasi apapun. Apalagi bila bos kamu tak ada di tempat seperti kemarin" saran Arga.


"Kau mengerti kan apa maksud Arga?" tanya Arka ke Pandu.


"Siap salah tuan" tukas Pandu.


"Buktikan dengan tindakan kamu" seloroh Arka.


"Menurut kamu, siapa dalangnya?" tanya Arga.


"Tuan Smith" jawab Pandu tegas. Membuat Arka dan Arga menepuk jidat. Sungguh jawaban Pandu di luar ekspektasi kedua orang itu.


"Apa kau sudah makan Pandu?" tanya Arka.


"Belum tuan, tadi hanya sempat minum kopi yang disediain bi Inem di apartemen" terang Pandu dengan jelas.


"Asisten kamu jujur sekali Arka" ucap Arga menahan tawa.


"Kau pesan aja makanan online. Kebetulan aku juga lapar" perintah Arka.


"Baik tuan" Pandu hendak beranjak keluar ruangan.


"Mau kemana? Pesan dari sini saja" ucap Arga menahan Pandu yang akan keluar.


Pandu melakukan apa yang diperintahkan Arka.


"Sudah beres tuan" kata Pandu.


"Apanya?" telisik Arka.


"Pesan makanan" imbuh Pandu.


"Oooooo...kirain yang beres masalah perusahaan" Arga menimpali dengan candaan.


.


Mereka bertiga menikmati makanan dengan tetap di ruang Arka. Karena Arka tak mengijinkan Pandu keluar ruangan sebelum dia bisa menjawab dalang kejadian kemarin.


"Sudah kenyang?" tanya Arka melihat Pandu telah menelan hasil suapan terakhir.


"Sudah tuan" kata Pandu.


"Pertanyaanku tetap sama, siapa dalangnya?" tanya Arga.


Tuan berdua ini kenapa sih, maksa banget aku menjawab. Jawabanku akan tetap sama, Tuan Smith. Gerutu Pandu dalam hati.

__ADS_1


"Aku tau kau mengumpatiku!!! Iya kan???" ucap Arga.


"Enggak tuan. Mana berani aku melakukan itu" kata Pandu dengan tatapan menunduk.


"Arga, sudah cukuplah kita ngerjain Pandu" kata Arka.


"Biar dia latihan bos. Situasi tidak selamanya mulus, jadi dia juga harus memahami situasi-situasi seperti itu" saran Arga.


"Ngerjain????" gumam Pandu, tapi masih kedengaran Arga.


"Heemmmm" angguk Arga.


"Hah? Beneran tuan?" tanya Pandu tak percaya. Jika semua masalah ini adalah hasil karya prank sang bos dan juga temannya itu.


"Ini bukan Prank seperti pikiran di otak kamu itu. Tapi memang ada masalah di perusahaan. Tadi hanya syok terapi buat kamu Pandu" ucap Arga dengan terbahak.


Sebenarnya kejadian yang ditemukan oleh staf keuangan itu benar adanya. Anak buah Smith memang berniat melakukan hal yang diduga di awal. Melakukan pencurian data keuangan perusahaan.


Padahal semua data di perusahaan telah terenkripsi, terutama data keuangan.


Semenjak kejadian William dulu, Arka banyak berbenah terutama back up data perusahaan.


Data penting, hanya Arka lah yang bisa membukanya dan beberapa orang kepercayaan.


Makanya saat Pandu laporan, dan saat itu dirinya sedang di Amerika. Arka berunding untuk membuat keputusan itu bersama Arga.


Arka menunjukkan laporan yang dikirim oleh Pandu kepadanya.


"Apa kamu tahu, dengan melihat laporan kamu aku tahu ada hal janggal di sana?" kata Arka.


"Maksudnya?" sela Pandu.


"Kamu pernah jelaskan kalau orang yang berusaha mencuri data ahli IT kan?" tandas Arka dan dijawab anggukan Pandu.


