Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Undangan Sebastian


__ADS_3

Tania menunggu kedatangan Arka untuk pergi ke tempat tinggal Sebastian.


"Non, mau ke mana? Tumben jam segini meja nya udah bersih?" tanya Angel.


"Ke tempat Sebastian" jawab Tania.


"Oh ya Non, ini ada undangan dari Nona Maura" ucap Angel menyodorkan sebuah amplop undangan kepada Tania.


"Ternyata beneran mereka mau menikah?" tukas Tania.


"Sudah Non, jangan terlalu dipikirin" Angel menimpali.


"Ngapain juga mikirin hal tak guna" sahut Tania.


Arka datang dengan gagahnya, gabung dengan Tania dan Angel.


"Sore tuan Arka" sapa Angel ramah.


"Sore Angel. Gimana apa sudah kau awasi tunanganku ini? Pastikan dia tidak telat makan dan makan teratur" kata Arka.


"Ish...apaan sih? Kayak anak kecil aja" sungut Tania.


Selama dengan Benzema, tak pernah sekalipun Tania diperhatikan sampai sedetail itu.


"Siap tuan" sela Angel menimpali ucapan Arka.


Arka malah tertawa melihat ekspresi Tania.


"Jadi nggak nih ke tempat sahabatmu?" tanya Arka.


"Jadi dong" jawab Tania.


"Angel, kita duluan ya" pamit Tania ke sang asisten.


"Siap bosque" Angel ikutan berberes.


.


Tania dan Arka memasuki sebuah mansion mewah yang menjadi tempat tinggal Sebastian.


Pasangan serasi itu nampak menyambut setiap tamu yang diundang dalam acara aqiqahan putri mereka.


"Masuk...masuk...akhirnya couple gold datang juga" canda Tian sambil menyalami Tania dan Arka.


"Tapi urutannya setelah kita sih yank" lanjut Sebastian dengan merangkul mesra sang istri.


"Ledekan nggak mutu" Tania menimpali.


"Tuh Dewa sama Dena di ujung. Gabung sana" beritahu Sebastian.


"Nggak ah, pasti mereka sedang sibuk sekarang. Sibuk kau suruh-suruh" celetuk Tania.


"Ha...ha...tau aja kau" Sebastian terbahak.


"Bang Arka silahkan duduk" akhirnya Sebastian mempersilahkan seniornya itu untuk mencari tempat duduk kosong yang disediakan.


Arka tersenyum menimpali.


Di tengah acara, "Sayang, lihat tuh bahagianya Sebastian" celetuk Arka.


"Butuh pengorbanan panjang untuk mereka bisa bersama dan sebahagia sekarang" timpal Tania.


"Oh ya?" Arka menanggapi.

__ADS_1


"Smoga kita nanti juga bahagia seperti mereka" imbuh Arka dan Tania mengaminkan.


Dewa menepuk bahu Tania dari belakang.


"Kapan yah kita bisa nyusul si bos?" celetuknya.


"He...he...tunggu tanggal mainnya" gurau Tania.


"Loe tuh buruan, keburu menopause ntar" ledek Dewa.


"Idih amit-amit. Tunggu undangan dariku" kata Tania.


"Ha...ha....alhamdulillah teman bar-bar ku akhirnya ada yang mau" tawa Dewa meledak.


"Ampun bang Arka...hanya gurauan. Pissss..." Dewa mengacungkan dua jari tengahnya.


"Kapan bang acaranya?" tanya Dewa serius. Sementara Sebastian dan Mutia sebagai sang empunya rumah sedang mengikuti step by step acara aqiqahan putrinya.


"Rencana sih dua bulan lagi" jelas Arka.


"Wah, bang Arka gercep juga nich" imbuh Dewa.


"He...he...iya. Keburu dirampok orang" tandas Arka.


"Oh ya Tania, tadi siang Sebastian sudah cerita tentang masalah kamu sama bang Arka" kata Dewa.


"Percaya dech sama bang Arka pasti bisa menyelesaikan orang-orang itu" lanjut Dewa.


Tania memandang serius Arka. Arka pun demikian, menatap Tania tajam.


"Yank, kita pergi aja yuk. Repot juga kalau dekat sama pasangan yang lagi kasmaran. Isinya hanya saling pandang. Kita sudah dianggap nyamuk nih" celetuk Dena.


"Ha...ha...yuukkk" Dewa dan Dena hendak beranjak tapi keburu dicegah oleh Tania.


"Mau kemana?" tanya Tania.


"Aku ikut" sela Tania.


