Tulisan Tinta Tania

Tulisan Tinta Tania
Penangkapan Arkan


__ADS_3

"Semua perintah sudah terlaksana bos" Pandu memulai laporannya.


"Pangiriman senjata yang biasa ditampung oleh Arkan, sudah di stop pengirimannya dengan alasan mosi tak percaya lagi. Berita-berita yang menyudutkan Arkan tentu menjadi salah satu alasan mereka" jelas Pandu.


"Kedua, orang-orang yang kita gerakkan untuk berpura-pura menjadi fans Arkan sukses merusak konsentrasi Arkan untuk terus mencari nyonya Tania. Bahkan tanpa kita suruh, banyak pewarta yang meliput" imbuh Pandu.


"Orang yang menyebarkan video kemarahan Arkan, itu bukan orang kita. Kita nggak tahu dia datang dari mana. Yang jelas karena unggahannya lah, sosok Arkan menjadi lebih populer. Populer kejelekannya...he...he..." kata Arga menimpali.


"Dan untuk Smith, dia sudah mengakui semua. Dan semua bukti perintah-perintah Arkan untuk menculik nyonya Tania sudah dibawa oleh pihak berwajib" Dewa ikutan menambahi.


Arka nampak puas dengan semua laporan asisten cakap tuh.


"Oh ya, bisnis obat terlarang Arkan sepertinya juga goyah. Di kota sebelah ada berita penemuan dalam jumlah besar obat terlarang. Pelaku nya terindikasi masih komplotannya Arkan" sela Sebastian.


"Yaaacchhhhh, semoga saja lekas sadar tuh orang. Kejahatannya dibawa mati pun tak akan tertebus" bilang Bara.


"Eh...pak dokter bersuara" celetuk Dewa menimpali diikuti tawa yang lain.


"Yuukkk pulang, para istri telah menunggu kita" ajak Arka untuk membubarkan diri.


"Yaelah bossss...barusan juga datang. Sudah main pergi aja" ucap Arga menyela.


"Loe sama Dewa aja. Sama-sama belum ada yang nungguin" ledek Pandu.


"Mentang-mentang sudah punya kasur loe ya..." seru Arga.


"Ha....ha...kasur gue otomatis. Bisa ngangetin, bisa nyelimutin, bisa meluk" pamer Pandu. Alhasil segebox tisu mendarat di muka Pandu.


"Sialan" umpat Pandu.


Arka, Sebastian dan Bara beranjak dari kursi. Lounge hotel mewah itu semakin malam malah semakin ramai.


"Arka, jangan lupa janjimu" kata Bara.


Arka menoleh.


"Kabarin aja kalau ijin praktek aku sudah kelar. Dua kali seminggu aja" bilang Arka.


"Siap" tukas Bara.


"Betewe, aku benar-benar minta maaf ya" ucap Bara.


"Untuk?" Arka menegaskan.


"Atas kelalaian rumah sakit, sehingga istri kamu diculik" kata Bara.


"Sama-sama. Aku makasih juga atas segala bantuan kamu" Arka memeluk Bara sebagai seorang sahabat.


"Aku dikacangin nih?" celetuk Sebastian.


Arka pun akhirnya merangkul sahabat sang istri yang akhirnya menjadi sahabatnya juga, "Makasih" kata Arka.


"Sudah seperti teletubbies aja" ujar Pandu yang juga akan pulang.


"Sialan" kompak jawab mereka bertiga.


.


Pagi buta, sebuah berita menggemparkan tayang di tivi. Viral di sosmed juga.

__ADS_1


Pangusaha kaya raya dan seorang artis terkenal tertangkap, karena diduga menjadi pengedar obat terlarang dan senjata ilegal.


Arka yang sedang mengambil air minum di dapur tak sengaja mendengarnya.


Arka menuju ruang tengah untuk melihat berita itu.


"Eh, tuan muda. Kok sudah bangun. Ini masih pagi buta loh tuan" sapa bibi yang sedang mengepel lantai.


"Iya bi, tak sengaja dengar ada berita seru" balas Arkan.


"Oh...artis terkenal itu? Percuma cantik-cantik tapi kelakuannya tak berakhlak" bibi pun ikutan geregetan.


"Bagaimana Davina bisa ikutan ketangkep?" gumam Arka yang melihat Davina gemeteran dan selalu menunduk saat kamera terfokus pada dirinya.


Pihak berwajib memberikan keterangan pers. Bahwasanya sudah didapatkan semua bukti yang memberatkan tersangka.


Bahkan tersangka wanita diduga sebagai penadah uang hasil kejahatan tersangka pria.