"Dan menjadi tugas kamu sekarang untuk menelusuri jejak orang itu" perintah Arka membuat Pandu menggaruk kepala karena bingung.


"Kukasih clue mau?" sela Arga.


Dan Pandu langsung saja mengangguk.


"Arka, bonus Pandu pindahin ke rekening aku" canda Arga.


"Orang dalam yang bisa melakukan itu. Orang luar tak akan mudah melakukannya. Kecuali dia punya kode rahasia yang diberikan oleh Arka untuk membukanya" terang Arga.


Pandu memandang Arka, karena baru teringat akan hal itu.


"Data yang tercuri oleh anak buah Smith, hanya data kamuflase aja. Jadi biarkan saja Smith menikmati, toh itu juga tak merugikan perusahaan" kata Arka.


"Tapi siapa pelakunya tuan, hingga menyebabkan kerugian ratusan juta" sela Pandu.


Arga menepuk jidat nya kembali, asisten Arka kali ini memang tak bisa ditoleransi lagi.


"Kau panggi tuan David" suruh Arka.


"Cepetan Pandu!" sela Arga yang melihat Pandu belum ada pergerakan.


Pandu melihat jam tangannya sekilas.


"Bukannya sudah sedari tadi jam pulang kantornya tuan?" tukas Pandu.


Arka pun melihat jam mewah yang melingkari lengan bawahnya.

__ADS_1


"Kau telpon dan suruh balik ke sini" kata Arka.


Pandu mencoba menelpon tuan David seperti yang diminta oleh sang bos.


Panggilan ke tiga belum juga tersambung. Pandu mengangkat kedua bahunya.


"Apa tuan David yang melakukannya?" tanya Pandu pada akhirnya.


"Heemmmm" jawab Arka dan Arga bersamaan.


"Waktunya kau buang jauh-jauh orang seperti itu Arka" cetus Arga.


"Aku hanya butuh saksi untuk membuatnya masuk bui" kata Arka.


"Orangnya tuan Smith, bisa jadi orang suruhan tuan David juga?" sela Pandu.


"Karena kebetulan, orang ini biasanya bekerja di divisi tuan David" terang Pandu.


"Makanya itu aku buru-buru pulang Pandu. Karena masalah ini kuanggap serius" tukas Arka.


"Orang yang sudah berani melakukan tindak kecurangan, siapapun itu harus segera kita libas" ungkap Arka.


"Apa semenjak dari Amrik, tuan sudah tahu siapa orangnya?" kata Pandu.


"Bagitulah" sahut Arka dan Arga bersamaan.


Sungguh persahabatan yang kompak. Batin Pandu. Kalau sudah tahu, kenapa kompak sekali mengerjaiku dengan menyuruh melakukan penyelidikan. Benak Pandu bertanya.


"Supaya kau latihan untuk cepat bergerak Pandu dan masalah segera selesai" ungkap Arga bagai cenayang yang tahu arah pikiran Pandu.


"Iya...iya...tuan. Aku paham akan hal itu" tukas Pandu.


"Tugas kamu sekarang untuk menghadapkan tuan David di sini" ulas Arka.


Pandu beringsut keluar untuk segera memburu tuan David.


Arka dan Arga masih menunggu di ruangan CEO, bahkan waktu sudah menunjukkan sejam lebih tapi Pandu tak kunjung kembali.


Ponsel Arga berbunyi menandakan sebuah notif pesan masuk.


"Tuan, tuan David tidak ada di kediamannya" beritahu Pandu.


Arga mengepalkan tangannya erat.


"Kemana dia?" gumam Arga.


"Tuan David belum ditemukan" beritahu Arga ke Arka yang menatapnya.


"Atau jangan-jangan dia sudah tau kondisi di sini sekarang dan berusaha melarikan diri?" celetuk Arka.


"Heemmmmm, betul juga kata-kata kamu" tukas Arga.


Arga memerintahkan orang-orangnya untuk memblokir bandara, untuk mencari keberadaan orang itu.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.

__ADS_1


Klik juga iklannya


πŸ’


__ADS_2