Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Batal Kontrak


__ADS_3

Bersamaan itu ponsel Tania berdering, Angel calling.


"Halo Angel" kata Tania setelah menggeser ikon hijau ponsel.


"Non, ada info yang mau aku kasih" seru Angel.


"Oke, nanti selepas aku balik kantor" ucap Tania.


"Oke Non" Angel menutup panggilan telpon.


Arka menatap Tania, "Ada yang aku tak tahu?" tanyanya.


"Itu, si Angel kusuruh cari informasi" beritahu Tania.


"Kebetulan aku menemukan sesuatu, tapi belum lengkap. Kusuruh Angel untuk menelusuri semua" lanjut Tania.


"Abis ini aku antar aja ke kantor kamu" kata Arka.


"Dan untuk kamu Pandu, siapkan pengawal yang mengawasi mama. Dari jauh aja, aku nggak mau mama merasa nggak nyaman" perintah Arka.


"Siap tuan" tukas Pandu.


"Awasi juga, William dan antek-anteknya" lanjut Arka.


"Oh ya sayang, berkas-berkas kerjasama yang dibawa Pandu tadi bisa loh dibatalkan demi hukum. Dan dianggap tak berlaku. Jelas-jelas ada yang salah di sana" kata Tania saat mereka berdua dalam perjalanan ke kantor Hadinoto.


"Saranku sih, kau kaji ulang semua proyek yang sedang berjalan" imbuh Tania.


"Aku juga berpikir seperti itu" tukas Arka.


"Kuncinya ini ada pada papa Rendra nih" ucap Arka.


.


Pagi sesudah Tania berangkat bersama dengan Maura ke kantor Hadinoto.


Dengan berbekal nasi padang seperti yang disarankan Tania, Angel mendekati Anthoni.


"Pagi Anthoni, sudah sarapan belum?" sapa Angel menghampiri asisten tuan Hadinoto itu.


"Belum, emang kau mau kasih aku sarapan?" sahut nya.


"Iya, tapi kalau kamu mau. Aku sih nggak memaksa" imbuh Angel.


"Tumben, pasti ada udang di balik rempeyek nih?" seloroh Anthoni.


"He...he...tau aja" Angel terkekeh.


"Cepat bilang!" sergah Anthoni.


"Nggak usah keburu, nih nasi padang" Angel menyodorkan sekotak nasi padang plus minum buat Anthoni.


"Kita ngisi bahan bakar dulu ke perut" lanjut Angel.


Angel sengaja menyuap Anthoni dengan sebungkus nasi favoritnya. Biar jalannya mulus sesuai maksud dan tujuan awal...he...he...


"Nah, sudah habis nih. Cepet utarakan apa maumu?" tanya Anthoni setelah menyelesaikan suapan terakhir.


"Ini nih, aku tuh disuruh Non Tania untuk mencari kelengkapan berkas yang waktu itu. Ternyata kurang" jelas Angel.


"Bukannya kasus nya telah selesai?" telisik Anthoni.


"Sudah ada putusan kan?" imbuh Anthoni.


"Iya sih. Tapi masih ada yang kurang, karena pengadilan minta untuk segera melengkapi" ujar Angel, ada sedikit kebohongan di sana.

__ADS_1


Anthoni menautkan alis, mungkin dia curiga dengan ucapan Angel barusan.


"Ayolah Thon, urgen nih" seru Angel.


"Gampang, ntar nasi padang tiga bungkus lagi dech" rayu Angel.


"Heleh, kalau ada maunya" sindir Anthoni.


"Ayolah Thon" pepet Angel.


"Hisss...kau ini" Anthoni mulai jengah.


"Daripada kau pusing mendengar suaraku, makanya segeralah kau ijinkan" ujar Angel.


"Iya...iya...masuk aja ke sana" suruh Anthoni.


"Anthoni baik hati dech" kata Angel terus berjalan masuk ke ruang dokumen.


Angel mengamati ruangan yang banyak berkas.


"Aduh, capek dech. Ternyata segini banyak tumpukan dokumen. Harus dimulai dari mana ini?" Angel hanya bisa garuk kepala.


Ternyata semua dokumen disusun berdasar kasus yang tertangani.


"Kucari yang ada hubungan dengan Panapion aja dulu dech" gumam Angel.