"Heemmm dunia...dunia...kalau nggak ada kejadian seperti ini pasti nggak ramai" gumam Arka.


Tania menghampiri sang suami yang termangu di depan tivi, padahal hanya ada iklan di tayangannya.


"Sayang, kok malah diam sini sich. Tolong jagain baby 'A' dong" pinta sang istri.


"Kamu mau ke mana?" tanya Arka menimpali.


"Ke toilet bentar. Kebelet nih" kata Tania dengan melangkah kembali ke kamar.


Arka pun mengikuti.


"Baby A mana?" tanya nenek yang barusan keluar dari kamar utama.


"Masih tidur nek, semalam ngajakin begadang" jelas Tania.


"Ada apa dengan istri kamu?" tanya nenek yang melihat Tania buru-buru.


"Kebelet" kata Arka menggaruk kepala sambil ikutan berlalu dari hadapan sang nenek.


.


"Sayang, Arkan sama Davina sudah ketangkep loh" beritahu Arka saat Tania keluar dari toilet.


"Iya kah? Kok Davina ikutan?" komen Tania.


"Dia diduga sebagai penadah dari hasil kejahatan Arkan" ulas Arka.


"Wah, bisa kena pasal pencucian uang juga dia...berat...berat..." tutur Tania menimpali.


"Terus, apa kabar pernikahan mereka?" lanjut Tania.


Arka hanya mengedikkan bahu.


"Kadang orang hidup itu yang dicari apa ya? Dendam terbalas apa menjamin kita bahagia? Tidak kan?" kata Tania sok bijaksana.


"Kamu kan juga pernah dalam fase itu sayang? Fase ingin balas dendam?" olok Arka.


"Yeeeiii, bukan begitu. Aku kan hanya ingin menelusuri kebenarannya saja" elak Tania.


Baby A menggeliat.

__ADS_1


"Sepertinya dia haus" bilang Arka.


"Tolong lihatin diapersnya dulu sayang, takutnya penuh" tukas Tania.


"Nggak dimandiin sekalian?" tanya Arka.


"Masih kepagian. Papa aja yang mandi dulu" suara Tania menirukan anak kecil. Membuat Arka tertawa.


"Sayang, lekas mandi sana gih! Aku siapin baju nya" kata Tania.


"Maunya dimandiin, kayak baby 'A' " kata Arka manja.


"Isshhh apaan sih" Tania beranjak ke ruang wardrobe.


Arka menarik lengan Tania, sejurus kemudian dipeluknya tubuh sang istri.


"Makasih ya atas kebahagiaan yang kamu berikan. Semoga kita bisa menua bersama" kata Arka tiba-tiba serius.


"Pagi-pagi kok sudah melow aja sih" ucap Tania.


"Sayang, kapan aqiqahan baby 'A'?" tanya Tania berikutnya.


Arka nampak berpikir, karena dia belum menyiapkan semua. Dua hari kemarin dirinya terlalu sibuk untuk mengobrak abrik Arkan. Sampai Arkan ketangkep pun sebenarnya ada campur tangan dirinya.


"Sayang, kok diam sih?" tanya ulang Tania.


"Iya, hampir aja kelupaan. Bagaimana kalau di akhir minggu ini?" terang Arka.


"Gitu juga baik" imbuh Tania menyetujui.


Sekalian nanti lounching nama baby 'A'. Pikir Arkan.


Kalau dilaksanakan di akhir Minggu, akan ada banyak waktu menyiapkan kejutan buat Tania yang sempat ketunda gara-gara sang istri keculik sebelumnya.


'Semoga niat baikku semua dilancarkan' doa Arka dalam hati.


Baby 'A' menangis setelah diganti diapers nya.


"Kenapa lagi sayang?" tanya Arka.


"He...he...abis pipis, pasti sekarang ganti haus" ungkap Tania yang dengan sigap mengangkat baby 'A' ke pelukan.


Tania buka salah satu aset dan diberikan ke baby A, Arka langsung ikutan menelan ludah. Melihat mata Arka tertuju kemana, Tania sengaja menggoda dengan menutupnya pakai kain.


"Jaga matanya" kata Tania.


"Issshhh...dikit aja sayang" goda Arka.


"No" penolakan Tania membuat Arka terbahak.


Sementara baby 'A' masih asyik saja menyedot pabrik makanan utamanya itu. Tak terusik dengan suara berisik dari kedua orang tuanya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.


Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteΒ  supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...


Koinnya jangan ketinggalan.

__ADS_1


Klik juga iklannya


πŸ’


__ADS_2