
Dua bulan berikutnya, Anton telah dijatuhi hukuman atas kasus penculikan Arga, kekerasan dalam rumah tangga, juga kasus penggelapan pajak.
Dan sekali lagi Arkan berhasil lolos dari segala tuduhan.
"Dia bagaikan belut, sangat licin sekali" umpat Arka saat berada di ruangannya.
"Pandu, apa kabar Smith?" tanya Arka.
"Stress tuan" tukas Pandu.
"Stresss?" sela Arka.
"Iya. Semenjak mendatangi tuan waktu itu, dia memang mengalami gangguan kejiwaan. Dan dibawa ke rumah sakit jiwa sama keluarganya" jelas Pandu.
"Oooooo...seperti itu?" dijawab anggukan Pandu.
"Oh ya Pandu, aku nanti pulang awal. Mau nganterin istri ke dokter kandungan" terang Arka.
"Siap bos" jawab Pandu dengan wajah berseri, membuat Arka curiga.
"Sepertinya kamu senang sekali jika aku pulang duluan" ucap Arka.
"Eh...eh...nggak begitu juga tuan" jawab Pandu sedikit gugup.
"Ooowhhh..aku paham. Pasti kamu mau kencan kan? Cepetan tuh halalin" ujar Arka.
"Cari modal dulu tuan" imbuh Pandu.
"Emang kamu mau usaha apa? Pake modal segala. Nikah itu modalnya niat, ntar rizki akan menyusul" nasehat Arka.
"Itu berlaku bagi anda tuan, kalau aku sama Angel sama-sama harus mulai dari nol" terang Pandu.
"Kita sama-sama berjuang, tapi dengan versi yang berbeda. Tergantung niat kamu, tulus nggak. Kalau tulus, pasti akan ada jalan yang sudah diatur untuk kita oleh sang Pencipta" tutur Arka membuat Pandu paham.
"Kamu ingat cerita bagaimana istriku dengan Benzema. Nyatanya kalau sudah menjadi jodohku, maka Tania datang juga kepadaku. Sekarang aku nanya sama kamu, serius dengan Angel?" tatap Arka butuh jawaban.
"Serius tuan" tandas Pandu.
"Buktikan kalau kamu memang serius. Jangan hanya di mulut doang" imbuh Arka.
"Caranya?" sela Pandu.
"Kamu ini bodoh apa memang pura-pura bodoh sih Pandu? Cara membuktikan nya ya kamu nikahin Angel" bilang Arka jengkel.
Pandu masih terdiam.
"Kalau ragu mendingan mundur, jangan suka mainin perasaan anak orang" lanjut Arka.
Pandu hanya mengangguk.
"Bilang ke aku, kapan kamu siap melamar. Aku bantuin" ucap Arka.
"Bantuin apa tuan?" tukas Pandu.
"Bantu doa. Apalagi?" tukas Arka menimpali.
Pandu langsung saja sewot. Arka tertawa, sengaja ngerjain lagi anak buahnya itu.
Ponsel Arka berdering di sela tawa.
"Halo sayang, sudah selesaikah?" tanyanya. Hari ini Tania sedang mendampingi nyonya Magdalena untuk mendengarkan putusan gugatan perceraian terhadap tuan Anton.
__ADS_1
"Sudah. Bisa jemput nggak? Kalau nggak aku minta anter Arga aja. Daripada kamu repot musti bolak balik" kata Tania di ujung telpon.
"Enggak repot kok. Aku jemput aja. Tungguin bentar" mana rela Arka jika sang istri diantar laki lain. Meski itu sahabatnya sendiri.
"Pandu, aku jemput istriku. Abis ini aku nggak balik sini" terang Arka.
"Baik tuan" jawab Pandu ikutan beranjak dari duduk untuk kembali ke ruangannya.
Arka melajukan mobil menuju pengadilan agama tempat sidang dilakukan.
Ternyata Tania sudah berdiri di luar ruangan bersama nyonya Magdalena, tuan Pras dan juga Arga.
Arka menghampiri saat mobil telah terparkir.
"Bagaimana? Sukses?" tanya Arka.
