Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Pergerakan Arkan


__ADS_3

Anak buah Arka dan Sebastian kali ini selalu mengawasi pergerakan Arkan dan anak buahnya.


Sepertinya Arkan benar-benar akan mendatangi markas di mana tawanan wanitanya berada.


Sosok Arkan yang menjadi tunangan Davina, menjadi viral sekarang.


Nama Arkan menjadi trending di akun pencarian online.


Hingga banyak sosok yang penasaran terhadap siapa Arkan yang sebenarnya.


Sampai saat inipun, Arkan tak manyadari banyak pasang mata yang mengikuti laju mobilnya.


Ulah siapa? Pastilah kedua sahabat yang sekarang berkumpul di markasnya itu. Yang menjadikan Arkan trending.


Bahkan diantara yang mengikuti Arkan saat ini adalah para pewarta.


Keingintahuan mereka semua, tentunya sangat menguntungkan untuk kubu Arka.


"Lambat sekali sih kalian!" kata Arkan gusar karena pergerakan anak buahnya yang tak sesuai keinginannya.


"Bos, sepertinya ada yang ngikutin mobil kita?" kata sopir yang mengemudikan mobil.


Arkan ikutan menengok ke belakang.


"Mobil yang mana?" tanya Arkan.


"Tepat di belakang kita" jawabnya.


Kembali Arkan menengok dan melihat siapa kiranya orang itu.


"Bukannya mereka kelompok kita?" tanya Arkan.


Karena yang Arkan tahu, orang itu anak buah Smith.


"Orang-orangnya Smith itu" bilang Arkan kembali fokus dengan ponselnya.


Sampai di markas, Arkan langsung mencari keberadaan wanita yang dikiranya Tania.


"Di mana wanita itu?" tanya Arkan pada anak buahnya.


"Di ruang bawah tanah tuan" jawab salah satu anak buah yang berjaga.


"Oke, aku ke sana" kata Arkan dengan tak sabar.


Sementara itu di luar markas, banyak juga anak buah Arka dan Sebastian stanby. Di bawah kendali Arga.


Tapi di luar dugaan mereka semua, banyak orang menyerbu markas itu untuk mencari keberadaan Arkan.


"Tuan Arkan, tuan Arkan...keluarlah" kata beberapa orang yang barusan datang.

__ADS_1


Anak buah Arkan meringsek maju, mencoba menghadang mereka.


Anggota Arkan yang kalah jumlah pun akhirnya kewalahan menghalau mereka semua.


Ternyata di antara mereka ada banyak penggemar baru dari Arkan, yang notabene baru saja diperkenalkan oleh Davina sebagai tunangannya.


Davina yang seorang selebgram terkenal, yang sekarang mulai merambah dunia akting semakin memudahkan Arkan menjadi terkenal.


"Tuan...Tuan...tuan Arkan" anak buah datang menghampiri Arkan yang saat itu akan turun ke ruang bawah tanah.


"Ada apa?" tanya Arkan gusar. Niatnya balas dendam ada saja hambatan yang menghalangi.


"Di luar banyak orang" jelas anak buah itu terbata.


"Ya kamu halau mereka dong" kata Arkan mulai menunjukkan taring.


"Tapi mereka banyak sekali tuan" imbuh di anak buah.


"Aku nggak mau tahu, usir mereka!!!" hardik Arkan.


Anak buah itu pun balik kanan dengan menggaruk rambutnya kasar.


Tapi belum sampai keluar pintu, orang-orang itu meringsek masuk menyebabkan pintu depan jebol.


"Hah? Siapa mereka?" kata Arkan yang belum berpindah dari tempatnya berdiri.


"Mereka mengaku fans baru anda tuan, dan di antaranya banyak juga wartawan yang ingin mewancarai anda" terang anak buah yang disuruh Arkan barusan.


Mereka yang masuk, mendekat ke Arkan.


"Minta tanda tangannya tuan" kata mereka semua dengan kompak mengeroyok Arkan.