"Sayang, di sini dulu ya sama Dewa" pinta Tania.


"Heemmm" gumam Arka. Karena yang di sini hanya ada Dewa dan Keluarga Sebastian yang dikenal.


Sampai seseorang menghampiri keberadaan Arka dan Dewa yang sedang asyik ngobrol.


"Halo Arka" sapa nya.


Arka menoleh, masih belum ngeh siapa yang menyapanya.


"Tuan Baskoro, papa nya tuan Sebastian" beritahu Dewa.


Arka beranjak dan menyalami tuan Baskoro.


"Apa kabar? Lama juga tak melihatmu. Papa kamu sehat kan?" tanya tuan Baskoro.


"Baik Om, alhamdulillah. Papa Rendra juga sehat" ucap Arka.


"Salam buat papa kamu. Semenjak menikah lagi, papa mu jarang gabung dengan acara-acara kita" sambung tuan Baskoro.


"He...he...papa sepertinya diiket sama istri barunya Om" canda Arka.


"Oke, silahkan dinikmati apa yang disediakan Sebastian. Kalau longgar mampirlah ke tempat Om" kata Tuan Baskoro beringsut menjauhi Arka.


"Oh ya Bang, kalau butuh bantuan. Aku dan Tian juga siap membantu loh. Tania sudah kita anggap seperti adik sendiri" kata Dewa menambahi.

__ADS_1


Arka mengangguk menanggapi ucapan Dewa.


Tania dan Dena mendekat setelah mengambil beberapa kue.


"Coba dech yank, kue buatan nyonya Sebastian" Tania menyerahkan kue yang dibawanya untuk Arka.


Arka menerima kue, "Sepertinya enak" celetuk Arka.


"Wah, kalau buatan nyonya Sebastian pasti jaminan mutu tuan" imbuh Dena.


"Promo nih" canda Arka. Arka menyuapkan sepotong kue yang dibawakan oleh Tania barusan.


"Gimana tuan?" tanya Dena menunggu ulasan Arka.


"Wah, sudah berasa food vlogger nih" ucap Arka tersenyum simpul.


"Hemmm...lembut...dan manisnya pas...tidak eneg" ulasan Arka benar-benar seperti yutuber terkenal.


"Ha...ha...ternyata bang Arka bisa juga bercanda" timpal Dewa.


"Sayang, harusnya kau rekam ucapan bang Arka barusan. Bisa buat promo Mutia Bakery tuh" sambung Dewa.


"Bisnis aja yang kau pikirin" sela Tania.


"Ha...ha...seorang CEO Panapion mempromokan Mutia Bakery, itu prestasi tersendiri nona" ucap Dewa.


"Yang penting kontrak cocok deh kalau gitu. Urusannya langsung denganku, sebagai tim hukum Panapion" celetuk Tania.


"Ha...ha...kau nggak mau rugi juga ternyata" Dewa terbahak menanggapi ucapan Tania.


"Ya iyalah...semua harus jelas" tandas Tania.


Arka hanya geleng-geleng kepala dan tertawa lepas mendengar candaan demi candaan mereka berdua.


"Gimana Dena, kau siap nggak untuk mengontrak CEO Panapion?" sela Tania.


"Ampun dech kak, Mutia Bakery kagak bakalan sanggup ngebayarin" seloroh Dena. Dan meledaklah tawa di meja mereka berempat.


"Bayarannya roti aja cukup kok sayang. Kue ini emang benar-benar enak kok" sela Arka.


"Good tuan Arka. Setuju" tandas Dena cepat.


"Wah, nggak bisa begitu dong sayang. Bisnis is bisnis. Urusan teman beda lagi" sambung Tania.


"Batalin aja, kau akan ribet kalau sudah berurusan dengan Tania Fahira" cegah Dewa.


"Ha...ha....nyadar juga akhirnya" Tania terbahak.


"Padahal lumayan loh yank, saben hari dapat kue gratis. Pake dianterin lagi" kata Arka.


"Yaaaa...paling nggak kue gratis buat karyawan selantai. Lumayan ngehemat pengeluaran perusahaan" sambung Arka.


"Wah...wah...ternyata mereka berdua pasangan yang kompak juga. Kompak liciknya" kata Dewa kepada Dena.


"Ha...ha...ha..." Arka dan Tania kembali terbahak mendengar kata Dewa barusan.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, vote supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Buat nambah imun othor lah, biar semangat nulis 😊😊😊

__ADS_1


Klik juga dong iklannya


πŸ’


__ADS_2