"Mana ada sidang perceraian dikatakan sukses yank. Yang ada tuh kegagalan dalam rumah tangga" Tania menimpali.
"Ya itu maksudku. Padahal aku tadi ingin bilang itu loh...he...he..." ulas Arka.
"Apa kabar nyonya dan tuan?" sapa Arka ke orang tuanya Arga.
"Rasanya plong sangat tuan Arka. Bebas dari laki-laki itu" tukas nyonya Magdalena menimpali.
"Abis ini siap-siap aja terima undangan dariku" sela Arga.
"Undangan apa? Kamu mau nikah?" sela Arka.
"Bukan, tapi undangan mau mantu" tutur Arga menjelaskan.
"Mantu? Siapa?" tanya Tania dan Arka bersamaan dan kompak.
Tania terkikik. Mana ada anak yang punya gawe untuk menikahkan ibu dan papanya. Yang diketahui Tania, ya baru Arga ini.
"Biar nggak repot, sekalian aja bareng sama Pandu dan Angel" sela Tania.
"Betul juga, bisa hemat gedung dan katering tuh" Arka dan Arga pun menyetujui.
"Arga, kamu bahas apaan sih? Palu pengadilan aja baru diketuk tadi" sela tuan Pras.
"Pernikahan papa dan mama" jawab Arga tanpa rasa sungkan.
Sepertinya kemajuan hubungan Arga dan kedua orang tuanya menuju tren positif. Batin Arka.
"Tuan, Nyonya saya pamit duluan" bilang Arka dengan menyalami kedua orang tua Arga. Demikian juga ke Arga, Arka pun pamitan ke sang sahabat.
.
"Kita makan siang dulu aja ya. Laper nih" ajak Tania.
"Mau makan apa?" tukas Arka.
"Apa ya yank enaknya?" Tania malah nanya balik.
"Kita belok di resto depan aja ya" usul Arka
"Boleh lah" kata Tania menimpali.
Kalau urusan makan, Arka tak pilih-pilih. Dan tak memaksa kan sang istri untuk selalu menyiapkan makanan untuknya.
.
__ADS_1
Mereka berdua sampai di klinik dokter Abraham pasien tinggal beberapa.
Arka memang sengaja datang agak terlambat dari biasanya.
"Duduklah, biar aku daftarin" suruh Arka.
"Heemmmmm" Tania mencari tempat kosong untuk menunggu panggilan masuk.
Tak lama Arka menyusul ke dekat sang istri.
"Hei, tuan dokter Arka" panggil seseorang di sampingnya.
Arka pun menoleh, "Eh kamu Bara"
"Sedang apa di sini? Nggak sibuk operasi?" tanya Arka.
"He...he...apalagi tujuan ke sini kalau nggak periksa kehamilan" celetuk Bara.
"Mana istri kamu?" tukas Arka.
"Sayang, sini" panggil Bara ke wanita cantik yang tak jauh dari mereka bertiga.
Tania dan Elis pun kenalan. Dan mereka langsung saja akrab, karena mereka berdua sepertinya setipe.
"Eh, kapan gabung?" tanya Bara.
"Ha...ha...masih ingat saja kamu" Arka terbahak.
"Kuusahain dech, setelah istriku melahirkan" kata Arka.
"Awas loh kalau cuman omong kosong doang" ancam Bara dalam candaan.
"Ha...ha..." suara tawa bahkan memecah keheningan.
"Nyonya Tania Fahira" panggil karyawan Om Abraham.
Tania pun beringsut dari duduk, dan hendak masuk ruang periksa.
"Elis, kapan-kapan kita nongki barengan yuk. Ntar kita booking tempat" ajak Tania.
"Oke kak" jawab Elis yang memang secara usia lebih muda dari Tania.
.
"Selamat siang Om" sapa Arka dan Tania bersamaan.
"Siang. Dan buat Tania langsung naik aja meja periksa" saran Om Abraham.
Tania pun melakukan apa yang disaranin dokter senior itu.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteย supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...
Koinnya jangan ketinggalan.
Klik juga iklannya
๐
__ADS_1