Anak buah yang barusan datang pun kewalahan menghalau mereka semua.


Mau tak mau Arkan meladeni mereka semua. Tanda tangan, foto sampai tangan pegal gigi kering karena terpaksa senyum terus menerus.


Bahkan ada juga pewarta yang menanyakan tujuan Arkan berada di tempat yang sepi dari keramaian ini. Arkan hanya menjawabnya dengan senyuman, padahal hati jengkel luar biasa.


"Tuan, apa benar berita viral tadi. Bahwa anda lah dalang penculikan nyonya Tania yang sampai sekarang belum ditemukan?" sela yang lain.


Arkan menatap tajam wartawan itu, "Apa buktinya?" ucap Arkan.


"Anak buah anda sendiri yang mengatakan" jawab sang wartawan.


Arkan menautkan alis, anak buah mana yang berani mengatakan semuanya.


Belum sempat bertanya lagi, anak buah Arkan menarik paksa sang wartawan untuk keluar dari sana. Agar tidak ada pertanyaan lagi dari para mulutnya.


Hampir dua jam Arkan melayani, tapi yang datang semakin banyak saja.

__ADS_1


Arkan memanggil salah satu anak buah, "Aku capek, kapan ini berakhir?" bisik Arkan ke anggotanya.


Keringat di dahi Arkan mulai menetes, sebiji jagung. Segala macam umpatan hanya tertahan di mulut. Karena dia musti menjaga image di depan mereka.


Akhirnya tiga jam lebih Arkan baru menyelesaikan semuanya. Itupun karena para anak buahnya banyak didatangkan ke markas ini. Apalagi kalau bukan untuk menghalau para fans dadakan yang semakin lama semakin banyak yang datang.


Arkan kembali ke niat awalnya untuk menemui wanita yang sudah dibawa oleh anak buahnya di lantai bawah tanah.


Alangkah terkejutnya Arkan, banyak anak buahnya tergeletak dengan kondisi terikat.


Dia membanting semua yang ada didekatnya.


"Sialan!!!!!" teriak Arkan.


Barulah Arkan sadar, orang yang datang berbondong-bondong tadi ada mesin penggeraknya.


"Bodoooohhhh kalian" Arkan menendangi anak buahnya.


"Awas saja kamu Arka Danendraaaaaa" Arkan masih saja berteriak karena emosi yang membuncah.


Wanita yang sejatinya bukan Tania, telah dibebaskan oleh Arga sebelumnya saat Arkan sedang menghadapi serbuan fans. Karena Arga tak ingin membahayakan si wanita yang juga anak buahnya itu.


Meski pun anak buahnya ini jago beladiri. Arga tak ingin gambling dengan mengorbankan dia.


Arga juga memerintahkan yang lain, untuk mengambil gambar semua yang ada di sana untuk menambahkan bukti-bukti yang ada.


Saat dirasa cukup, barulah Arga memutuskan menarik mundur semua pasukan yang ada di sana setelah berhasil melumpuhkan anak buah Arkan.


Ruang bawah tanah telah bersih menyisakan anak buah Arkan yang terikat kencang.


.


Arkan kembali naik ke atas. Dirinya mengamuk, karena belum berhasil membalaskan dendam kepada sang pengacara.


Segala macam kata-kata kasar lolos dari mulutnya begitu saja.


"Tunggu Tania Fahira...!!!!!" katanya penuh emosi dan tangan mengepal erat.


Sejatinya kalau di pikir secara rasional, dendam Arkan adalah dendam yang salah sasaran. Hanya karena Tania adalah anak Bagus Priyanto, yang notabene saat itu menjadi terdakwa kasus kematian papa Arkan. Dunia halu ya begitulah, harap readers maklum.


Arkan tak menyadari jika semua yang dilakukannya saat ini ada yang merekam. Sosok tak dikenal yang tak ada di kubu Arkan ataupun kubu Arka Danendra.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteΒ  supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.

__ADS_1


Klik juga iklannya


πŸ’


__ADS_2