
Biarkan pak mil dengan segala keriwehannya bersama bumil, dan saat ini sedang mengantri rujak cingur.
Arga mulai menjalankan apa yang disarankan oleh Tania.
Dia awali dengan menyatroni kediaman wanita yang telah melahirkannya itu.
Lama menunggu tak jua ada yang keluar dari gerbang.
Barulah menjelang malam, wanita itu keluar dengan mengemudikan mobilnya menuju pusat kota.
"Mau ke mana wanita itu" gumam Arga.
Masih menjaga jarak, Arga ikuti kemana mobil itu berjalan.
Arga menautkan alis saat didapatinya wanita itu berbelok ke sebuah night club.
"Jam segini malah pergi ke tempat beginian?" Arga masih saja bergumam.
"Apa ada yang salah tentang info dari Tania?" ragu Arga.
Saat Arga mau turun, didapatinya sang wanita yang tak lain adalah mamanya seperti diseret seseorang keluar dari sana.
"Pergi! Jangan sampai aku lihat kamu lagi di sini Magdalena" teriak orang itu, yang bahkan teriakannya sangat nyaring di telinga Arga.
"Apa hubungannya dengan laki-laki itu?" tanya Arga dalam hati.
"Tolong aku Pras. Tolong bebasin aku dari Anton" ucapnya, dan masih saja terdengar oleh Arga.
"Ha...ha....apa kamu nggak salah orang?" orang itu masih saja berteriak.
"Bahkan kamu tega ninggalin aku dan juga anak kita Magda" tukasnya.
Arga mengepalkan tangannya.
"Sekarang aku tanya, anak yang kamu tinggalin itu di mana sekarang? Sudah meninggal kan? Kamu kejam" tunjuknya ke arah muka mama Arga.
"Siapa yang bilang dia meninggal?" tukas Magdalena.
"Siapa lagi kalau bukan bajing4n tengik yang sekarang jadi suami kamu" kata dari laki-laki yang dipanggil Pras itu berapi-api.
Sementara Arga masih terdiam di tempat persembunyiannya untuk mencuri dengar pembicaraan mereka.
Ada banyak pertanyaan di benak.
'Kenapa laki-laki itu memanggil mamaku Magdalena? Nama nya kan Suti' Pikir Arga.
"Anak kita masih hidup Pras, bahkan dia telah menjadi pemuda tampan sekarang" bilang mama Arga.
"Apa aku tak salah dengar?" sela laki-laki itu menimpali.
"Iya. Apa kamu tahu alasanku meninggalkan dia di jalanan?" terang si wanita.
"Karena aku yakin dia bisa bertahan dan lebih aman" imbuhnya.
__ADS_1
"Kamu gila Magda, bagaimana bisa kamu meninggalkannya? Kenapa tak kamu serahkan saja padaku saat itu?" kejar Pras.
"Karena aku tak yakin dengan kehidupan bebas kamu. Itu satu-satunya alasanku meninggalkan mu saat itu" celoteh mama Arga masih berlanjut.
"Meski aku meninggalkan dirinya di jalanan, aku masih sering mengawasinya dari jauh" beritahu mama Arga.
"Kenapa tak kamu bawa saja anak kita hidup mewah bersama kamu" tukas Pras.
"Ha...ha...hidup bersama Anton. Bisa melayang nyawa anak kita" kata mama membuat Pras kaget. Demikian juga Arga yang berada di balik tembok.
"Siapa sebenarnya Anton?" dahi Arga mengkerut.
"Kamu pasti tahu siapa Anton, tanpa aku memberitahu padamu" imbuh mama Arga untuk meneruskan penjelasannya.
"Dan saat ini dia terus saja memaksaku untuk menjual aset satu-satunya peninggalan orang tua ku" terang mama kepada Pras.
Entah hubungan apa yang terjalin antara mama Arga dan laki-laki bernama Pras, hingga mama nya curhat begitu banyak kepada laki-laki itu. Arga belum ingin tahu.
"Apa Anton mengancammu lagi?" kata laki-laki itu.