Tak sengaja kaki Angel kesandung tumpukan berkas yang tercecer di lantai.


"Ini kok berantakan sekali sih" gerutu Angel.


Dia pun jongkok hendak merapikan berkas yang tercecer itu.


Tangan Angel meraihnya, karena panasaran dibacanya berkas itu.


"Loh, sepertinya ini terkait berkas yang kebawa Non Tania" seloroh Angel dengan terus bermonolog.


Angel pun keluar dengan membawa berkas yang tidak terbandel itu.


"Anthoni, makasih buanyak. Kamu terbaik" tunjuk jempol Angel ke Anthoni.


"Lope you pullllll" tukas Angel memonyongkan bibir.


"Apaan sih...ogah gue" sahut Anthoni tanpa digubris Angel, karena Angel telah menghilang di balik pintu keluar.


Angel pun menghubungi sang bos untuk segera melipir ke kantor.


.


Tania datang ke kantor dengan diantar Arka. Kebetulan berpapasan dengan Maura di lorong.


"Nona Maura, ada yang kebetulan ingin aku bicarakan. Segera merapat ke ruangan Tania" kata Arka.


"Baik tuan muda" jawab Maura dengan muka genit.


"Ish, apaan sih. Genit" gumam Tania dengan suara pelan.


"Cemburu???" kata Arka di belakang telinga Tania.


"Nanti saya nyusul tuan muda" sela Maura.


Sampai di ruangan, Angel langsung saja menyodorkan berkas yang ditemukan. Tania segera meneliti, 'Seperti perjanjian kerjasama pribadi antara Nyonya Gaby dan tuan Hadinoto?" pikir Tania.


Arka ikutan melihat.


"Sepertinya mereka sudah bekerjasama lama" ucap Arka.

__ADS_1


"Heemmmm" gumam Tania.


"Sebaiknya kau secepatnya temui papa Rendra. Apa yang membuatnya tak berkutik di bawah kungkungan nyonya Gaby yang notabene tidak punya pengaruh sama sekali" saran Tania.


"Oke" setuju Arka.


Maura masuk ruangan di sela obrolan Arka dan Tania yang sudah berposisi berdekatan.


"Kalian mesra sekali, bikin orang iri aja" kata Maura dengan maksud bercanda.


"Itu kan memang sifat kamu, pelihara iri dengki" tukas Tania mencelos.


Sesungging senyum di sudut bibir Arka, 'Ternyata seru juga kalau melihat wanita cemburu' batin Arka.


Karena tak ingin mereka melanjutkan debat, Arka menyela pembicaraan.


"Bisa kita mulai?" tanya Arka yang masih melihat kedua wanita itu saling menatap tajam.


"Baiklah" jawab Tania.


Maura pun duduk.


Arka menjelaskan apa yang diinginkan oleh nya selaku CEO baru di Panapion.


"Baik tuan, kita akan berkerjasama untuk memenuhi permintaan anda" jawab Maura.


Tania hanya terdiam, karena akan lebih lama lagi sering bersama dengan Maura Hadinoto.


"Aku harap tim hukum yang kutunjuk akan mendukung semua program Panapion di bawah kepemimpinanku" sambung Arka.


Tania dan Maura mengangguk.


"Aku balik dulu ke perusahaan. Pulang tunggu aku jemput. Bye sayang" pamit Arka ke Tania.


Maura tersenyum sinis ke arah mereka.


"Nanti langsung ke nenek, lama kita tak ke sana" imbuh Arka.


"Lama apaan, baru juga dua hari yang lalu" sela Tania.


"He...he...tapi berasa lama kita tak ke sana" Arka terkekeh.


"Oke lah, aku balik dulu" Arka malah mengecup kening Tania.


Sepeninggal Arka, "Kuambilkan minum kalian" ucap Angel keluar.


"Kita mulai dari mana?" tanya Maura.


"Sesuai rencana tuan Arka saja, beliau mau mengkaji ulang semua kontrak kerjasama proyek yang sedang berjalan di Panapion. Kita mulai dari sana" beritahu Tania.


"Ingat, serius kalau bekerja. Jangan campur masalah pribadi dengan kerjaan" bisik Tania.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Buat nambah imun othor lah, biar semangat nulis 😊😊😊


Klik juga dong iklannya


πŸ’


Salam sehat buat semua πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2