"Yap, dia akan membunuhku jika berani bicara pada orang lain. Aku tahu saat ini Anton sedang kesulitan uang, karena perusahaannya bermasalah" terang mama.
"Lantas, kenapa kau berani cerita padaku?" tukas Pras.
"Karena aku percaya padamu" bilang mama.
"Pulanglah! Pasti laki loe sedang menunggumu saat ini" usir Pras.
"Aku takut" jawab mama Arga.
"Dia terlanjur membenciku. Membenci wanita yang telah membuangnya" ada nada sesal di suara wanita itu.
Arga termangu di tempat, "Apa dia benar-benar menyesal?" gumam Arga.
Tapi saat melihat wajah Anton tadi siang, tidak nampak adanya kebengisan. Memang wajah bisa bohong sih. Hal itu tak dipungkiri oleh Arga.
"Pulanglah!" suruh Pras kembali.
"Aku tak mau Pras. Karena jika hari ini dia tak berhasil mendapatkan kerjasama dengan pengacara itu, maka dia akan didepak oleh perusahaan. Dan aku yang akan kena imbasnya" tutur mama Arga menjelaskan panjang lebar.
"Hutang piutangnya menggunung dimana-mana" imbuh mama Arga.
Arga mulai menemukan benang merah, saat mendengar cerita wanita itu.
"Lantas kamu mau kemana Magda, hari sudah mulai gelap?" tanya Pras.
"Menginap di rumah kamu" jawab mama Arga.
"Lantas apa kata orang terhadapku yang berani membawa istri orang ke rumah. Pasti Anton akan dengan mudah menemukanmu Magda" terang Pras.
"Menginaplah di hotel, yang kira-kira Anton sulit melacak keberadaan kamu" saran Pras.
Sepertinya mama Arga menyetujui saran dari Pras, karena tak lama setelah itu dia meninggalkan tempat itu menuju parkiran.
__ADS_1
Sementara Arga berniat menemui Pras malam ini.
Dia masuk layaknya pengunjung di sana.
Arga berada di dalam agak lama. Suasana yang belum begitu ramai memudahkan dirinya mengamati sekeliling.
Arga mencari keberadaan laki-laki yang bernama Pras, tapi lama tak muncul.
Arga menghampiri bartender yang sedang meracik minuman yang sepertinya dipesan oleh seseorang.
"Mau pesan apa tuan?" tanyanya.
Arga memesan minuman yang diingininya saat ini.
"Makasih" ucap Arga saat gelas terpegang. Bartender membalasnya dengan tersenyum manis.
"Kak, boleh nanya sesuatu nggak?" tanya Arga.
"Asal aku bisa jawab, pasti akan aku jawab" terangnya.
"Apa aku bisa bertemu tuan Pras?" telisik Arga
"Apa sudah buat janji?" tanyanya dan dijawab gelengan Arga.
"Berdoa saja tuan, semoga tuan besar mau menemui kamu" tukas bartender dengan senyum menghiasi bibirnya.
"Tuan besar?" sela Arga
"Benar, tuan Pras adalah bos kami" imbhnya.
"Baiklah, akan aku tunggu" Arga menimpali.
"Dengan siapa?" selanya.
"Arga Wibisono" sambung Arga.
Arga kembali duduk, saat bartender menelpon si bos besar yang tak lain adalah Pras.
Nasib baik berpihak pada Arga saat ini, karena tak lama kemudian Pras datang menghampiri Arga.
"Selamat malam tuan, ada yang bisa saya bantu" terang tuan Pras.
"Hanya bertanya saja tentang wanita yang tadi bicara denganmu di depan" terang Arga.
"Oooowh, Magdalena maksudnya" terang Pras dan dijawab anggukan oleh Arga.
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Terima kasih sudah sudi mampir ke ceritaku ini.
Jangan pelit-pelit tuk kasih like, komen, voteย supaya popularitas naik dan semakin banyak yang mampir. Bunga, kopi, dll pun boleh...he...he...he...
Koinnya jangan ketinggalan.
__ADS_1
Klik juga iklannya
๐